BPN Sebut Tidak Penting Debat Menggunakan Data

Oleh: Felix Nathaniel - 21 Februari 2019
Menurut Riza, yang disampaikan oleh Prabowo adalah solusi dan substansi masalah Indonesia saat ini. Sedangkan Jokowi hanya menyampaikan masalah data.
tirto.id -
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional [BPN] Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ahmad Riza Patria menyatakan debat berbasis data tidaklah penting dilakukan untuk debat pilpres 2019.

Menurut politikus Partai Gerindra ini, yang penting adalah masalah kebijakan dan keberpihakan.

Menurut Riza, yang disampaikan oleh Prabowo adalah solusi dan substansi masalah Indonesia saat ini. Sedangkan Jokowi hanya menyampaikan masalah data.

"Karena yang disampaikan oleh Pak Prabowo bukan data, tapi yang disampaikan oleh beliau adalah konsep dan strategi penyelesaian berbagai masalah penyelamatan bangsa, terkait impor, terkait energi, terkait pangan, lingkungan dan infrastruktur," kata Riza di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Riza menambahkan pengetahuan dan pemaparan soal data tak penting dimiliki oleh pemimpin. Menyampaikan fakta berbasis data, bagi Riza adalah urusan bawahan presiden.

"Kalau data itu urusan teknis lah, urusan direktur, kepala bagian itu levelnya, bukan presiden. Kalau presiden itu tugasnya berpihak," tegas Riza lagi.

Riza juga mengatakan bahwa Jokowi menyampaikan data tidak tepat atau seringkali berbohong. Namun Riza tetap menolak untuk mendorong Prabowo agar menyampaikan data kebohongan Jokowi dalam debat dengan alasan serupa.

"Kalau presiden itu bukan soal data tapi solusi permasalahan, kemampuan mengidentifikasi permasalahan, mencarikan solusi dan bagaimana mengoperasionalkan. Banyak orang yang pintar membuat perencanaan tidak bisa mengimplementasikan. Itu juga masalah, jadi itu yang dicari solusinya," tegasnya lagi.


Baca juga artikel terkait DEBAT CAPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight