Fraksi Golkar DPR Bela Airlangga yang Rahasiakan Positif COVID-19

Oleh: Haris Prabowo - 21 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Ridwan Hisjam menyatakan tak ada aturan yang mewajibkan pejabat negara untuk mengumumkan diri saat positif COVID-19.
tirto.id - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ridwan Hisjam menyatakan tak ada aturan yang mewajibkan pejabat negara untuk mengumumkan ke publik saat positif terinfeksi virus Corona atau COVID-19.

Hal itu Ridwan sampaikan membela Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto yang sempat merahasiakan status terkonfirmasi positif COVID-19. Namun, Senin (18/1/2021) lalu, Airlangga ikut donor plasma konvaselen di Palang Merah Indonesia (PMI).

Ridwan menilai Airlangga sebagai anggota kabinet selama ini tidak melanggar protokol kesehatan dan membahayakan kesehatan orang lain. Airlangga juga hanya sebatas OTG, kata dia.

“Jadi terkait Ketua Umum Partai kami sekaligus Ketua KPCPEN yang berstatus OTG saat itu, karena COVID-19 dikatakan tidak melapor ke Istana. Hal ini sama sekali bukan sebuah keharusan dan sebuah mandatory," kata Ridwan lewat keterangan tertulis kepada reporter Tirto, Rabu (20/1/2021 malam.

"Saya kira tidak ada gunanya dipersoalkan apalagi dipolitisir, karena tidak produktif saat energi bangsa ini lebih fokus untuk mensukseskan vaksinasi dan memutus rantai penyebaran COVID-19 guna pemulihan kesehatan rakyat dan kebangkitan ekonomi bangsa,” imbuhnya.

Ridwan bersaksi bawha Airlangga sudah menjalani isolasi mandiri di rumah dalam pengawasan ketat dari dokter. Dia menyebut Airlangga tetap bekerja dari rumah sembari memantau program penanggulangan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

“Kemudian bisa berkesempatan mendonorkan plasma konvalesennya untuk membantu bagi kesembuhan para penderita Covid-19,” kata dia.

Kemunculan pertama sebagai penyintas terjadi saat Airlangga donor plasma konvalesen, Senin (18/1/2021). Dimintai tanggapan apakah apakah Airlangga pernah positif COVID-19, Susiwijono Moegiarso, sekretaris Kemenko Perekonomian tak menjawab. Ia hanya menegaskan bosnya sebagai pendonor konvalesen. Padahal sudah jelas, kriteria utama pendonor adalah pernah kena COVID-19.

Setelah jadi polemik, hari berikutnya Airlangga mengakui terkena COVID-19, tapi kini sudah sembuh.

"Ini adalah ungkapan rasa syukur saya, karena termasuk orang-orang yang mampu bertahan dari serangan COVID-19. Dengan mendonorkan plasma konvalesen, saya berharap bisa menolong pasien COVID lainnya untuk segera sembuh," kata Airlangga, Selasa (19/1/2020).

Airlangga kemudian mendorong para penyintas COVID-19 untuk donor darah seperti dirinya. Bersama instansi pemerintah dan Palang Merah Indonesia, gerakan donor plasma ditargetkan menggelinding di level nasional.


Baca juga artikel terkait AIRLANGGA POSITIF CORONA atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
(tirto.id - Politik)

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight