Ujaran Kebencian

Facebook dan PayPal Hapus Akun Koordinator "Rompi Kuning" Inggris

Oleh: Yantina Debora - 9 Januari 2019
Akun Facebook koordinator aksi rompi kuning Inggris James Goddard dihapus karena dianggap menyebar ujaran kebencian.
tirto.id - Facebook dan PayPal menghapus akun milik koordinator aksi protes rompi kuning pro-Brexit di Inggris, James Goddard.

Mengutip Independent, akun Facebook James Goddard menghilang dan akun PayPalnya dinonaktifkan beberapa saat kemudian pada Selasa (8/1/2018) sore.

"Kami telah menghapus halaman Facebook dan grup James Goddard karena melanggar kebijakan kami tentang ujaran kebencian. Kami tidak akan mentolerir ujaran kebencian di Facebook yang menciptakan lingkungan penuh intimidasi dan yang dapat memicu kekerasan di dunia nyata," ujar seorang juru bicara Facebook.

Goddard kerap menggunakan Facebook untuk mengorganisir ribuan demonstran mulai Desember lalu. Sedangkan PayPal digunakan untuk mengumpulkan sumbangan guna mendanai protes rompi kuning.

Penghapusan akun milik Goddard terjadi di tengah seruan pihak kepolisian untuk mencegah rompi kuning "melecehkan" mulai dari jurnlis, pengunjuk rasa pro-Uni Eropa hingga politisi.


Mengutip The National, jurnalis The Sky News TV Kay Burley diteriaki kelompok rompi kuning selama siaran TV langsung dari College Green di Westminster.

Goddard dan juru kampanye pro-Brexit garis keras lainnya menargetkan anggota parlemen Konservatif yang mendukung Anna Soubry dan jurnalis sayap kiri Owen Jone. Mereka membombardir anggota parlemen dengan pertanyaan agresif.

Menanggapi penghapusan akun itu Goddard menulis di Twitter, mengklaim Facebook telah "membungkam" dirinya.

Demontran rompi kuning telah memblokir jembatan Westminster dan jalan di London. Jembatan Westminster letaknya berdekatan dengan gedung parlemen Inggris di kota London. Para demonstran menutup jalan sembari meneriakkan "Brexit Now" dan menyanyikan "Rule Britania."

Baca juga artikel terkait FACEBOOK atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Politik)


Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora