Flash Sale Avanza Rp50 Juta: Cara Astra Jualan Bisnis Digitalnya

Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Yoshihiro Nakata bersama Vice President Director TAM Henry Tanoto, Director TAM Anton Jimmy Suwandi (kiri) dan Kazunori Minamide serta Executive Chief Engineer New Avanza & New Veloz Kazutoshi Sakamoto berpose pada peluncuran New Avanza dan New Veloz di Jakarta, Selasa (15/1/2019). ANTARA FOTO/Audy Alwi
Oleh: Dea Chadiza Syafina - 29 Januari 2019
Dibaca Normal 2 menit
Astra sedang gencar memperkenalkan bisnis digitalnya dengan memaksimalkan jaringan grup bisnisnya.
tirto.id - “Jadi yang pertama punya New Avanza di jalan raya seharga Rp50 juta”

Laman situs Seva.id, salah satu platform digital milik PT Astra International Tbk. menampilkan promo flash sale yang akan digelar pada 30 Januari 2019 pukul 20.00 WIB.

Seva.id adalah marketplace tempat pemasaran produk-produk Astra, Seva.id menyediakan informasi kendaraan baru dan bekas serta hunian, juga booking service, simulasi kredit, dan lainnya.

Dari namanya flash sale, maka konsumen bisa membawa pulang produk jauh di bawah harga normal. Toyota New Avanza hanya dijual Rp50 juta, tentu dengan syarat dan ketentuan. Padahal harga resmi Toyota New Avanza 1.3 G M/T on the road Rp208,95 juta.

Flash sale awal 2019 merupakan kali kelima digelar, gelaran perdana pada September 2018. Berbagai jenis kendaraan disertakan di program ini antara lain Toyota New Yaris. Flash sale kedua berlangsung pada 24 September 2018 menjual Toyota New Fortuner seharga Rp50 juta saja. Daihatsu All New Terios menjadi jenis kendaraan ketiga yang juga dipasarkan dan dijual melalui metode yang sama.

Pada flash sale keempat, Seva.id dan Astra menawarkan dua unit mobil bekas berkelas sekaligus, yaitu Daihatsu Great New Xenia X STD 2018 dan Toyota Innova Reborn G 2016, dengan harga masing-masing Rp50 juta. Semua unit kendaraan tersebut bisa dibawa pulang oleh konsumen tercepat.


Strategi flash sale memang lumrah diterapkan oleh e-commerce macam marketplace untuk mencuri perhatian pasar, apalagi Seva.id adalah pendatang baru. Djap Tet Fa, Chief of Astra Digital--lini bisnis Astra yang membawahi Seva.id, CariParkir, dan Sejalan--mengatakan penguatan platform bisnis digital Astra salah satunya melalui Seva.id.

“Selain solusi yang tepat, customer engagement menjadi hal yang sangat penting untuk menjangkau dan mempererat hubungan kami dengan pelanggan, khususnya dengan generasi milenial yang juga merupakan konsumen masa depan Astra,” jelas Djap.

Sementara itu, Head of Corporate Communication PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto mengatakan strategi memasarkan produk Astra dengan gimik berupa mobil murah seharga Rp50 juta, diharapkan masyarakat akan dapat dengan mudah membeli mobil hanya dari layar smartphone.

"Kami juga mendukung program digitalisasi terkait pembelian mobil di dealer atau showroom. Karena itu keberadaan Seva.id dimaksudkan untuk mempermudah proses tersebut, sehingga lebih ekonomis bagi masyarakat dan dealer," katanya.

Konsep membeli produk otomotif dengan platform digital pernah disampaikan oleh Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur (Presdir) PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Ia pernah memperkirakan pada era digital, kegiatan membeli kendaraan bukan lagi menjadi aktivitas pergi ke dealer, tapi cukup dengan ponsel pintar.

"Orang beli mobil hanya tinggal duduk. Ini sudah terjadi di Amerika Serikat. Sekarang beli mobil, harus searching, datang ke dealer, saya harus ngomong, saya harus bikin STNK, setelah itu saya harus services, macam-macam. Betapa susahnya saya mau punya mobil," kata Warih.







Saluran digital penjualan Astra ini menurut Boy Kelana akan dapat memperkuat posisi Astra di bisnis digital yang jadi pilar bisnis Astra yang paling buncit. Selama ini, Astra mengandalkan enam pilar utama: otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, teknologi informasi, infrastruktur dan logistik. Keseriusan Astra masuk ke platform digital tak hanya membesar aplikasi Seva, CariParkir, dan Sejalan. Astra juga membenamkan uang jutaan dolar dengan menyuntik dana ke Go-Jek.

Namun, strategi flash sale yang dipakai Seva.id, maupun penjualan secara online secara reguler memang masih tahap awal bagaimana Astra mencoba mengungkit bisnis digitalnya. Skema yang dipakai Seva.id, masih memakai pola konvensional transaksi kendaraan, belum menjadi platform digital yang menyeluruh.

"Seva.id tidak memutus rangkaian pengiriman yang sudah ada sebelumnya. Pembeli tetap akan berhubungan dengan dealer ataupun showroom rekanan Astra Digital setelah membeli mobil dari Seva.id. Tapi dengan Seva.id, konsumen mendapatkan kemudahan dan mendekatkan proses pembelian melalui digital," jelas Boy.



Pembelian dengan platform digital untuk kendaraan di Indonesia memang suatu keniscayaan. Pakar marketing, Philip Kottler dalam bukunya menjelaskan teori Marketing 4.0 atau Pemasaran 4.0 (Pemasaran Digital) sebuah pendekatan pemasaran baru untuk membantu pemasar dalam mengantisipasi dan mengelola dampak teknologi. Konsep tersebut mengkombinasikan interaksi transaksi online dan interaksi offline antara korporasi dengan pelanggan.

International Business Machines Corporation (IBM) dalam 2019 Marketing Trends (PDF) mengungkapkan tren pemasaran atau marketing saat ini tidak seperti dulu. Dengan adanya big data dan kecerdasan buatan membuat alur kerja pemasaran menjadi lebih cepat dan agresif. Jika perusahaan ingin bersaing di era digital saat ini, maka sangat penting bagi perusahaan untuk membuat konsumen atau pelanggan untuk selalu merasa senang, salah satunya dengan platform digital, dan flash sale ala Seva.id hanya gula-gula saja bagi Astra memperkenalkan dalam rangka membangun bisnis digitalnya.

Baca juga artikel terkait PENJUALAN MOBIL atau tulisan menarik lainnya Dea Chadiza Syafina
(tirto.id - Ekonomi)

Penulis: Dea Chadiza Syafina
Editor: Suhendra
DarkLight