BPS Catat Tingkat Hunian Hotel Mei 2020 Masih Rendah Akibat PSBB

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 1 Juli 2020
Meski naik tipis, okupansi atau Tingkat Penghunian Kamar (TPK) masih mengalami penurunan tajam secara year of year (yoy).
tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat okupansi atau Tingkat Penghunian Kamar (TPK) per Mei 2020 naik tipis 1,78 poin dari April 2020. Angkanya kini mencapai 14,45 persen lebih tinggi dari April 2020 yang mencapai 12,67 persen atau posisi terendah dalam pengamatan 2018-2020.

Meski naik tipis, TPK masih mengalami penurunan tajam secara year of year (yoy) dengan kisaran minus 29,08 poin. Menariknya pada Mei 2019 TPK sempat mencapai 43,53 persen dan menjadi yang terendah selama 2019 tetapi penurunan TPK Mei 2020 ini tetap lebih buruk. Penurunan ini disebabkan pada bulan tersebut diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah.

“PSBB ini berpengaruh pada tingkat penghunian kamar. Mei 2020 14,45 persen,” ucap Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Rabu (1/7/2020).

Suhariyanto mencatat sejumlah daerah memiliki TPK yang cukup rendah karena pengaruh PSBB. Bali misalnya mencatatkan TPK terendah dibanding wilayah lain di Indonesia dengan kisaran 2,07 persen. Yogyakarta juga hanya mencatat TPK sebanyak 6,13 persen.

“Kalau dilihat menurut daerah. TPK terendah di Bali. Lalu Yogya dan Gorontalo,” ucap Suhariyanto.

Meski demikian, Suhariyanto mencatat sejumlah daerah masih sanggup mempertahankan TPK-nya cukup tinggi. Bahkan berada di kisaran 20 persen. Ia mencontohkan di Kalimantan Utara angka TPK mencapai 27 persen dan Kalimantan Timur 26 persen.

Suhariyanto mengatakan saat ini pemerintah sudah melakukan sejumlah upaya untuk memulihkan sektor pariwisata. Ia bilang langkah itu perlu ditempuh meski prosesnya akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

“Kita harapkan recovery pariwisata bisa mulus,” ucap Suhariyanto.


Baca juga artikel terkait PSBB atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Bayu Septianto
DarkLight