GoPay Berikan QR ke 100 Musikus Jalanan agar Bisa Terima Nontunai

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 13 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
GoPay membagikan kode QR kepada 100 musikus jalanan di Semarang untuk memudahkan apresiasi dengan nontunai.
tirto.id - GoPay menggandeng Institut Musik Jalanan (IMJ) untuk mendukung terwujudnya visi Semarang Smart City dengan membagikan kode QR kepada 100 musikus jalanan di Semarang. Melalui kerja sama ini, diharapkan akan semakin banyak musikus jalanan yang naik kelas, sehingga mereka bisa lebih fokus untuk berkarya.

IMJ merupakan komunitas musikus jalanan yang diinisiasi oleh aktivis sosial Andi Malewa sejak 2014. Dengan bergabung di IMJ, sejumlah musikus jalanan mendapatkan kesempatan bimbingan langsung dari musikus Tanah Air sekaligus dosen tetap IMJ, yakni Ridho Hafiedz (SLANK) dan Glenn Fredly.

Sejak bekerja sama dengan GoPay pada Juni 2019 di Jabodetabek, rata-rata musikus jalanan mengakui penghasilannya meningkat hingga 300 persen. Tidak hanya mempermudah dalam pencatatan keuangan, para musikus jalanan juga berkesempatan memperluas akses ke ruang berkarya dengan memanfaatkan ekosistem Gojek, seperti memanfaatkan panggung yang terdapat di rekan-rekan usaha GoPay.

Selain sebagai ruang ekspresi, panggung tambahan tersebut diharapkan juga membantu meningkatkan penghasilan para musikus jalanan di bawah asuhan IMJ. Senior Manager Consumer PR GoPay, Deviani Wulandari mengatakan kerja sama ini merupakan salah satu upaya GoPay untuk merangkul lebih banyak lapisan masyarakat lewat teknologi finansial.

"Kami berkomitmen untuk memberdayakan sektor informal, termasuk musikus jalanan, agar bisa mengakses layanan keuangan, melalui pembayaran non-tunai. Lewat pemanfaatan QR code GoPay, kami ingin agar musikus jalanan yang awalnya tidak memiliki akses sebagai pengguna bank atau tidak memiliki pengetahuan akan perencanaan keuangan dapat teredukasi dengan baik dan mereka dapat melakukan penelusuran transaksi dengan nyaman," ujarnya.

"Sesuai dengan misi GoPay untuk mendorong Semarang Smart City, kami harap kerja sama ini dapat mendukung ekosistem cashless di Semarang sekaligus mendorong potensi musikus lokal di kalangan generasi muda, termasuk menghidupkan musik tradisional seperti musik keroncong dan campur sari," katanya, menambahkan.

Semarang menjadi kota pertama di luar Jabodetabek yang dipilih untuk bisa memfasilitasi para musikus jalanan untuk menerima pembayaran digital. Sebanyak 100 musikus jalanan di Kota Semarang, baik individu maupun grup di bawah binaan IMJ dapat menerima transaksi lewat GoPay. Nantinya, masing-masing musikus jalanan akan mendapatkan banner kode QR, sehingga masyarakat bisa dengan mudah memberikan apresiasi kepada para musikus jalanan.

Hadir pula di kesempatan kali ini, Pendiri Institut Musik Jalanan Andi Malewa yang menceritakan kisahnya selama hampir 5 tahun menemani perjalanan musikus jalanan di Indonesia untuk bisa meningkatkan taraf hidup lewat karya seni musik.

"Saya percaya, musik adalah media yang tepat untuk menyalurkan bakat seseorang. Apalagi kalau bisa menyalurkan bakat dan mendapatkan penghasilan di saat yang bersamaan. Untuk bisa bergabung di ekosistem GoPay, musikus jalanan harus terlebih dahulu lulus mengikuti program standardisasi IMJ seperti persyaratan kesehatan (anti narkoba) dan menunjukkan kelakuan baik sebelum bisa mendapatkan kode QR dari GoPay," kata Andi.

"Saya percaya program kolaborasi antara GoPay dan IMJ akan menerima respons positif dari banyak musikus jalanan di Semarang dan berharap inisiatif ini dapat berlanjut di kota-kota lainnya," tambah Andi.

Di kota Semarang, GoPay telah menjadi pilihan masyarakat Semarang untuk transaksi di berbagai tempat, di antaranya pembayaran tiket BRT Trans Semarang, pembayaran layanan publik (PBB dan RSUD), tempat wisata (Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Kebun Binatang Semarang), sedekah digital di masjid dan yayasan.

Hingga saat ini tercatat lebih dari 400 ribu rekan usaha yang menerima pembayaran melalui GoPay di seluruh Indonesia, dimana 90 persen di antaranya adalah UMKM.


Baca juga artikel terkait GOPAY atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Siaran Pers
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight