Epidemiolog Dorong Indonesia Kembangkan Vaksin COVID-19 Semprot

Reporter: Farid Nurhakim, tirto.id - 25 Nov 2022 09:23 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Epidemiolog Dicky Budiman mengatakan vaksin COVID-19 semprot memberikan proteksi pada saluran nafas atas, hidung, dan mukosa dari infeksi virus.
tirto.id - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mendorong pemerintah Indonesia untuk mengembangkan vaksin COVID-19 yang disemprot melalui hidung. Penggunaan vaksin jenis ini agar masyarakat tidak perlu lagi vaksinasi booster lewat suntikan.

"Besar harapan mungkin tahun depan kita sudah mendapatkan booster yang sifatnya memberi proteksi di nasal, mukosa hidung, yang bentuknya biasanya disemprot," ujar Dicky saat dihubungi reporter Tirto, Kamis (24/11/2022) malam.

Dicky menjelaskan vaksin COVID-19 suntik hanya memproteksi saluran napas bawah atau organ paru-paru. Hal itu bisa mengurangi keparahan serta kematian akibat virus menular tersebut.

“Tapi saluran nafas atas ini, hidung, mukosa hidung ini belum punya proteksi. Sehingga si virus ini (COVID-19) masih tetap dengan mudah masuk dalam tubuh manusia dan menginfeksi,” sambung dia.

Menurut Dicky, saat ini vaksin COVID-19 semprot tengah dikembangkan oleh Cina, Eropa dan Amerika Serikat.

"Bahkan Cina sudah mulai memberikan vaksin yang disemprot ke hidung," kata dia.

Dicky optimistis saat penggunaan vaksin COVID-19 semprot sukses di negara-negara tersebut, vaksin jenis ini bakal tersedia mulai tahun depan.

“Itu yang akan memberi peluang pada kita untuk tidak perlu lagi untuk melakukan booster-booster seperti saat ini [di Indonesia],” kata dia.

Dengan adanya vaksin COVID-19 semprot, pemerintah bisa lebih selektif memberi vaksin COVID-19 suntik pada kelompok yang paling berisiko.

Pemerintah RI kini mulai memberikan vaksin dosis keempat atau booster kedua bagi kelompok lanjut usia (lansia) 60 tahun ke atas. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster ke-2 bagi Kelompok Lanjut Usia.


Baca juga artikel terkait VAKSINASI COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Farid Nurhakim
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight