tirto.id -
Pertemuan ini digagas untuk membahas pengesahan RUU Pemilu yang akan diputuskan pada rapat paripurna yang seharusnya dimulai pukul 09.00 WIB.
Menurut Bambang Soesatyo, rapat fraksi diperlukan untuk pemantapan pilihan seluruh anggota fraksi jelang Paripurna nanti. Namun, Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo, tetap optimis apapun penerapan metode pemilihan pada RUU Pemilu nanti.
Bamsoet sendiri berharap agar tidak ada pemungutan suara per anggota fraksi dan langsung menetapkan 5 isu krusial yang ada pada RUU Pemilu. Sikap Golkar tetap tidak berubah dan tetap menyepakati pada isi dari Paket A, yang di antaranya memilih presidential threshold di angka 20-25%.
"Kan bisa saja ada kesepakatan mufakat lebih mudah," harapnya.
Dalam rapat ini, terlihat 80% anggota fraksi Golkar hadir, antara lain Robert J. Kardinal, Agus Gumiwang Kartasasmita, Idrus Marham, Mukhamad Misbakhun, Rambe Kamaril Zaman, dan Fayakhun Andriyadi, Roem Kono, dan Fadel Muhammad. Fadel sendiri tegas mengatakan bahwa Golkar tidak akan bergeser dari pilihannya.
"Kita harapkan seluruh fraksi Partai Golkar akan memilih opsi A tersebut," jelasnya.
Idrus Marham menambahkan selepas acara bahwa Partai Golkar pada Selasa (18/7/2017) tidak berubah pendirian dalam penanganan RUU Pemilu yang masih belum ada titik temu. Idrus mengaku Partai Golkar tidak khawatir akan dilakukan vote per item untuk 5 isu krusial (presidential threshold, parliamentary threshold, sistem pemilu, penataan daerah pemilihan, dan metode konversi suara) ataupun berbarengan.
Idrus mengaku bahwa hari Senin (17/7/2017) sudah dilakukan rapat oleh fraksi Partai Golkar dan ada keputusan bagi seluruh fraksi Partai Golkar agar siaga dan siap sedia mengikuti proses politik yang berjalan untuk RUU Pemilu.
“Standing Golkar kan sudah jelas. Ambang batas presiden 20-25% (sama dengan pemerintah), ambang batas parlemen 4%, sistem pemilu terbuka, district magnitude 3-10, kemudian sistem konversi suara itu sainte lague murni. Itu sudah jelas semua. Dan ini sudah keputusan. Kalau merupakan keputusan maka fraksi Partai Golkar sebagai perpanjangan tangan partai itu hanya ada satu kata: mengamankan dan memperjuangkan kebijakan itu,” tutup Idrus.
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Maya Saputri