Advertorial

Dukungan Bank DBS Indonesia bagi Mereka yang Terdampak Pandemi

Oleh: Advertorial - 26 November 2020
Dibaca Normal 2 menit
Bank DBS Indonesia tergerak untuk memberikan dukungan bagi para pekerja harian lepas yang terdampak pandemi melalui donasi Stronger Together Fund.
tirto.id - Pandemi COVID-19 bukan hanya membuat negara mengalami ujian di sektor kesehatan, melainkan juga di sektor ekonomi. Banyak pelaku ekonomi—baik dari sektor formal maupun informal—terkena pukulan krisis. Hasil survei Jobstreet Indonesia menunjukkan jika 54 persen pekerja terkena dampak pandemi: 35 persen diberhentikan secara permanen sementara 19 persennya dirumahkan.

Mengenai jumlahnya, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat hingga akhir Oktober 2020 ada lebih dari 5,6 juta tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan. Beban biaya hidup tentu terasa semakin berat bagi mereka yang tinggal di perkotaan. Masalahnya, mereka belum tentu bisa kembali ke kampung halaman yang biaya hidupnya lebih rendah. Banyak pemerintah daerah, terutama di daerah prioritas, yang masih terus menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka memutus rantai penyebaran virus.

Bank DBS Indonesia tergerak untuk memberikan dukungan bagi para pekerja harian lepas yang terdampak pandemi melalui donasi Stronger Together Fund. Ini adalah penggalangan dana secara gotong royong yang disalurkan kepada para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja. Donasi ini disalurkan bekerjasama dengan beberapa organisasi, termasuk salah satunya adalah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).

Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) yang merupakan serikat buruh beranggotakan ribuan pekerja dari berbagai industri mulai melindungi anggota dengan cara memastikan kebutuhan mereka terpenuhi terutama dalam situasi sulit ini. Pekerjaan KSBSI cukup berat karena banyak sektor industri yang terdampak pandemi ini.

Penurunan tingkat kepuasan atas kualitas hidup yang paling tinggi dialami oleh para pekerja dari sektor pariwisata (73 persen), kemudian disusul oleh mereka yang bekerja di sektor pelayanan (72 persen), permesinan industri/peralatan otomatisasi (64 persen), retail (64 persen), dan teknik (63 persen).

Selain mengusahakan kebutuhan para pekerja terpenuhi, KSBSI juga memberikan pelatihan keterampilan bagi mereka yang terkena penghentian kerja dan membagikan bahan pangan untuk meringankan beban kebutuhan hidup. Peran proaktif KSBSI dalam mengatasi dampak negatif pandemi di kalangan para pekerja mendorong Bank DBS Indonesia untuk turut membantu KSBSI dalam membantu para pekerja harian lepas yang terdampak pandemi.


Lebih Kuat Bersama


Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban menyambut baik kerja sama dan dukungan Bank DBS Indonesia. “Sebelum ini kami tidak terlalu mengenal Bank DBS dan kenapa DBS mau membantu. Kemudian kami jadi cari tahu, sampai buat kuis bagi anggota supaya lebih kenal dengan DBS. Ini baru pertama sekali organisasi kami bekerjasama dengan sebuah Bank untuk kegiatan kemanusiaan disaat buruh menghadapi kesulitan. Saya sampai mendapat kiriman foto booth DBS di mall dari anggota yang mengenal DBS sebagai Lembaga yang turut membantu kita. Kini mereka menjadi sayang sama DBS.” kata Elly.

“Kita harus menyadari bahwa untuk mengatasi pandemi ini perlu upaya kolektif semua pihak,” kata Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Paulus Sutisna. Elly menyambut positif ajakan tersebut. “Saya berterima kasih atas nama semua anggota KSBSI di 24 provinsi, beserta keluarganya, yang sudah menikmati bantuan serta membuat mereka sehat dan bertahan di tengah pandemi. Kami mendoakan Anda semua, dan berharap pandemi ini dapat segera berlalu agar kita bisa kembali ke kehidupan normal. Mengutip slogan Bank DBS: Kita Lebih Kuat Bersama!” lanjut Elly.

Sebagai presiden direktur, Paulus juga menekankan bahwa pihak Bank DBS Indonesia berinisiatif dalam melakukan program melalui kemitraan ini karena “Stronger Together” baginya bukan sekadar jargon, melainkan semangat yang melandasi perusahaan.

Saat ini, Bank DBS merupakan salah satu bank terbesar di Asia Tenggara yang memiliki banyak kantor cabang di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Bank DBS Indonesia sendiri baru didirikan pada 1989 dan tergolong salah satu bank yang telah berdiri lama di Asia.

Bank DBS Indonesia merupakan salah satu bank yang terus mengupayakan transformasi digital dalam segala aspek bisnisnya. Performa mereka sudah mendapat banyak pengakuan. Itu tercermin dari enam penghargaan tingkat internasional yang diraih pada The Asset Triple A Treasury, Trade, SSC and Risk Management Awards 2020 pada awal November ini. Sebelumnya, perusahaan media global Forbes juga menganugerahi Bank DBS Indonesia sebagai salah satu World’s Best bank 2020 di Indonesia.

Saat ini, melalui kampanye Stronger Together Fund, Bank DBS Indonesia tidak hanya membantu pekerja harian lepas namun juga memberikan manfaat kesehatan dengan memberikan bantuan alat-alat tes Covid-19.
DarkLight