Menuju konten utama
Periksa Fakta

Biji Alpukat Bisa Obati Penyakit Batu Ginjal, Hoaks/Fakta?

Penelitian tentang khasiat biji alpukat untuk mengobati batu ginjal belum ada yang diujikan ke manusia sehingga keamanannya belum bisa dipastikan.

Biji Alpukat Bisa Obati Penyakit Batu Ginjal, Hoaks/Fakta?
Header Periksa Fakta Biji Alpukat. tirto.id/Fuad

tirto.id - Belum lama ini beredar informasi tentang biji alpukat yang disebut bermanfaat menghancurkan batu ginjal, salah satunya diunggah di halaman Facebook "Tips Sehat Dokter" dalam bentuk video berdurasi 3 menit 6 detik.

"Jadi bagi penderita yang punya batu ginjal, yang mungkin tidak mau dioperasi, selama itu belum tersumbat total, bisa dilakukan dengan merebus biji alpukat kemudian diminumkan airnya. Ternyata biji alpukat ini bisa melarutkan batu ginjal," begitu narasi yang tertera dalam video.

Tersemat nama "dr. Agus Rahmadi (peneliti)" di bagian atas video. Ketika menelusuri profil pengunggah, halaman Facebook “Tips Sehat Dokter” kerap membagikan informasi seputar kesehatan. Namun, tak ada keterangan mengenai dokter yang mengkurasi atau meninjau konten.

Foto Periksa Fakta Biji Alpukat

Foto Periksa Fakta Biji Alpukat. foto/Hotline periksa fakta tirto

Sejak tersebar pada Rabu (25/10/2023) sampai Jumat (17/11/2023), video itu sudah dilihat 739 ribu kali, serta memperoleh 13 ribu likes dan 255 komentar.

Lantas, apa benar biji alpukat bisa mengobati batu ginjal?

Penelusuran Fakta

Sebagai informasi, melansir artikel Alodokter yang sudah ditinjau dr. Pittara, batu ginjal atau nefrolitiasis adalah kondisi akibat terbentuknya endapan padat di dalam ginjal yang berasal dari zat kimia dalam urine.

Ukuran batu ginjal mulai dari sekecil butiran pasir hingga sebesar kacang polong. Batu ginjal dapat terbentuk di sepanjang saluran urine, yakni:

  • ginjal,
  • ureter (saluran yang membawa urine dari ginjal menuju kandung kemih),
  • kandung kemih, serta
  • uretra (saluran yang membawa urine ke luar tubuh).
Dalam artikel Alodokter dibeberkan bahwa metode pengobatan ginjal tergantung dari ukuran dan jenis batu ginjal. Jika batu ginjal berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala, perawatan dapat dilakukan di rumah. Ketika batu ginjal berukuran besar dan menimbulkan gejala, maka penanganan harus dilakukan oleh dokter.

Melalui Alodokter, dr. Jati Satriyo menjelaskan penderita kasus batu ginjal berukuran kecil disarankan meminum air putih sekitar dua liter setiap harinya. Adanya aliran cairan secara terus menerus diharapkan bisa mendorong batu ginjal keluar dengan sendirinya.

Untuk mengklarifikasi klaim yang beredar, Tim Riset Tirto menghubungi dr. Andreas Wilson Setiawan yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro.

Ia menerangkan, biji alpukat mengandung saponin, alkaloida, flavonoida, polifenol, dan quersetin. Biji alpukat juga bersifat diuretik alias peluruh kencing, serta antibakteri.

Sifat diuretik itu membuat aliran kencing lebih lancar dan menambah frekuensi berkemih. Dengan demikian, biji alpukat memang berpotensi untuk membantu pengeluaran batu ginjal.

Namun, ia menegaskan hanya batu ginjal berukuran tertentu yang bisa diatasi dengan biji alpukat.

"Perlu diingat bahwa batu ginjal yang dimaksud adalah batu ginjal berukuran kecil kurang dari 0.5 mm yang biasanya dapat diatasi dengan biji alpukat. Bila lebih dari 0.5 mm, batu ginjal tidak dapat dikeluarkan melalui urine dan harus dihancurkan dahulu dengan laser," kata dia, dalam keterangannya kepada Tirto, Jumat (17/11/2023).

Tim Riset Tirto kemudian menelusuri asal-muasal klaim yang beredar dengan memasukkan kata kunci "dr. Agus Rahmadi" ke mesin pencarian Google. Hasilnya, kami menemukan kanal YouTube Ummat TV yang banyak menyajikan informasi dari dr. Agus.

Pernyataan tentang manfaat biji alpukat untuk mengobati batu ginjal itu identik dengan video unggahan Ummat TV pada Maret 2015.

Meski penjelasannya sama persis, dr. Agus dalam video tersebut tidak merinci dosis penggunaan rebusan biji alpukat untuk penderita batu ginjal, seperti klaim dalam video yang diunggah di halaman Facebook "Tips Sehat Dokter".

Lebih lanjut, dr. Devia Irine Putri lewat artikelnya di KlikDokter menekankan belum adanya penelitian medis pada manusia yang membuktikan khasiat biji alpukat untuk mengobati penyakit ginjal.

Ia membeberkan, biji alpukat di Nigeria sudah lama dijadikan ekstrak dan dimanfaatkan untuk mengontrol tekanan darah. Selain itu, penelitian dari Pennsylvania State University (Penn State) mengungkap ekstrak biji alpukat memiliki peran anti-inflamasi dalam tubuh.

Meski penelitian masih berlanjut, ada beberapa potensi manfaat biji alpukat untuk kesehatan, antara lain:

  • mengontrol kadar gula darah,
  • menurunkan kolesterol,
  • membantu mengendalikan tekanan darah, serta
  • menjadi sumber antioksidan dan antijamur.

Namun, hingga kini kebanyakan penelitian dilakukan kepada hewan. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang manfaat biji alpukat untuk kesehatan tubuh manusia.

Menukil Healthline, ada kekhawatiran bahwa beberapa senyawa tumbuhan dalam biji alpukat, seperti penghambat trypsin dan glikosida sianogenik, mungkin berbahaya.

Dalam beberapa penelitian terhadap tikus juga biji alpukat terbukti berbahaya bila dikonsumsi dalam dosis yang sangat tinggi sehingga keamanan biji alpukat untuk manusia belum bisa dipastikan.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan, klaim tentang biji alpukat bisa mengobati penyakit batu ginjal itu bersifat missing context (menyesatkan tanpa tambahan keterangan).

dr. Andreas Wilson Setiawan yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro menyatakan biji alpukat memang bersifat diuretik alias peluruh kencing. Dengan demikian, biji alpukat bisa mengeluarkan batu ginjal.

Namun, batu ginjal yang dimaksud adalah batu ginjal berukuran kecil (kurang dari 0.5 mm). Bila lebih dari 0.5 mm, batu ginjal tidak dapat dikeluarkan melalui urine dan harus dihancurkan dahulu dengan laser.

Penelitian tentang khasiat biji alpukat untuk mengobati batu ginjal juga belum ada yang diujikan ke manusia sehingga keamanannya belum bisa dipastikan.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Periksa Data, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan lainnya dari Fina Nailur Rohmah

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Fina Nailur Rohmah
Editor: Shanies Tri Pinasthi