tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), meresmikan Kampung Nelayan Sejahtera di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, pada Senin (28/9/2025). Kampung ini dibangun untuk menyediakan 93 rumah baru bagi warga korban banjir rob di pesisir Indramayu.
Mensos bersama Wamensos Agus Jabo Priyono, Ketua Baznas Noor Achmad, serta Bupati Indramayu Lucky Hakim meresmikan permukiman itu dengan penandatanganan prasasti Peluncuran Kampung Nelayan Sejahtera.
Gus Ipul berharap warga di Kampung Nelayan tersebut bisa merawat hunian barunya dan melahirkan generasi yang berdaya.
"Jadikan rumah ini sebagai rumah yang bisa melahirkan generasi yang kuat. Mungkin orang tuanya belum berhasil, belum beruntung, masih kekurangan, tapi anak-anaknya harus berhasil. Harus jadi generasi tangguh yang ke depan bisa jadi pemimpin bangsa ini," kata Gus Ipul.
Dia mengingatkan rumah merupakan lingkungan awal bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang. Anak yang dibekali ilmu dan kasih sayang dari rumah dapat dengan mudah meraih mimpinya.
"Alhamdulillah bapak ibu sudah dapat rumah. Jaga dengan benar dan baik. Dari sisi mana? Dari toilet," ujar Gus Ipul.
Kemensos membangun Kampung Nelayan Sejahtera ini bersama sejumlah pihak. Menurut Gus Ipul, kampung tersebut dibangun dengan penuh jerih payah selama 8 bulan. "Karena gotong royong, keroyokan, bersama-sama, alhamdulillah akhirnya bisa kita resmikan hari ini," ujar dia.
Bahkan, sempat ada kekurangan air bersih dalam proses pembangunan, sehingga TNI pun turut bergotong-royong membantu. "Pak Kapolres bantu dengan memperlancar semua urusan kita yang ada di sini. Bupati dan jajarannya luar biasa, urusan surat tanah dan sebagainya. Alhamdulillah sekarang kita resmikan," lanjut Gus Ipul.
Proses pembangunan yang panjang tersebut, kata Gus Ipul, patut menjadi contoh dalam proyek serupa di tempat lain. "Karena keroyokan, kerja sama, kita hadirkan rumah ini untuk bapak ibu, sekaligus contoh untuk kita tiru di tempat lain," kata dia.
Dia juga meminta agar para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) merespons positif adanya perumahan tersebut dengan memperhatikan kebersihan dan ketertiban.
Sementara itu, Dirjen Pemberdayaan Sosial, Kemensos, Mira Riyati Kurniasih, mengatakan Kampung Nelayan Sejahtera merupakan program prioritas Kemensos untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan para penerima manfaat di wilayah pesisir yang terdampak banjir rob. Tujuan pembangunan permukiman ini adalah untuk menyediakan hunian yang aman dan layak.
"Pembangunan rampung 100 persen. 93 rumah tipe 36 luas tanah 60 dengan 2 kamar tidur, ruang tengah, dapur, dan kamar mandi," kata Mira.
Pembangunan seluruh rumah di Kampung Nelayan Sejahtera Eretan Kulon berlangsung dari Oktober 2024 hingga September 2025. Para warga penerima manfaat program ini tercatat sudah menempati hunian barunya selama dua bulan.
"Dalam menjaga perawatan, kebersihan, keguyuban Kampung Nelayan, mereka membentuk kelembagaan. Sudah terbentuk kantor sekretariat RT, RT sudah dipilih, ada petugas keamanan, kebersihan, Posyandu, pengurus masjid," tambah Mira.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengungkapkan bahwa banjir rob di Eretan Kulon adalah isu nasional serta menjadi persoalan menahun yang tak kunjung selesai. "Yang kita lawan adalah alam. Sulit. Ombak besar, dataran rendah," ujar Lucky.
Menurut Lucky, sinergi antara Pemprov, Pemkab, Kemensos, dan Baznas adalah kolaborasi yang efektif.
Warga pun diimbau agar menjaga fasilitas dan kebersihan huniannya. "Nanti rumah bapak ibu kami tanami mangrove," lanjut Lucky.
Ketua Baznas Noor Achmad juga mengapresiasi progam tersebut. Menurut dia, kolaborasi Baznas, pemda, dan kementerian menjadi langkah efektif untuk membangun Indonesia. "Ini adalah program yang sangat keren dan hebat," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Mensos Gus Ipul juga meninjau Masjid Cahaya Zakat, Taman Lansia dan Anak, rumah warga, Z corner, dan tenant Pujasera.
Sebanyak 93 unit rumah dibangun dengan menghabiskan anggaran lebih dari Rp23 miliar. Hunian yang dibangun adalah rumah sejahtera tipe 36 dengan luas tanah 60 meter persegi, lengkap dengan dua kamar tidur. Pembagian nomor unit rumah sudah dilakukan untuk 93 penerima bantuan.
Di Kampung Nelayan Sejahtera tersebut, juga didirikan tempat usaha dari program bantuan pemberdayaan seperti usaha olahan ikan, usaha batik ecoprint, dan bengkel las serta sanggar tari.
Selain Kemensos, pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera di Indramayu tersebut juga melibatkan Pemkab Indramayu, Baznas, PT Unitras Pertama, dan BNPB.
Kemensos sebagai inisiator pembangunan rumah dan penyedia bahan bangunan didukung oleh Pemkab Indramayu yang menyiapkan lahan. Baznas membangun masjid dan sentra UMKM. Kemudian, PT Unitras Pertama membantu pemberian upah pekerja bangunan.
Adapun BNPB bekerja sama dengan TNI AD memberikan bantuan sumur bor dengan dana siap pakai untuk Kabupaten Indramayu sebagai respons cepat atas bencana banjir rob di pesisir Eretan.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































