Menuju konten utama

Bio Farma Ambil 568 Dosis Vaksin COVID-19 untuk Diuji BPOM

Sebanyak 568 dosis vaksin COVID-19 Sinovac akan dialokasikan untuk dilakukan pengujian mutu oleh Bio Farma maupun BPOM.

Bio Farma Ambil 568 Dosis Vaksin COVID-19 untuk Diuji BPOM
Petugas menyemprotkan cairan desinfektan kontainer berisi vaksin COVID-19 setibanya, di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Senin (7/12/2020). ANTARA FOTO/HO/Setpres-Muchlis Jr/wpa/hp.

tirto.id - Bio Farma sebagai induk holding BUMN Farmasi akan mengalokasikan 568 botol atau vial vaksin COVID-19 Sinovac untuk dilakukan pengujian mutu bersama-sama dengan Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM).

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan dari total 3 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac, Bio Farma telah menerima sebanyak 1.200.568 dosis kemasan single dose.

"Di mana sebanyak 568 vial akan dialokasikan untuk dilakukan pengujian mutu yang akan dilakukan bersama oleh Bio Farma maupun BPOM," ujar Honesti dalam konferensi pers daring di Jakarta, Selasa (8/12/2020) dilansir dari Antara.

Setelah kedatangan vaksin tahap pertama dari Sinovac, selanjutnya berturut-turut akan kembali mendatangkan pada Desember 2020 sebanyak 15 juta dosis dalam bentuk bahan baku paling lambat awal Januari 2021.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa masih di sekitar Januari 2021, akan tiba juga vaksin dalam bentuk bahan baku sebanyak 30 juta dosis.

Keseluruhan vaksin yang akan tiba semuanya adalah jenis vaksin yang sama dengan vaksin yang tengah dilakukan uji klinis III baik di Indonesia maupun di Brazil dan di beberapa negara lainnya.

Honesti mengungkapkan bahwa calon vaksin COVID-19 produksi Sinovac termasuk salah satu vaksin kandidat paling cepat yang sudah masuk ke uji klinis tahap III.

"Dilihat dari timeline ataupun proses pengembangan, calon vaksin COVID-19 dari Sinovac termasuk salah satu dari 10 kandidat vaksin COVID yang paling cepat yang sudah masuk ke uji klinis tahap III," ujarnya.

Selain itu Honesti menambahkan bahwa dari sisi platform ataupun metode pembuatan, vaksin itu menggunakan metode inaktivasi (inactivated) yang sudah terbukti pada jenis-jenis vaksin lainnya.

"Dan platform tersebut sudah dikuasai oleh Bio Farma," katanya.

Faktor penentu lainnya adalah sistem mutu yang dimiliki oleh Sinovac diklaim Honesti sudah diakui oleh WHO. Dalam kerjasama antara Bio Farma dengan Sinovac, terdapat juga transfer teknologi dalam hal pengujian-pengujian yang dibutuhkan.

Baca juga artikel terkait VAKSIN COVID-19

tirto.id - Kesehatan
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto