Cara Buat Password Unik dan yang Dilakukan Jika Data Pribadi Bocor

Oleh: Ibnu Azis - 23 Mei 2021
Dibaca Normal 1 menit
Masyarakat mesti memiliki asumsi bahwa datanya sudah bocor untuk mencegah dampak yang lebih luas.
tirto.id - Pengamat keamanan siber memberikan sejumlah saran kepada pengguna yang memberikan datanya kepada layanan di internet.

Kominfo telah mengungkap hasil investigasinya atas dugaan kebocoran data milik 279 juta WNI yang beredar baru-baru ini. Salah satu temuannya adalah sampel data diduga kuat identik dengan data BPJS Kesehatan.

Terkait itu, Alfons Tanujaya, pengamat keamanan siber dari Vaksincom, mengatakan bahwa masyarakat mesti memiliki asumsi bahwa datanya sudah bocor. Sebab, hal ini untuk mencegah dampak yang lebih luas.

“Misalnya, kalau kita buat username dan password, hindari gunakan data-data yang sudah bocor,” ujarnya Minggu (23/5/2021) seperti dikutip dari Antara.

Data-data yang bocor tersebut bisa berupa KTP, nama, NIK, tempat dan tanggal lahir. Oleh karena itu, Alfons menyarankan agar masyarakat jangan membuat PIN atau password dari data-data tersebut.

“Itu mudah ditebak karena datanya sudah bocor,” ujarnya.

Menurut situs Periksadata.com, setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan jika menjadi korban kebocoran data.

Pertama, segera ganti password yang digunakan. Agar lebih aman, gunakan kombinasi huruf, angka dan simbol. Kedua, aktifkan verifikasi dua langkah. Disarankan menggunakan aplikasi authenticator daripada SMS.

Ketiga, jika merasa kesulitan mengingat banyak password, bisa menggunakan program password manager. Tool ini dapat menyimpan banyak password sekaligus.


Password: Unik, Mudah Diingat, Sulit Ditebak

Dilansir Forbes, password yang aman disarankan terdiri dari empat komponen, yakni urutan huruf, urutan angka, identitas, dan urutan simbol.

1. Urutan Huruf

Urutan huruf bisa berupa kata atau singkatan yang bermakna agar mudah diingat. Urutan huruf disarankan terdiri dari minimal 4 huruf dengan kombinasi huruf besar dan kecil.

Misalnya, terinspirasi dari nama “Ronaldo” maka dapat disingkat menjadi “NaLdO” atau “rOnaL” saja untuk komponen urutan huruf.

2. Urutan Angka

Berikutnya, urutan angka juga dapat dipilih paling tidak empat angka agar mudah diingat. Misalnya, pengguna menikah pada tanggal 3 bulan 10, bisa memilih “0130” atau “1003” untuk komponen urutan angka.

3. Identitas

Komponen identitas menguatkan kata sandi agar lebih sukar untuk ditebak. Misalnya, pengguna dulu kuliah di Surakarta, dapat menggunakan singkatan “srkt” atau “urakar” untuk komponen ini.

4. Urutan Simbol

Komponen terakhir berupa simbol tertentu yang mudah diingat, dan pastikan simbol ini juga terdapat di keyboard ponsel, misalnya “@+&/” atau “=?;-”.

Setelah membuat urutan huruf, urutan angka, identitas, dan urutan simbol maka tinggal menggabungkan empat komponen tersebut. Sehingga, “rOnaL” + “1003” + “urakar” + “@+&/” menghasilkan password “rOnaL1003urakar@+&/”.

Kata sandi tersebut tampak rumit, tetapi mudah diingat. Sebab, sejumlah komponennya berasal dari hal-hal yang bermakna bagi pengguna.


Baca juga artikel terkait KEBOCORAN DATA atau tulisan menarik lainnya Ibnu Azis
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Ibnu Azis
Editor: Agung DH
DarkLight