Menuju konten utama

Fakta-fakta Biksu: Jalan Kaki dari Thailand Sampai Borobudur

Berikut fakta-fakta 32 biksu yang jalan kaki dari Thailand sampai Borobudur.

Fakta-fakta Biksu: Jalan Kaki dari Thailand Sampai Borobudur
Sejumlah biksu saat mengikuti perjalanan ritual keagamaan (thudong) di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (12/5/2023). Kegiatan yang diikuti oleh 32 biksu dari sejumlah negara tersebut dalam rangka menyambut hari raya Waisak pada 4 Juni 2023 dengan tujuan perjalanan yaitu Candi Borobudur. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/foc.

tirto.id - Biksu yang berasal dari Thailand melakukan jalan kaki menuju Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Hal itu dilakukan sebagai bentuk ritual agama Hindu dalam melaksanakan ritual Thudong.

Secara konsep, ritual Thudong merupakan perjalanan para biksu dengan berjalan kaki ribuan kilometer. Sehingga, berjalan kaki dari Thailand menuju Borobudur itu masuk dalam ritual tersebut.

Ada 32 biksu yang melakukan perjalanan tersebut. Mereka berasal dari Thailand, Malaysia dan Indonesia sendiri. Menurut Maha Or, salah satu biksu asal Malaysia yang ikut ritual Thudong, perjalanan dari Thailand itu sudah dilakukan sejak 27 Maret 2023.

Setiap hari, 32 biksu berjalan kaki sejauh 30 kilometer. Kemudian, setelah 30 kilometer, para biksu akan beristirahat di Vihara umat Buddha maupun rumah warga Buddha.

"Kita rehat untuk mencuci jubah dan istirahat satu malam, rata-rata satu hari 30 kilometer.” ungkap Maha Or mengutip Antara News.

perjalanan 32 biksu ke Borobudur

Sejumlah biksu berjalan kaki saat melakukan ritual thudong di jalur Pantura, Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, Senin (15/5/2023). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/hp.

Pengalaman Berjalan Kaki Ribuan Kilometer

Maha Or juga menceritakan pengalamannya berjalan kaki menuju Candi Borobudur. Menurut Maha Or, sambutan orang Indonesia luar biasa. Misalnya, ketika rombongan biksu sampai di Cirebon, warga menyambut dengan antusias.

“Sepanjang kami berjalan kaki, Indonesia paling berkesan dan berbeda menyambut kami,” kata Maha Or.

Lebih jauh, Maha Or menuturkan, toleransi orang Indonesia luar biasa. Mereka menunggu kedatangan biksu dan menyambut dengan hangat.

“Masyarakat Indonesia sangat luar biasa, dari segi toleransinya, seperti menyambut kedatangan sanak saudara,” pungkas Maha Or.

“Dari keterangan bhante yang mengikuti Thudong, semua mengakui bahwa toleransi di Indonesia sangat tinggi, dibanding negara yang telah dilaluinya,” kata Wawan, biksu asal Cirebon mengutip Antara News.

Masih menurut Wawan, ketika para biksu ditanya satu per satu terkait toleransi di Indonesia, mereka menunjukkan semua jari di tangan dan kaki, untuk menggambarkan bahwa toleransi sangat baik.

Warga Indonesia rela berjejer untuk menyambut ke-32 bhante di sepanjang jalan. Bahkan rela berpanas-panasan untuk menyambut para biksu.

Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan lainnya dari Sulthoni

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Sulthoni
Penulis: Sulthoni
Editor: Alexander Haryanto