Cerita Iwan Fals soal Album Rosana & Perempuan Penting di Hidupnya

Oleh: Addi M Idhom - 15 Oktober 2020
Dibaca Normal 4 menit
Iwan Fals bercerita tentang proses pembuatan Album Rosana dan sejumlah sosok perempuan yang memiliki peran penting dalam hidupnya.
tirto.id - Virgiawan Listanto atau Iwan Fals menjadi salah satu bintang tamu dalam acara Dinner With di Mola TV. Dalam episode 2 Dinner With Season 1, Iwan berbincang bersama Sophia Latjuba yang berperan sebagai host.

Meskipun rambut, jambang dan alisnya telah memutih, Iwan Fals masih terlihat bugar. Dengan suara serak-berat yang khas, musikus legendaris itu berbicara panjang lebar mengenai keluarga, album terbarunya, refleksi tentang cinta dan kehidupan, hingga hubungan dengan sang istri.

"Tidak terasa sudah selama itu," kata Iwan mengenai pernikahannya dengan Rosana (akrab disapa Mbak Yos) yang sudah berjalan selama 4 dekade.

Percakapan tentang kehidupan pribadi sang tamu memang selalu hadir di acara Dinner With. Acara talkshow ini dikemas dengan format tidak biasa. Percakapan bernuansa akrab antara 2 figur publik bisa diikuti oleh pemirsa saat host dan tamu berbincang satu meja dalam sebuah makan malam.

Melalui Dinner With, pemirsa bisa menyaksikan bagaimana saat sepasang teman membicarakan hal-hal pribadi secara terbuka, sekaligus santai.

Mola TV sudah menayangkan sejumlah episode Dinner With. Sophia Latjuba, Dian Sastrowardoyo, dan Julie Estelle secara bergantian berperan sebagian host dalam acara ini.

Sejumlah tamu Dinner With adalah para pesohor dari berbagai generasi, seperti Ernest Prakasa Iwan Fals, Susi Pudjiastuti, Marsha Timothy, Iwa K, hingga Jerinx SID.


Jejak Panjang Iwan Fals di Dunia Musik

Iwan Fals tetap konsiten di jalan musik, 45 tahun lamanya jika dihitung sampai 2020. Selama lebih dari empat dasawarsa itu, publik Indonesia bisa melihat bagaimana ia bermetamorfosis.

Buku 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia karya Tim Penerbit Narasi (2005), mencatat Iwan Fals baru memikat banyak penggemar berkat lagu "Oemar Bakri" di album Sarjana Muda yang meledak di pasar, awal tahun 1980-an.

Lagu "Oemar Bakri" berkisah tentang kehidupan guru yang harus menanggung tugas berat, tetapi gajinya tidak cukup buat hidup sejahtera. "Jadi guru berbakti memang makan hati," begitu bunyi penggalan lirik lagu tersebut.


Sejak awal 1980-an itu, penggemar Iwan Fals terus bertambah hingga jutaan orang. Banyak dari mereka terinspirasi oleh pesan-pesan moral dalam lirik-lirik lagu Iwan Fals.

Namun, karier Iwan Fals di masa Orde Baru tersebut menemui aral yang terjal. Pada 1980an dan awal dekade akhir abad 20, konser Iwan Fals kerap berakhir rusuh. Buntutnya, itu menjadi alasan pemerintah Orde Baru melarang konsernya. Bahkan, Iwan pernah pula dicekal sehingga tidak bisa tampil di TVRI.

Dalam buku Musik dan Suara Hati Iwan Fals yang disusun Pusat Data dan Analisa Tempo (2019), disebutkan bahwa Iwan Fals pernah berurusan dengan Korem 031 Pekanbaru karena menyanyikan lagu "Demokrasi Nasi dan Mbak Tini" dalam konsernya pada 1983.

Akibat menyanyikan lagu itu, Iwan harus menjalani interograsi di markas tentara. Kala itu, rezim Orde Baru menuding dia telah "mengganggu stabilitas nasional" dan "meresahkan masyarakat."

Pada awal 1990-an, Iwan Fals aktif di padepokan penyair WS Rendra di Citayam. Lantas, bersama Rendra, Sawung Jabo, Setiawan Jodi dan Yockie Suryoprayogo, ia mendirikan grup Kantata Takwa. Kelompok musik ini menciptakan sejumlah lagu yang melegenda, seperti "Air Mata," "Orang-orang kalah," "Air mata," dan lainnya.

Kantata Takwa bermula dari perkenalan Djody dan Rendra. Djody sudah lama jadi donatur Bengkel Teater. Aliran duitnya bahkan berjasa membawa Bengkel Teater melakoni pementasan di Amerika Serikat.

Djody lantas mengenal Sawung Jabo. Dia kagum dengan sikap kritis Jabo kepada rezim Orde Baru. Bersama Iwan Fals, mereka lantas mendirikan Swami, yang melahirkan lagu legendaris: "Bongkar."

Pada satu kesempatan, Djody kemudian berjumpa dengan Yockie Suryoprayogo yang saat itu telah merampungkan tur bersama God Bless. Djody lalu mengajak Yockie untuk membikin proyek baru. Akhirnya, Rendra, Djody, Jabo, Yockie dan Iwan bersepakat mendirikan Kantata Takwa.


Ditekan oleh penguasa tidak membuat kreativitas Iwan Fals dalam bermusik tenggelam. Lagu-lagu Iwan Fals faktanya memberikan inspirasi bagi banyak anak muda untuk melawan penguasa. Lagu-lagunya juga kerap dinyanyikan dalam demonstrasi mahasiswa.

Banyak orang mungkin belum bisa melepaskan gambarannya tentang Iwan Fals yang lekat dengan kritik sosial. Setelah reformasi 1998, lagu-lagu Iwan Fals masih menjadi simbol perlawanan banyak anak muda. Maka cukup pantas, Majalah Time edisi 29 April 2002 menjuluki dia sebagai "Pahlawan Besar Asia."

Meski demikian, materi lagu-lagu Iwan Fals tidak memiliki satu wajah. Iwan Fals pernah menulis pula lagu-lagu humor yang mengundang tawa, lirik murung yang mempertanyakan hidup, hingga soal cinta, patah hati, dan keluarga.

Proses kreatif Iwan Fals pun tidak mandek di usia senja. Setelah Album Rosana keluar pada 2019, setahun kemudian dia merilis single baru berjudul "Bagimu" pada akhir Agustus 2020. Dalam lagu ini, Iwan Fals berkolaborasi dengan grup asal Bandung, Syarikat Idola Remaja (SIR).

Album untuk Istri dan Cinta Iwan Fals

Percakapan Sophia Latjuba dan Iwan Fals saat acara Dinner With di Mola TV menyambar beragam topik. Salah satunya, Album Rosana yang dipersembahkan oleh Iwan untuk istrinya, Mbak Yos.

Pada 15 April 2019, album Rosana dirilis. Album Iwan ke-39 tersebut berisikan 11 lagu. Menurut Iwan, ide pembuatan album ini muncul tiga tahun sebelumnya, secara tak sengaja.

"Awalnya, [ide] dari anak saya yang paling kecil, Raya. Saya buat lagu untuk dia. Tapi, dia bilang, mama kok enggak [dibuatkan lagu]," kata Iwan.

Dia lantas berpikir bahwa kelakar putrinya tersebut ada benarnya. Iwan mengakui Yos memberikan inspirasi dalam pembuatan banyak lagunya. Namun, belum ada lagu khusus ia bikin untuk istrinya tersebut.

Dari pertimbangan itu, Iwan lantas berencana membuat album khusus untuk Yos, meski sang istri tak pernah memintanya. Rencana itu lantas dirembuk bareng putri tertuanya, Cikal Rambu Basae.

Iwan saat itu meminta waktu 3 tahun. "Cikal bilang jangan terlalu lama. Kalau terlalu lama, dia bilang enggak mau ngurusin."

Menurut Iwan, lirik mayoritas lagu dalam Album Rosana dibuatnya ketika menjalani istirahat usai operasi untuk penyembuhan cedera akibat jatuh dari motor. Waktu luang itu datang pada bulan puasa 2018.

"Ada 2 lagu saya bikin 2-3 tahun sebelumnya. Satu saya buat untuk kado ulang tahun Yos. Lagu kedua, Rosana. Itu [dibuat] pada saat dia terpilih sebagai ketua ormas OI," terang Iwan.

Sekalipun pesan utama dalam Album Rosana adalah tentang cinta dan keluarga, Iwan mengatakan banyak unsur lain yang bisa ditemukan, seperti kesabaran, komitmen, hingga keberanian.

"Yos cukup sabar. Saya terima kasih, dia mau nemenin proses saya. Banyak lagu tercipta, dan selama pergaulan kami, hampir 39 album saya bikin."

Iwan mengatakan hal itu, merespons pertanyaan Sophia mengenai peran Mbak Yos dalam karya-karya musikus kelahiran 3 September 1961 tersebut.

Sekalipun demikian, Iwan mempersilakan orang menafsirkan lirik-lirik dalam Album Rosana dengan hal-hal lainnya. Bagi dia, orang memahami lirik-lirik lagunya dengan pendekatan 'cocoklogi' pun tidak masalah.

Misalnya, mengaitkannya dengan tema politik. Menurut Iwan, keluarga merupakan fondasi politik. "Keluarga adalah gambaran terkecil dari masyarakat," dia menambahkan.

Penjelasan tersebut memantik Sophia untuk bertanya bagaimana Iwan selama ini menilai peran perempuan di perjalanan hidup dan karier bermusiknya. Jawaban atas pertanyaan itu: ada 4 figur perempuan yang memiliki peran penting dalam hidup Iwan.

Ayah mendiang Galang Rambu Anarki ini mengaku memiliki kedekatan khusus dengan sang ibu. Semasa ia masih kecil, sang ibu merupakan orang yang membuat Iwan Fals berani untuk pertama kalinya bernyanyi di depan banyak orang, yakni saat acara ulang tahun.

"Lalu, [figur penting lainnya] istri yang begitu semangat mendorong saya untuk terus bekerja. Dia membuka semua ruang."

Lantas ia melanjutkan, "Lalu, Cikal. Cewek ini....waduh," ujarnya sambil tertawa.

"Saya juga dekat dengan nenek. [...] Tidak mungkin saya tanpa perempuan," Iwan menambahkan.

Percakapan Iwan Fals dan Sophia Latjuba lalu mengalir ke banyak topik lain, termasuk bagaimana ia memaknai cinta, hubungan pernikahan, kehidupan, serta masih banyak lagi. Selengkapnya bisa disaksikan di Mola TV.

Baca juga artikel terkait ACARA MOLA TV atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - )

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH
DarkLight