Menuju konten utama

Cak Imin Bantah Susi Terkait Keinginan PKB Isi Pos Menteri Kelautan

Ketum PKB Muhaimin Iskandar mengklaim tak pernah mengincar kursi Menteri Kelautan Dan Perikanan. PKB berpeda pendapat dengan Menteri Susi karena kebijakan pelarangan cantrang.

Cak Imin Bantah Susi Terkait Keinginan PKB Isi Pos Menteri Kelautan
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar berfoto menjelang pembukaan Muktamar V PKB di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (20/8/2019). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/pd.

tirto.id - Ketua Umum PKB periode 2014-2019 Muhaimin Iskandar mengaku masih "perang Dingin" dengan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti.

Muhaimin mengaku, Susi sempat menyindirnya saat sidang MPR tentang perbedaan pendapat antara dirinya dengan Susi.

Susi pun sempat berseloroh kalau Muhaimin tengah mengincar kursi Menteri Kelautan dan Perikanan. Susi pun menyebut siap menyerahkan kursi selama Cak Imin tidak mengincarnya.

"Kemarin Bu Susi ketemu saya di acara sidang tahunan MPR. Bu Susi masih negur saya, 'Pak Ketum ini kalau mau ngambil kursi kementerian saya gak usah nyerang saya, ambil saja kursinya. Gak usah nyerang saya'," Kata Muhaimin saat membacakan laporan pertanggungjawaban (LPJ) di Muktamar PKB V di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019).

Diketahui, PKB sempat memfasilitasi nelayan Tegal, Jawa Tengah pada 2017 lalu terkait larangan cantrang oleh Menteri Susi. Pada

Namun, Muhaimin berkilah. Ia mengatakan, tak pernah mengincar kursi Menteri Kelautan Dan Perikanan. Saat itu, PKB hanya ingin mengadvokasi keluhan masyarakat.

"Saya bilang PKB tidak pernah nyerang ibu. Yang kita serang adalah kebijakan yang mengganggu kesejahteraan para nelayan yang tidak menguntungkan para nelayan. Itu cara kita. Kehadiran PKB untuk menberikan solusi bisa muncul di masyarakat," kata dia.

Pembacaan LPJ dilakukan setelah Presiden Jokowi membuka Muktamar V PKB di Bali. Sejumlah elite politikus Tanah Air hadir dalam muktamar ini.

Baca juga artikel terkait MUKTAMAR PKB atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Politik
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Zakki Amali