Menuju konten utama

Cara Kerja Stablecoin, Bagaimana Stabilitas Nilainya Dijaga?

Stablecoin menawarkan kestabilan nilai dalam dunia kripto dengan dukungan fiat, cocok buat transaksi cepat maupun melindungi aset dari fluktuasi pasar.

Cara Kerja Stablecoin, Bagaimana Stabilitas Nilainya Dijaga?
ilustrasi stablecoint. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Stablecoin menjadi pilihan populer dalam dunia kripto karena menawarkan kestabilan nilai yang tidak ditemukan pada aset digital lain seperti Bitcoin atau Ethereum. Jika Anda ingin melakukan transaksi kripto tanpa menghadapi volatilitas harga yang ekstrem, stablecoin bisa menjadi solusi.

Salah satu fungsi atau kegunaan dari stablecoin adalah saat Anda menggunakan transaksi p2p untuk top up ke akun Kripto di Bybit, karena stablecoin memungkinkan transfer cepat dengan nilai yang stabil. Temukan p2p lending terbaik di Bybit saat Anda ingin menambah portfolio kripto Anda!

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan stablecoin untuk mengirim uang, transfer stablecoin dari satu negara ke negara lain jauh lebih cepat, murah, dan efisien dibandingkan transfer bank konvensional yang memakan waktu berhari-hari dan biaya relatif tinggi.

Jenis Stablecoin Berdasarkan Mekanisme Stabilitas Nilainya

Secara umum, terdapat tiga jenis stablecoin berdasarkan cara mereka menjaga kestabilan nilai, yaitu stablecoin yang didukung oleh fiat, stablecoin yang didukung oleh aset kripto, dan stablecoin algoritmik. Dari ketiganya, stablecoin yang didukung oleh fiat adalah yang paling banyak digunakan saat ini.

Sebagai contoh dua stablecoin fiat, yakni USDT dan USDC, mencatatkan kapitalisasi pasar yang signifikan. USDT memiliki kapitalisasi pasar lebih dari 157 juta USD, sedangkan USDC lebih dari 61 juta dolar USD pada pertengahan Juni 2025. Hal tersebut menunjukkan tingkat adopsi dan kepercayaan yang tinggi terhadap stablecoin berbasis fiat atau mata uang.

Cara Kerja Stablecoin yang Didukung oleh Fiat

Stablecoin jenis ini menjaga kestabilan nilainya dengan didukung oleh cadangan mata uang fiat seperti dolar Amerika. Artinya, setiap satu unit stablecoin yang diterbitkan memiliki nilai yang sama dengan satu unit mata uang fiat yang disimpan sebagai cadangan. Itulah cara stablecoin dijaga nilai stabilitasnya. Contoh paling terkenal dari stablecoin fiat adalah USDT dan USDC.

  • Cadangan Mata Uang sebagai Penjamin Nilai

    Setiap kali stablecoin diterbitkan, penerbit wajib menyimpan jumlah mata uang fiat yang setara di rekening cadangan. Jika Anda memiliki 100 USDT, secara teori penerbit seperti Tether menyimpan 100 dolar Amerika dalam bentuk tunai, surat utang jangka pendek, atau instrumen keuangan lain yang likuid.

    Keberadaan cadangan ini sangat penting karena menjadi jaminan bahwa stablecoin tersebut dapat ditukarkan kembali ke mata uang fiat kapan saja dengan nilai yang sama. Hal ini menciptakan kepercayaan bahwa nilai stablecoin tidak akan mengalami penurunan drastis selama cadangan tersebut benar-benar tersedia dan dapat diakses.

  • Proses Penerbitan dan Penarikan Stablecoin

    Penerbit stablecoin menjalankan proses pencetakan (minting) dan pembakaran (burning) untuk menjaga keseimbangan antara jumlah stablecoin yang beredar dan cadangan yang tersedia. Saat Anda membeli stablecoin, perusahaan penerbit akan menerima uang fiat dari Anda, kemudian mencetak sejumlah stablecoin dengan nilai yang sama dan mengirimkannya ke dompet kripto Anda.

    Sebaliknya, ketika Anda ingin menukarkan stablecoin kembali ke mata uang fiat, stablecoin yang Anda kembalikan akan dibakar atau dihapus dari peredaran, dan Anda akan menerima dana fiat sebagai gantinya. Proses ini bertujuan untuk menjaga pasokan stablecoin tetap seimbang dengan cadangannya.

  • Audit dan Transparansi

    Untuk menjaga kepercayaan publik, penerbit stablecoin umumnya bekerja sama dengan pihak ketiga independen untuk melakukan audit rutin. Laporan audit ini digunakan untuk membuktikan bahwa cadangan fiat benar-benar ada dan sesuai dengan jumlah stablecoin yang beredar.

    Tether dan Circle (penerbit USDC) secara rutin merilis laporan transparansi yang memuat rincian cadangan mereka. Hal ini menjadi langkah penting untuk menunjukkan bahwa stablecoin yang mereka terbitkan benar-benar memiliki dasar nilai yang kuat.

Meskipun stabil dan banyak digunakan, stablecoin yang didukung oleh fiat juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah kebutuhan akan kepercayaan terhadap entitas penerbit. Jika penerbit tidak cukup transparan atau terbukti tidak menyimpan cadangan sesuai jumlah stablecoin yang beredar, maka nilai stablecoin dapat terganggu dan menurunkan kepercayaan pasar.

Selain itu, keterlibatan sistem keuangan tradisional juga membawa risiko regulasi. Pemerintah di berbagai negara mulai merancang kebijakan khusus untuk mengatur stablecoin guna melindungi konsumen dan mencegah penyalahgunaan.

Kapan Anda Sebaiknya Menggunakan Stablecoin?

Stablecoin sangat cocok digunakan saat Anda ingin menghindari risiko harga yang berfluktuasi tajam. Jika Anda aktif melakukan transaksi antar platform atau jual beli aset kripto, stablecoin dapat menjadi alat pembayaran yang efisien dan cepat, karena stablecoin memungkinkan Anda mengunci nilai uang yang Anda miliki.

Selain itu, stablecoin dapat menjadi alternatif menyimpan nilai aset digital ketika pasar sedang mengalami ketidakstabilan. Anda tidak perlu buru-buru mengonversi kembali ke mata uang fiat atau rekening bank, karena stablecoin tetap dapat digunakan dalam ekosistem kripto.

Stablecoin yang didukung oleh fiat adalah instrumen penting dalam ekosistem kripto karena mampu menjaga kestabilan nilai melalui cadangan mata uang nyata. Dengan proses penerbitan dan pembakaran yang terkontrol serta audit yang transparan, stablecoin seperti USDT dan USDC tetap menjadi pilihan utama bagi pengguna yang menginginkan kestabilan dalam bertransaksi di ekosistem kripto.

(JEDA)

Penulis: Tim Media Servis