tirto.id - Hingga pukul 20.00, Kamis (9/8/2018), petinggi Demokrat masih berada di rumah Susilo Bambang Yudhoyono, Jalan Mega Kuningan Timur VII No 26, Jakarta Selatan.
Meskipun Demokrat belum membeberkan hasil rapat darurat yang digelar pada sore harinya, beberapa petingginya mengeluarkan pernyataan melalui akun Twitter-nya masing-masing.
Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Demokrat Rachland Nashidik mencuit, "Dimulai dengan politik kebhinekaan. Ditutup dengan politik identitas. #JokowiMaruf #Jokowi2Periode," tulis Rachland di akun Twitter pada pukul 18.26.
Perihal politik identitas tersebut juga dicuit Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutehean. Pada 18.49, Ferdinand mencuit, "Ternyata Jokowi memilih ulama. Mengedepankan Politik Identitas?".
Ternyata Jokowi memilih ulama.
— 🇮🇩 Ferdinand Hutahaean 🇮🇩 (@LawanPoLitikJKW) August 9, 2018
Mengedepankan Politik Identitas?
Cuitan tersebut dilontarkan setelah pernyataan itu keluar setelah Jokowi mengumumkan cawapres pendampingnya.
Didampingi ketua umum dan sekretaris jenderal partai Koalisi Indonesia Kerja di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018) pada magrib, Jokowi mengumumkan bahwa Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya.
"Ma'ruf Amin adalah sosok tokoh agama yang bijaksana. Beliau pernah duduk di legislatif sebagai anggota DPRD, DPR, MPR, Wantimpres, Rais Aam PBNU, dan Ketua MUI," kata Jokowi.
Penulis: Husein Abdulsalam
Editor: Alexander Haryanto