Gerindra Usul ke Jokowi Agar Bentuk Kabinet Zaken

Oleh: Bayu Septianto - 16 Agustus 2019
Menurut Muzani, partai politik juga memiliki figur profesional untuk mengisi kabinet zaken.
tirto.id - Partai Gerindra mendorong Presiden Joko Widodo untuk membentuk menteri yang berasal dari profesional atau zaken kabinet. Hal ini menyikapi pernyataan Jokowi yang mengatakan komposisi kabinetnya nanti yaitu 55 persen untuk kalangan profesional dan 45 persen untuk partai politik.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani melihat optimisme Jokowi dalam pidatonya pada Sidang Bersama DPR-DPD. Optimisme yang tinggi untuk membangun negeri ini harusnya bisa diwujudkan dengan membentuk kabinet yang berisikan orang-orang ahli di bidangnya.

Muzani menambahkan, zaken kabinet yang dimaksudnya tak harus murni profesional tetapi bisa yang berafiliasi dengan partai politik.

"Mustinya kalau [optimisme] tinggi berarti memiliki orang-orang yang ahli di bidang itu. Mustinya kabinet zaken, zaken kabinet tak harus dari profesional tapi dari parpol juga," jelas Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).

Menurut Muzani, partai politik juga memiliki figur profesional untuk mengisi kabinet zaken. Ia pun menyinggung soal visi energi, pangan dan air yang sempat disampaikan Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Menurut Muzani, visi misi terkait energi, pangan dan air memang disodorkan Gerindra kepada Jokowi dan koalisinya. Muzani mengatakan Gerindra siap menyodorkan nama-nama bila Jokowi menerima gagasan atau konsep ini.

"Beliau (Prabowo) menginginkan kemandirian di bidang energi, pangan, dan air jadi sesuatu prioritas. Pangan, air, dan energi sesuatu fundamen, yang vital bagi bangsa. Kalau ini dianggap penting maka Pak Prabowo menyodorkan beberapa nama, tapi kalau dianggap yang mungkin belum prioritas, kami agak susah," ujar Muzani.

Namun, Muzani mengklaim partainya tak memaksakan Jokowi untuk menerima konsep dari Partai Gerindra ini. Gerindra siap melaksanakan konsep visi soal energi, pangan dan air dari luar pemerintahan.

"Kalau konsepnya enggak diterima atau Pak Jokowi mau jalanin sendiri, ya alhamdulillah. Kami hanya menyodorkan, hanya mengingatkan pentingnya kemandirian. Untuk menjalankan itu tidak harus kami ya," pungkasnya.


Baca juga artikel terkait KABINET JOKOWI-MARUF atau tulisan menarik lainnya Bayu Septianto
(tirto.id - Politik)

Reporter: Bayu Septianto
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight