tirto.id - Donasi orangutan secara online semakin viral belakangan ini setelah sejumlah pemengaruh membagikan tangkapan layar donasi di salah satu organisasi.
Adopsi orangutan Kalimantan dalam bentuk donasi ini semakin ramai setelah kabar mengenai kebakaran hutan dan lahan di sana belum usai.
Kondisi satwa orangutan di tengah situasi kebakaran juga kemudian menimbulkan kekhawatiran bagi banyak pihak. Warganet belakangan mengekspresikan hal tersebut melalui media sosial.
Salah satu upaya yang kemudian ramai dilakukan adalah mengadopsi orangutan secara daring. Antusiasme warganet untuk mengadopsi orangutan secara daring ini juga terus meningkat.
Tingginya minat para warganet bahkan sempat membuat laman web yayasan penyelamatan orangutan yang menyediakan layanan donasi via adopsi daring, Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation, down.
“Kami sedang mengalami gelombang antusiasme yang luar biasa untuk program adopsi orangutan kami, dan situs web kami sementara mencapai batas lalu lintasnya,” tulis yayasan tersebut pada Minggu, menjelaskan lonjakan kunjungan di laman webnya.
Masalah pada laman web tersebut tampak telah teratasi per Senin (24/8).
Adopsi orangutan secara online sendiri merupakan metode donasi yang disiapkan yayasan penyelamatan orangutan macam BOS Foundation untuk mendukung program konservasi dan rehabilitasi para satwa.
Melalui upaya ini, publik dapat mendonasikan dana untuk salah satu orangutan yang dirawat oleh yayasan. Nantinya, pemberi donasi akan diberikan laporan terkait perkembangan kondisi orangutan yang ia adopsi secara daring.
Lei punya adek 🦧💚 pic.twitter.com/wpAubVwxT2
— Amanda (@amndzahra) August 23, 2026
Cara Adopsi Online Orang Utan Kalimantan di BOS Foundation
Untuk mulai melakukannya, berikut merupakan tata cara yang dapat dilakukan untuk mengadopsi orangutan secara daring melalui BOS Foundation:
- Buka laman resmi BOS Foundation di alamat orangutan.or.id.
- Klik menu “Adopsi” di pojok kanan atas layar.
- Pada halaman adopsi, pilih salah satu orangutan yang hendak diadopsi, lalu klik menu untuk mengadopsi si orangutan yang dimaksud.
- Isi formulir yang muncul, yakni mata uang yang akan diberikan, paket waktu adopsi, alamat surel yang aktif, hingga kepada siapa adopsi diperuntukkan.
- Klik “Lanjutkan”, kemudian lakukan pembayaran sesuai dengan arahan yang telah disediakan.
Kondisi Karhutla di Kalimantan
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terus meluas hingga Senin (24/8/2026). Ribuan hektare lahan telah terbakar akibat banyaknya titik api yang terus bermunculan.

Orang utan menjadi salah satu spesies yang terdampak. Baru-baru ini warganet menggalang upaya membantu para orangutan dengan mengadopsi mereka secara daring.
Sebelumnya, titik api di Kalimantan terus bermunculan selama berbulan-bulan. Namun, pada Rabu (19/8) lalu, situasi karhutla di Kalimantan Barat menjadi perhatian publik secara luas.
Berdasarkan keterangan Kementerian Kehutanan, telah muncul sedikitnya 518 titik api di Pulau Kalimantan pada hari tersebut. Jumlah itu meningkat secara drastis pada Rabu lalu, yakni sekitar empat kali lipat dibandingkan jumlah titik api pada hari sebelumnya.
Peningkatan titik api secara drastis itu kemudian juga berdampak pada warga sekitar. Di berbagai wilayah di Kalimantan, warga mengeluhkan tebalnya asap karhutla, meningkatkan kekhawatiran akan potensi terserang penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut bahwa iklim kering telah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebakaran meluas. Hal itu disebut merupakan salah satu dampak dari El Nino.
Pada Minggu (23/8), Bareskrim Polri telah menetapkan 72 orang sebagai tersangka dalam kasus karhutla di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan. Dalam konferensi pers pada Minggu, polisi menyatakan bahwa mayoritas dari para tersangka diduga telah melakukan pembakaran dengan motif ekonomi untuk membuka lahan.
Dalam konferensi pers pada Minggu, polisi juga turut membagikan perkembangan situasi titik api secara nasional.
Berdasar data persebaran titik api per 22 Agustus, polisi menyebut bahwa Kalimantan Barat menjadi wilayah paling terdampak dengan 2.849 titik api. Kemudian Kalimantan Selatan dengan 738 titik, dan Kalimantan Tengah dengan 674 titik api.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































