Menuju konten utama

Erick Thohir: BUMN Farmasi Siap Edarkan 4,7 Juta Masker di 31 Maret

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut sejumlah BUMN Farmasi tengah menggenjot produksi masker untuk kebutuhan dalam negeri.

Erick Thohir: BUMN Farmasi Siap Edarkan 4,7 Juta Masker di 31 Maret
Buruh menyelesaikan pembuatan masker di PT Jayamas Medica Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (18/3/2020). ANTARA FOTO/Syaiful Arif/ama.

tirto.id -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut, sejumlah BUMN farmasi di dalam negeri tengah memproduksi 4,7 juta masker untuk menekan persebaran virus Covid-19 di Indonesia.
"BUMN Farmasi terus memproduksi kebutuhan yang diperlukan. Contoh, masker, pada 31 Maret akan tersedia 4,7 juta masker," kata dia dalam konferesi di Jakarta, Jumat (20/3/2020).
Salah satu BUMN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI sedang berupaya untuk mengejar produksi masker yang nantinya akan didistribuikan pada PT Kimia Farma melalui seluruh apotik yang tersedia di semua daerah di Indonesia.
Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menjelaskan, saat ini, RNI sedang memesan bahan baku masker dari India, Perancis, dan China. Namun, pemesanan bahan baku itu sedikit terkendala karena negara itu sedang menerapkan kebijakan lockdown (menutup kota atau negara).
Kementerian BUMN juga akan menggunakan skema kerjasama antar pemerintah atau government to government dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku masker di dalam negeri.
"Sekarang ini kebutuhan alat kesehatan dimana-mana. Jadi karena kebutuhan dimana-mana hampir semua negara mencari, akhirnya kami akan negosiasi G2G. Jadi kami BUMN sudah kejar betul," kata dia, Rabu (18/3/2020).
Ia menambahkan RNI akan mendistribusikan masker ke PT Kimia Farma (Persero) Tbk dan pemerintah daerah. "Kimia Farma akan distribusi ke publik, RNI juga bisa langsung Pemda," ujar dia.

Baca juga artikel terkait CORONA atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Hendra Friana