Dewan Keamanan PBB Kecam Tindakan Trump Terkait Yerusalem

Oleh: Yantina Debora - 9 Desember 2017
Tindakan Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel menuai kecaman dari DK PBB.
tirto.id - Anggota Dewan Keamanan PBB, kecuali Amerika Serikat, mengecam tindakan yang dilakukan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, seperti dilaporkan Antara, Sabtu (9/12/2017).

Pasca deklarasi Trump soal Yerusalem, Inggris, Perancis, Italia, Swedia, Mesir, Uruguay, Senegal, dan Bolivia, mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menggelar pertemuan darurat pada Jumat (8/12/2017) waktu setempat.

Selain mendapat kecaman dari Dewan Keamanan PBB, Trump juga dikecam oleh berbagai negara termasuk Indonesia.

“Saya meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum PBB, yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya,” kata kata Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/12/2017).

Seperti diketahui, pada Rabu (6/12/2012), Trump mengumumkan sikap resmi Pemerintah Amerika Serikat terkait pemindahan ibu kota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, pernyataan sikap ini diiringi dengan pemindahan Kedutaan Besar AS.

"Saya telah menetapkan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Saya juga mengarahkan Departemen Luar Negeri untuk memulai persiapan untuk memindahkan kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem,” kata Trump seperti dilansir CNN.

Status terakhir Yerusalem selalu menjadi salah satu pertanyaan paling sulit dan sensitif dalam konflik Israel-Palestina yang sudah berlangsung sejak akhir 1940-an.

Jika AS menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, hal ini akan dianggap sebagai keputusan sepihak, padahal isu ini seharusnya diserahkan ke perundingan. Selain itu, manuver AS juga dianggap melanggar konsensus internasional mengenai masa depan kota suci tersebut.

Para pemimpin Arab sebelumnya telah memperingatkan agar AS tidak memindahkan kedutaan besarnya di Israel ke Yerusalem. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud mengatakan kepada Trump bahwa relokasi kedutaan atau pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel "akan merupakan provokasi mencolok umat Islam, di seluruh dunia."

Baca juga artikel terkait YERUSALEM atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Politik)

Reporter: Yantina Debora
Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora
DarkLight