Cara Merayakan Tahun Baru Imlek 2021 di Tengah Pandemi COVID-19

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 11 Februari 2021
Dibaca Normal 2 menit
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk merayakan Tahun Baru Imlek di tengah pandemi COVID-19 seperti makan malam hingga menghias rumah.
tirto.id - Perayaan Tahun Baru Imlek biasanya menjadi momen untuk berkumpul dan bersuka cita bersama keluarga besar. Perayaan hari besar keagamaan tahun baru Imlek juga merupakan sebuah momen penting khususnya bagi umat Konghucu dan Tionghoa.

Namun, di tengah situasi pandemi COVID-19 saat ini, pemerintah mengimbau agar peringatan Tahun Baru Imlek 2572 yang jatuh pada 12 Februari 2021 mendatang dapat dilakukan dengan cara-cara sederhana sekaligus menerapkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes) tanpa mengurangi makna Imlek sebagai tahun, harapan, dan keberuntungan baru.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (04/02/2021).

“Cara-cara baru merayakan Imlek tanpa kehilangan makna dari Imlek sebagai tahun baru, harapan baru, dan keberuntungan baru itu saya rasa tetap bisa kita lakukan dengan mempertahankan budaya Indonesia, khususnya masyarakat Konghucu dan Tionghoa, namun tetap dilakukan dengan protokol kesehatan,” ujar Budi Gunadi melansir laman resmi Kominfo.

Cara Merayakan Imlek Saat Pandemi COVID-19



Berikut beberapa cara atau kegiatan yang bisa dilakukan untuk merayakan Imlek di tengah pandemi COVID-19.

1. Rayakan bersama keluarga inti yang tinggal satu rumah

Menkes mengimbau kepada seluruh umat Konghucu di Indonesia untuk merayakan tahun baru Imlek ini bersama-sama dengan keluarga inti di rumah.

Kebiasaan untuk berkumpul dan bersilaturahmi sebagaimana yang biasa dilakukan dalam tiap perayaan diharapkan tetap dilakukan, tetapi dengan cara-cara kekinian (virtual) sebagai bentuk kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

2. Kirim angpao secara digital

Angpao merupakan salah satu hal yang identik dengan perayaan Imlek. Angpao biasa diberikan dari oleh mereka yang lebih tua atau mereka yang sudah menikah kepada saudara maupun kerabat yang lebih muda dan belum menikah.

“Kita juga bisa mengirimkan angpao dengan cara digital. Sekarang sudah sangat mudah, malah bisa lebih banyak. Kalau amplop merahnya tetap ingin disampaikan, bisa juga lewat kurir instan. Cara baru ini sekaligus bisa menyejahterakan teman-teman kita,” tutur Budi Gunadi.

3. Melihat atraksi barongsai secara virtual

Selain angpao, atraksi barongsai juga sering kita jumpai saat perayaan Imlek. Namun, dalam kondisi pandemi saat ini, atraksi barongsai sebaiknya disiarkan secara virtual agar bisa dilihat lebih banyak orang dan menghindari potensi adanya kerumunan.

“Saya yakin perayaan Imlek tahun ini akan tetap meriah, tetap bergembira, tetap memberikan banyak harapan dan keuntungan baru bagi seluruh bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Konghucu dan Tionghoa,” tandas Budi.

4. Pelaksanaan ibadah dilakukan secara sederhana

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kesempatan yang sama juga menyebut bahwa pemerintah amat memahami makna penting peringatan tahun baru Imlek bagi umat Konghucu.

Meski demikian, saat ini Indonesia dan sejumlah negara lainnya tengah berupaya keras untuk menekan laju penularan pandemi sehingga pihaknya mengajak umat Konghucu untuk dapat merayakannya dalam cara yang sederhana.

“Saya sudah berkomunikasi dengan tokoh-tokoh agama Konghucu dan Tionghoa agar dalam pelaksanaan Imlek tahun ini dilaksanakan secara sederhana, melalui virtual, dan saya kira itu juga tidak akan mengurangi makna dari perayaan Imlek ini,” ucapnya.

Perayaan Imlek kali ini juga dapat dijadikan sebuah momentum untuk melakukan refleksi diri sekaligus turut mendoakan agar bangsa Indonesia dapat segera terbebas dari pandemi COVID-19.

“Kita semua mengajak terutama kepada umat Konghucu yang akan merayakan ibadah Imlek agar berdoa supaya bangsa Indonesia ini dan umat manusia terbebas dari pandemi COVID-19,” tandas Yaqut.

5. Makan malam bersama keluarga di rumah

Kegiatan makan malam saat perayaan Imlek biasanya dilakukan sebagai bagian dari reuni keluarga. Makan malam reuni keluarga biasanya juga mencakup ritual pemujaan leluhur yang menghubungkan sejarah liburan selama 3.800 tahun hingga saat ini.

Namun, karena tahun ini masih berada dalam kondisi pandemi, makan malam bisa Anda lalukan bersama keluarga inti yang tinggal dalam satu rumah.

Sembari makan malam Anda bisa videocall dengan keluarga lain yang tak tinggal satu rumah dengan Anda agar suasana makan malam tetap meriah meski tak berada dalam satu lokasi yang sama.

6. Mendekorasi rumah bersama keluarga

Sangat mudah untuk melihat kapan Tahun Baru Imlek sudah dekat - dekorasi merah tua yang meriah biasanya akan menghiasi setiap jalan, etalase, dan rumah.

Mendekorasi rumah dengan warna merah terkait dengan kekayaan dan keberuntungan. Dekorasi merah yang digantung bermakna untuk menangkal Nian - monster seperti singa yang takut dengan warna merah, menurut mitologi Tahun Baru Imlek.

Anda bisa mengajak keluarga untuk mendekorasi rumah sebagai salah satu kegiatan menyambut Tahun Baru Imlek di tengah pandemi COVID-19.

7. Menonton film atau drama menarik

Anda bisa menghabiskan waktu saat libur Tahun Baru Imlek dengan menonton film mandarin favorit atau menikmati tayangan drama maupun variety show spesial saat Imlek 2021 seperti ISAC: Hall of Fame yang akan menampilkan sederet idola Kpop yang telah mencatat sejarah dalam ISAC karena rekor mengesankan mereka dalam acara tersebut.


Baca juga artikel terkait IMLEK 2021 atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight