BTP Angkat Telunjuk Saat Mencoblos Dinilai Pengaruhi Pendukungnya

Oleh: Andrian Pratama Taher - 15 April 2019
Dibaca Normal 1 menit
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama resmi menggunakan hak pilihnya di Jepang, Minggu (14/4/2019) lalu.
tirto.id - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama resmi menggunakan hak pilihnya, Minggu (14/4/2019) lalu. Pria yang kini karib dipanggil BTP itu menggunakan hak pilihnya saat berlibur di Osaka, Jepang.

Lewat akun sosmednya, @Basuki_BTP, mantan Bupati Belitung Timur itu memposting dirinya tersenyum sambil mengangkat jari telunjuknya dengan tinta tanda usai menggunakan hak pilih.

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai aksi BTP menjadi hak warga negara untuk menggunakan hak pilih di luar negeri. Meski tidak melarang, aksi BTP dalam menggunakan hak pilih di luar negeri berpotensi dalam rangka menguatkan para pemilih 01 di luar negeri. Ujang pun tidak memungkiri pesan BTP menggunakan hak pilih di Jepang bisa mempengaruhi pemilih Indonesia.

“Ada [potensi mempengaruhi pemilih]. Besar atau kecil ada, paling tidak pendukung Ahok [panggilan Basuki sebelum BTP] akan mengikuti Ahok,” kata Ujang kepada reporter Tirto, Senin (15/4/2019).

Ujang tidak memungkiri upaya BTP menggunakan hak pilih dapat menguatkan para pendukung BTP yang gamang atau pemilih yang belum menggunakan hak pilihnya.

Sebagai informasi, saat Jokowi menggandeng KH Maruf Amin sebagai cawapres, sejumlah pemilih sempat memutuskan tidak menggunakan hak pilih atau golput.

Beberapa pemilih tersebut merupakan pendukung BTP dalam Pilkada 2017 lalu. Ia beranggapan para pemilih bisa saja mendukung paslon tertentu akibat tokoh tertentu memilih paslon tertentu. Namun, dalam konteks BTP, bisa berpengaruh walau tidak signifikan.

“Tidak terlalu berpengaruh signifikan, namun penting,” kata Ujang.

Ujang enggan mengaitkan aksi BTP menggunakan hak pilih di luar negeri dengan perilaku Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Sebagai informasi, Rizieq sudah menggunakan hak pilih pada Jumat (12/4/2019). Ia menggunakan hak pilih sebelum BTP menggunakan hak pilih di Osaka, Jepang.

Ia beranggapan Rizieq menggunakan hak pilih di Arab Saudi karena situasi hukum yang membuat pentolan FPI itu tidak pulang dan menggunakan hak pilih di luar negeri. Namun, ia tidak memungkiri keberangkatan BTP ke luar negeri juga dalam rangka menguatkan basis pemilih di luar negeri.

“Bisa saja itu terjadi karena suara luar negeri juga penting dan menentukan,” kata Ujang.


Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri