Dahnil Anzar Diancam OTK Agar Tak Bela Prabowo soal Mirage

Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama, tirto.id - 13 Feb 2024 16:30 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Dahnil diminta berhenti untuk mengklarifikasi skandal korupsi pengadaan pembelian pesawat bekas Indonesia-Qatar yang menyeret Prabowo Subianto.
tirto.id - Jubir Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengakui, mendapatkan dugaan ancaman lewat pesan WhatsApp. Ancaman tersebut didapatkan Dahnil berupa peringatan agar berhenti mengklarifikasi skandal korupsi pengadaan pembelian pesawat bekas Indonesia-Qatar yang menyeret calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto.

Dahnil mengakui ancaman tersebut disampaikan orang tidak kenal (OTK) sekitar pukul 01.37 WIB dalam pesan WhatsApp. Namun, Dhanil mengaku baru membaca pesan-pesan itu setelah salat subuh.

"Saya agak kaget ada pesan seperti ini," kata Dhanil kepada wartawan di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2024).

Dhanil mengaku nada ancaman itu diterimanya usai dirinya banyak menjawab terkait fitnah dan hoaks terhadap Prabowo perihal rencana pembelian Mirage 2000-5. Faktanya, dia mengklaim tidak ada transaksi pembelian pesawat tersebut.

Dhanil mengeklaim dirinya agar terganggu dengan ancaman tersebut. Sebab, mereka tengah melawan fitnah dan hoaks.

"Kemudian ada ancaman-ancaman seperti ini seiring juga dengan upaya fitnah yang semakin masif kepada Pak Prabowo terkait dengan Mirage 2000-5," ucap Dhanil.

Dhanil mengatakan pihaknya akan menempuh langkah hukum atas dugaan ancaman yang dialamatkan kepada dirinya.

Senada, Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman mengatakan pihaknya kemungkinan akan melaporkan dugaan ancaman kepada Dhanil, Rabu (14/2/2024) besok.

"Kami sudah copy screenshot ancamannya, tapi untuk sementara nomornya kami hidden dulu karena kami akan menempuh proses hukum kemungkinan besar besok sore setelah pencoblosan," kata Habiburokhman di lokasi.

Sebelumnya, Komandan Tim Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN), Budisatrio Djiwandono menduga, ada pihak yang menyebarkan hoaks dan fitnah kepada Capres Prabowo Subianto menjelang pemungutan suara pada 14 Februari 2024. Hal itu disampaikan Budi merespons pemberitaan media asing terkait Prabowo Subianto terlibat dalam dugaan kasus suap 55,4 juta dolar AS.

Suap tersebut didapat dalam proses pembelian pesawat bekas milik pemerintah Qatar yang dicurigai untuk modal Prabowo maju menjadi capres di Pilpres 2024.

"Kami melihat sekali lagi ada upaya pihak tertentu menyebarkan hoaks dan fitnah," kata Budi di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (10/2/2024).

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Yusril Ihza Mahendra membantah pemberitaan yang diterbitkan Meta Nex itu.

"Berita tersebut adalah hoaks terbesar yang dilakukan media asing jelang pencoblosan tanggal 14 Februari. Berita hoaks tersebut adalah sebuah pembusukan politik," kata Yusril dalam keterangan pers, Jumat (9/2/2024).




Baca juga artikel terkait PRABOWO KORUPSI atau tulisan menarik lainnya Fransiskus Adryanto Pratama
(tirto.id - Politik)

Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight