Cara Menghentikan Penggunaan Dot dan Botol Susu pada Bayi & Balita

Oleh: Yulaika Ramadhani - 19 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Berbahayakah penggunaan dot dan botol susu dalam jangka waktu lama?
tirto.id - Penggunaan botol dot susu bayi adalah salah satu yang sulit untuk dihentikan. Terkait dot susu, orangtua juga kerap bingung, kapan waktu yang tepaat untuk mulai atau benar-benar berhenti menggunakannya.

Soal penghentian dot dan botol susu bayi ini, American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan, sebetulnya anak sudah dapat minum dari sippy cup (gelas hisap) sejak usia 6-9 bulan.

Mereka juga menyarankan paling lambat pada usia 18 bulan penggunaan dot atau botol susu ini telah dihentikan.

"Semakin cepat dot atau botol susu tersebut disingkirkan, semakin mudah proses penghentian penggunaannya," tulis AAP sebagaimana dilansir idai.or.id.

Bahaya penggunaan dot dan botol susu dalam jangka waktu lama

Dokter Dimple Nagrani menyebut penggunaan dot dalam waktu lama dihubungkan dengan karies gigi dan/atau infeksi telinga, hingga obesitas. Kondisi ini sering terjadi apabila saat minum anak banyak dalam posisi tidur (utamanya posisi terlentang).

Hal ini terjadi karena rasa aman dan nyaman yang ditimbulkan dari proses menghisap dan dari botol itu sendiri membuat anak menjadi lebih sering minum susu. Akibatnya, kebiasaan ini dapat menyebabkan anak kurang nafsu makan karena rasa lapar telah terpenuhi dengan susu yang dikonsumsi.

"Sebaliknya orangtua sering menuruti permintaan anak untuk minum susu sebagai pengganti makan. Oleh karenanya menjadi penting untuk menghentikan pemberian dot dan botol susu sedini mungkin serta dorong dan berikan dukungan bagi anak untuk menggunakan gelas sesuai usia perkembangannya," tulis Dimple Nagrani.

Sementara itu, Kids Health menulis, Spill-proof cups atau Gelas tahan tumpah memiliki spout yang dirancang khusus untuk bayi untuk membantu memudahkan perpindahan dari botol dan dot ke gelas.

Dokter gigi merekomendasikan cangkir sippy dengan cerat keras atau sedotan, dan bukan yang cerat lunak.

Untuk anak sudah terlanjur terbiasa dan memiliki keterikatan dengan dot dan botol susunya, apa yang bisa orangtua lakukan?

Berikut tips untuk menghentikan penggunaan dot dan botol susu, sebagaimana direkomendasikan oleh IDAI:

- Lakukan pendekatan dan katakan bahwa sekarang adalah saatnya untuk belajar minum dari gelas.
- Beri pujian kepada anak Anda jika ia mencoba minum dari gelas.
- Saat akan menyingkirkan atau membuang botol, lakukanlah di depan anak Anda. - Berikan pengalaman minum yang menyenangkan, antara lain dengan memberikan gelas beraneka ragam warna dan gambar. Bahkan, dapat saja Anda mengajak anak Anda berbelanja dan izinkan ia untuk memilih gelasnya sendiri.
- Pendekatan yang lain, yaitu: dengan melakukan penghentian penggunaan dot dan botol susu secara bertahap (misalnya hanya boleh menggunakannya pada malam hari saja).
- Secara bertahap dibiasakan penggunaan gelas, mulai dari minuman yang bukan susu hingga menggantikan penggunaan dot dan botol susu sewaktu minum susu.
- Tambahkan frekuensi penggunaan gelas setiap harinya, sampai akhirnya anak sudah terbiasa dan tidak perlu menggunakan dot dan botol susu lagi. "Dampingi dan berikan kehangatan berupa dekapan atau pangkuan sehingga menambah kenyamanan pada anak saat proses adaptasi ini berlangsung," tulisnya.


Baca juga artikel terkait ASI atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Gaya Hidup)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Agung DH
DarkLight