Cara Merawat Keluarga dengan Gejala Ringan COVID-19 di Rumah

Oleh: Yulaika Ramadhani - 14 November 2020
Dibaca Normal 2 menit
Apa yang sebaiknya kita lakukan jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala virus corona yang ringan?
tirto.id - Masyarakat diimbau untuk segera mendatangi rumah sakit terdekat apabila merasakan gejala virus corona Covid-19, sehingga tak menularkan virus itu ke orang terdekat atau keluarga.

Gejala-gejala Covid-19 umumnya muncul pada 1-14 hari setelah seseorang terpapar virus corona. Masa 1-14 hari merupakan periode inkubasi virus bernama resmi SARS-CoV-2 tersebut. Umumnya masa inkubasi virus corona berlangsung 5 hari.

Berikut ini daftar gejala dan tanda-tanda infeksi virus Covid-19, sebagaimana dilansir laman resmi Satgas Covid-19 dan WHO:

Gejala Covid-19 paling umum:
  • Demam
  • Batuk kering
  • Kelelahan
Gejala Covid-19 yang kurang umum:
  • Rasa tidak nyaman dan nyeri
  • Hidung tersumbat
  • Nyeri tenggorokan
  • Diare
  • Konjungtivitis (mata merah)
  • Sakit kepala
  • Hilangnya indera perasa atau penciuman
  • Ruam pada kulit
  • Perubahan warna jari tangan atau jari kaki
Gejala Covid-19 level serius:
  • Kesulitan bernapas atau sesak napas
  • Nyeri dada atau rasa tertekan pada dada
  • Hilangnya kemampuan berbicara atau bergerak.
Oleh karena gejala Covid-19 umumnya mirip flu biasa maka perlu dilakukan tes untuk memastikan seseorang terinfeksi virus corona. Tes swab gratis sudah tersedia di sejumlah rumah sakit rujukan bagi orang yang mengalami gejala-gejala Covid-19, dan bisa dilakukan atas dasar perintah dokter.

Tes swab (PCR) untuk mendeteksi Covid-19 saat ini juga bisa dilakukan secara mandiri di sejumlah rumah sakit. Harga tes swab mandiri dipatok oleh pemerintah paling mahal Rp900 ribu.

Kemudian, apa yang sebaiknya kita lakukan jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala virus corona yang ringan?

Bila ada anggota keluarga yang mengalami demam, rasa lelah atau batuk kering, cari pertolongan pada sarana kesehatan dan ikuti perintah tenaga kesehatan.

"Bila diminta rawat di rumah dan Anda mampu, tempatkan anggota keluarga itu di ruang terpisah yang memiliki akses ke kamar mandi," demikian dikutip laman resmi #SatgasCovid.

Anggota keluarga harus memakai masker dan menghindari kontak dengan anggota keluarga lainnya dan tidak boleh meninggalkan rumah kecuali berobat.

Meski terisolasi, kita masih dapat menunjukkan kasih sayang dan perhatian dengan tetap berkomunikasi via telepon atau WA, bantu mengerjakan tugas-tugasnya yang terbengkalai dan menyediakan makanan untuknya.

Secara teratur bersihkan permukaan benda-benda atau bagian-bagian di rumah yang sering disentuh tangan dengan disinfektan termasuk kamar mandi yang digunakan anggota keluarga yang tengah diisolasi setiap selesai digunakan.

Sementara itu, menurut Dokter Spesialis Paru-Paru RS Siloam ASRI Jakarta dr. Maydie Esfandiari, pasien positif Covid-19 OTG yang menjalani isolasi mandiri di rumah sebisa mungkin menghindari sentuhan dengan anggota keluarga lainnya guna menghindari penularan.


Zonasi Keluarga di Rumah

Bagaimana cara agar tetap aman berada di rumah dan mencegah terjadinya klaster COVID-19 di keluarga?

Terkait hal ini, Dr (DMB) dr Norman Zainal, SpOt mengatakan pemakaian masker menjadi alat mencegah penularan atau tertular virus corona, sebagaimana dikutip laman resmi covid19.go.id.

Masyarakat juga perlu membuat zonasi di rumahnya masing-masing agar steril. Misalnya, di halaman depan itu zona merah tempat menyimpan sepatu, sandal. Ruang tamu itu zona kuning, dan kamar tidur zona hijau.


"Zona hijau dan kuning itu harus dipertahankan dan dibersihkan menggunakan cairan sehingga bisa mengusir kuman," jelas Norman.

Ia juga menyebutkan sosialisasi patuh protokol kesehatan perlu sarana pendukung untuk mempermudah.

“Siapkan keran atau ember mencuci tangan di setiap rumah guna mempermudah," kata Norman mencontohkan.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto mengimbau orang yang baru saja beraktivitas di luar rumah harus mandi terlebih dahulu sebelum bertemu atau berkumpul dengan anggota keluarga yang lain.

"Pakaiannya langsung dicuci, sepatu atau peralatan pribadi disemprot antiseptik," katanya, dikutip Antara.

Untuk mencegah klaster COVID-19 di lingkungan keluarga yang lain ialah rajin membersihkan atau mengatur sirkulasi udara, membiarkan cahaya matahari pagi masuk ke rumah. Jika memungkinkan di dalam rumah disarankan agar menyediakan pemurni udara.


Jika kita masih melakukan aktivitas di luar rumah dan bertemu dengan banyak orang, sebaiknya gunakan piring, gelas, cangkir, dan peralatan makan yang terpisah dan tidak berbagi dengan anggota rumah lainnya.

Upaya lain, sebagaimana dilansir dari laman Kids Health.org, jika memungkinkan sebaiknya bagi Anda yang masih harus beraktivitas di luar rumah, agar tidur di kamar terpisah dan gunakan kamar mandi yang juga terpisah dari orang lain di rumah. Selain itu gunakan tempat tidur dan handuk terpisah serta jangan berbagi dengan anggota rumah tangga lainnya.

Dalam hal kebersihan alat-alat rumah tangga, setiap hari gunakan pembersih rumah tangga atau lap untuk membersihkan benda-benda yang sering disentuh. Ini termasuk gagang pintu, sakelar lampu, mainan, remote control, pegangan wastafel, meja, dan telepon. Pisahkan mainan anak yang sakit dari mainan lain, jika memungkinkan.

____________________

Artikel ini diterbitkan atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).




Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Agung DH
DarkLight