Dampak Corona, Musisi Inggris Alami Kerugian Sekitar £ 13,9 Juta

Oleh: Alexander Haryanto - 24 Maret 2020
Dibaca Normal 1 menit
The Musicians Union melakukan survei kepada 4.100 anggota. Hasilnya, 90 persen responden mengatakan corona mempengaruhi pendapatan mereka.
tirto.id - Musisi Inggris mengalami kerugian sekitara £ 13,9 juta atau setara Rp 247 miliar (kurs 17.837) akibat penyebaran pandemi virus corona COVID-19, demikian menurut laporan survei, seperti dilansir NME.

Sebuah lembaga The Musicians Union, yang memiliki lebih dari 32.000 anggota, melakukan survei kepada 4.100 anggota. Hasilnya, 90 persen responden mengatakan virus corona berpengaruh terhadap pendapatan mereka.

Kepada The Guardian, Sekretaris Jenderal The Musicians Union, Horace Trubridge mengatakan, lembaganya juga akan memberikan hibah sebesar £ 200 untuk musisi yang tidak bekerja.

“Kami berharap dana ini dapat memberikan sedikit bantuan kepada anggota kami, tetapi kami sangat membutuhkan pemerintah untuk memberikan kejelasan tentang dukungan yang lebih luas, dan kami meminta industri rekaman untuk memainkan perannya juga," ungkapnya.

Pekan lalu, Federasi Serikat Hiburan, yang terdiri dari Persatuan Musisi, Persatuan Jurnalis Nasional dan Persatuan Penulis Britania Raya, juga meminta pemerintah “untuk menjelaskan jaminan pendapatan untuk pekerja freelance dan mandiri, terutama pekerja yang dipekerjakan selama wabah Covid-19. ”

Music Venue Trust juga meminta pemerintah Inggris untuk membatalkan Festival Inggris dan menggunakan dana tersebut untuk mengamankan masa depan budaya akar rumput Inggris di tengah krisis virus corona.


Dalam sebuah surat terbuka dan petisi baru, Music Venue Trust meminta pemerintah untuk segera mengumumkan langkah-langkah hukum untuk menutup sementara tempat di tengah wabah corona. Selain itu, membatalkan Festival Inggris yang direncanakan pada tahun 2022, dan mengalokasikan kembali uang itu untuk mendanai ruang seni.

Salah satu band asal Inggris yang turut menunda tur karena penyebaran pandemi virus corona atau COVID-19 adalah The Rolling Stones. Mereka membatalkan tur Amerika Utara pada 8 Mei di San Diego.

"AEG Presents / Concerts West menyesal untuk mengumumkan penundaan tur "No Filter" The Rolling Stones mendatang di Amerika Utara karena pandemi global COVID-19 yang sedang berlangsung," kata pihak penyelenggara seperti dilansir Variety dan diwartakan Antara, Kamis (19/3/2020).

Rencananya, tur band legendaris asal Inggris ini akan dimulai pada musim panas di San Diego pada 8 Mei dan berakhir di Atlanta pada 9 Juli dengan 15 pemberhentian. The Rolling Stones menyatakan, mereka meminta maaf atas penundaan tur tersebut, akan tetapi tetap harus memprioritaskan kesehatan dan keselamatan semua orang.

“Kami sangat kecewa harus menunda tur. Kami minta maaf kepada semua penggemar yang menantikannya seperti kami, tetapi kesehatan dan keselamatan semua orang harus diprioritaskan."

"Kami semua akan melewati ini bersama - dan kami akan segera melihat kalian semua dalam waktu dekat," ujar mereka melanjutkan.


Baca juga artikel terkait MUSISI INGGRIS atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Musik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH
DarkLight