tirto.id - Bupati Muratara, Sumatra Selatan, Devi Suhartoni, menyayangkan insiden kecelakaan bus ALS-truk tangki yang menewaskan 18 orang, Rabu (6/5/2026).
Devi mengaku kerap menyetop dan mengadang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), termasuk ALS yang kedapatan melaju dengan kecepatan tinggi di wilayah Muratara. Sebab, kondisi jalan di Muratara, tidak rata dan berlubang, sehingga membahayakan pengendara.
"Saya sudah berkali-kali bahkan menyetopkan bus bus lintas Sumatra masuk ke Muratara hati-hati, jangan ngebut karena jalan banyak rusak dan berlubang. Ketika jalan berlubang rata-rata secara naluri adalah menghindar. Ketika menghindar dua kemungkinan terjadi, yaitu masuk siring atau tabrakan," tulis Devi, dalam unggahan di akun pribadi Facebook-nya seperti yang dilihat tirto, Senin (11/5/2026).
Devi mengatakan kecelakaan lalu lintas di wilayahnya sudah kerap terjadi akibat kondisi jalan, terutama jalan nasional, termasuk banyaknya hewan liar berada di badan jalan. Dia bersama kepolisian setempat sudah mengingatkan agar pengendara melajukan kendaraannya tak lebih dari 60 kilometer/jam.
"Apalagi bus antarlintas ngebut-ngebut sekali lewat wilayah kita. Kami pemerintah bersama kepolisian sudah turun meminta mereka tidak ngebut," ucap Devi.
Terkait kondisi jalan, Devi juga sudah sering komunikasi dengan pemerintah pusat melalui Satker Balai Jalan dan Kementerian Perhubungan. Namun, dia mendapat respons bahwa perbaikan tidak bisa dilakukan karena terkendala anggaran minim.
"Berbicara ke Balai Satker sudah berkali-kali dan Satker juga bergerak sehari nampal-nampal tetapi lubang masih banyak, tidak selesai-selesai karena anggaran dari nasional sangat kecil. Ke Kementerian Perhubungan karena ini jalan nasional, sebab di kementerian ada tim keselamatan jalan raya nasional, pernah turun sekali tidak ada realisasi," kata Devi.
Dua Keluarga Bupati Muratara jadi Korban
Devi Suhartoni juga ikut merasakan kesedihan karena dua dari 18 korban meninggal dunia adalah keluarganya, yakni sopir dan kernet truk tangki PT Serelaya yang sedang mengangkut minyak mentah. Dia menilai peringatannya kepada para sopir bus lintas ternyata menyebabkan anggota keluarganya turut menjadi korban.
"Dua korban adalah keluarga saya, sopir tangki minyak dari Desa Belani, nenek kami dua beradik. Namun, ini semua jalan Tuhan, cobaan kepada saya sebagai pemimpin Muratara maupun sebagai keluarga," kata Devi.
Devi juga berharap ada perbaikan jalan dengan segera di wilayah yang dipimpinnya.
"Kita akan terus berusaha agar jalan ini segera diperbaiki dan kita terus pencegahan kecelakaan di lintas," tutup Devi.
Penulis: Irwanto
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































