Advertorial

Campina Berawal dari Garasi Sebuah Keluarga di Surabaya

Infografik Advertorial Mengecap Sejarah Es Krim
Bergembira Bersama Es Krim. FOTO/iStockphoto
Oleh: Advertorial - 21 Juli 2019
Dibaca Normal 3 menit
Cerita soal sang "kampiun di mana-mana" adalah cerita soal tanda kasih orangtua kepada anaknya
tirto.id - Bayangkan sekumpulan anak-anak bermain di tanah lapang. Sebagian mengejar bola, sebagian bertengkar, sebagian menatap layang-layang di udara. Semua akivitas tersebut seketika terhenti saat dari ujung jalan desa terdengar alunan nada yang familiar. Mengayuh sepeda, abang-abang berhanduk putih merebut perhatian semuanya.

Seperti orang dewasa, anak-anak bisa berbeda dalam banyak hal. Namun untuk urusan es krim, kita sepakat: semuanya suka. Tahukah Anda siapa yang pertama kali membuat es krim? Ada sejumlah versi tentang sejarahnya.

Dalam An A to Z of Food and Drink (2002), John Ayto menyebut panganan populer tersebut dibuat pertama kali oleh bangsa Cina pada 3000 SM. Dari Tiongkok, es krim dibawa ke Eropa oleh Marco Polo. Pada abad ke-13, orang Italia menyebutnya “gelato”.

Versi lain, sebagaimana yang disampaikan Massimo Lanari, menyebut orang Eropa orang sudah mengenal cikal bakal es krim sejak zaman Romawi Kuno. Kala itu, penduduk Romawi Kuno sudah menikmati “nivatae potiones” yang secara harfiah artinya ramuan atau minuman salju. Martialis, penyair Latin Klasik yang hidup pada abad pertama Masehi, bahkan sudah menggunakan istilah “saringan salju” dalam salah satu puisi epigram di buku keduanya.

Luciana Polliotti, penulis buku Le meraviglie del gelato (Keajaiban Gelato) menerangkan, istilah “nivatae potiones” merujuk pada makanan penutup dingin, yang dibuat dari salju di gua-gua yang dikumpulkan selama musim dingin, dan dibawa ke kota selama musim panas, dicampur dengan bahan-bahan makanan lainnya. Ia menambahkan, “nivatae potiones” ditemukan pada masa Quintus Fabius Maksimus, diktator Romawi yang berjaya pada 221 sampai 217 SM.

Dalam buku Gelati e sorbetti (Es Krim dan Sorbet), Caroline Liddell dan Robin Weir mengungkapkan bahwa di Tiongkok, pada era dinasti Tang, telah ada sajian makanan beku, termasuk hidangan yang disajikan dengan kumiss, susu yang dipanaskan dan difermentasi, dengan sejumlah bahan tambahan, dan didinginkan sebelum disajikan. Yang Wanli (1127-1206), seorang penyair Tiongkok, memuji susu beku yang disajikan dalam bentuk renyah, dan meleleh jika terkena matahari.



Es Krim Juara Itu Kebanggaan Indonesia


Tak ada catatan pasti soal kapan pertama kali es krim masuk ke Indonesia. Namun bisa dipastikan bahwa banyaknya warga Belanda di zaman dulu punya andil dalam menyebarkan panganan dingin tersebut.

Meski demikian, agaknya generasi 90-an punya cerita berbeda. Catatan tentang asal-mula es krim di Indonesia boleh tak pasti, tetapi ingatan kolektif generasi 90-an soal es krim, salah satunya dibentuk oleh jingle sebuah iklan di televisi:

Add a special moment to your family’s life
Add something nice to everyday
Add a special moment, refreshment that’s right
Add a special moment right now
Add something nice, at a special moment to everyday

Itulah jingle es krim Campina, yang produksinya bermula dari garasi rumah Darmo Hadipranoto di Surabaya. Awalnya, dibantu sang istri, Pak Darmo membuat es krim untuk anak mereka. Meski diracik untuk sang anak, es krim rumahan tersebut ternyata disukai juga oleh tetangga.

Lantaran peminat es krim bikinannya banyak, pada 22 Juli 1972, pasangan suami istri itu mendirikan perusahaan es krim dengan nama CV Pranoto Panca Jaya, dan memproduksi es krim dengan merek Campina—kampiun di mana-mana.

Awalnya, Campina dipasarkan menggunakan sepeda, freezer, lalu mobil van. Pada 1974, keluarga Sabana Prawirawidjaja—pendiri Susu Ultra—mengambil bagian dalam kepemilikan saham. CV Pranoto Panca Jaya pun bertransformasi menjadi PT Campina Ice Cream Industry. Sejak 1984, produksi Campina berpindah dari garasi keluarga ke lokasi pabrik di Rungkut, Surabaya, hingga sekarang.

Dari sejarahnya, kita tahu, Campina dibuat sebagai tanda kasih orangtua kepada anaknya. Hal demikianlah yang kemudian melandasi mekanisme produksi Campina hingga saat ini. Tak ada orangtua yang tak menginginkan kualitas terbaik buat anak-anaknya, bukan? Secara konsisten, es krim Campina dibikin dari gula asli, susu asli, dan bahan-bahan baku asli lainnya seperti kacang hijau, stroberi, durian, coklat, dan lain-lain. Selain tanda sayang, bahan-bahan asli ini pun punya fungsi menjamin kesegaran es krim.

Campina kini didistribusikan dari Aceh hingga Papua, dari toko-toko sederhana, modern seperti minimarket, supermarket dan hypermarket, hingga ke jaringan e-commerce dan marketplace. Dalam ranah e-commerce, misalnya, Campina merupakan perusahaan es krim pertama yang memiliki lini ini. Campina juga tercatat sebagai satu-satunya perusahaan yang memiliki layanan home delivery 7 hari dalam seminggu dengan nama “Campina Home Delivery”. Pengguna android dan IOS pun bisa mengaksesnya lewat aplikasi Campina Ice Cream Store.

Di Asia Tenggara, Campina tercatat sebagai satu-satunya perusahaan pemegang lisensi Nickelodeon (untuk SpongeBob), serta Disney-Marvel (untuk Avengers). Campina memiliki segmen pasar yang beragam.

Happy Cow, SpongeBob, Marvel & Fantasy adalah produk-produk unggulan Campina untuk anak-anak. Sedangkan untuk remaja mereka memiliki varian Concerto, Hula Hula, Summer Barz, Tropicana, dan Heart. Orang-orang dewasa yang ingin bernostalgia bisa mencoba varian Gold Ribbon dan Luve. Sementara untuk porsi yang lebih banyak, tersedia varian Neapolitan, Es Potong dan Ice Cream Cake.

Selain segmen yang beragam, produk-produk Campina untuk tiap kalangan juga dibuat variatif. Pada varian Summer Barz, misalnya, Campina menawarkan rasa stroberi, dengan nama Summer Barz Frozen Strawberry. Produk ini adalah jenis popsicle ice cream atau es paletas yang biasanya diproduksi dalam skala rumahan (home made). Dengan meningkatnya penggemar es paletas, inovasi dari Campina ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan penggemar es krim di Indonesia.

“Summer Barz Frozen Strawberry adalah water-based ice cream dengan potongan buah asli. Dalam varian ini, keaslian dan kesegaran rasa asam dan manis dari buah stroberi tetap terjaga,” kata Adji Andjono, Marketing Manager Campina.

Keaslian dan kesegaran bahan Campina dijamin BPOM, dan kehalalannya digaransi MUI. Lebih dari sekadar menjamin keaslian dan kesegaran produk-produknya, Campina juga berkomitmen menjalankan perusahaan dengan semangat ramah lingkungan. Pada 2017, perusahaan ini mendapat Anugerah Indonesia Green Company Achievement 2017 karena sejumlah alasan, antara lain hemat air dan listrik, memiliki kantin vegetarian, dan rooftop garden di kantor dan pabriknya.

Penasaran dengan cara Campina memproduksi es krimnya? Silakan mengikuti factory tour tiga kali sehari selama hari kerja (Senin-Jumat). Sebuah pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang, bukan? Sekarang, untuk merek yang akrab di telinga seperti Campina, pepatah lama itu boleh dimodifikasi: makin dikenal, makin disayang.
DarkLight