STOP PRESS! Status Magelang Naik Jadi Tanggap Darurat Bencana

Biaya Kuliah yang Menguras Kantong Keluarga

Biaya Kuliah yang Menguras Kantong Keluarga
Para pelajar sedang berada di Perpustakaan Negara Bagian Victoria di Melbourne, Australia. Australia merupakan negara dengan biaya kuliah tertinggi. Foto/iStock
Reporter: Arman Dhani
21 Maret, 2017 dibaca normal 2:30 menit
Saat biaya kuliah begitu sangat mahal sehingga memicu perdebatan mendasar bahwa pendidikan itu apakah hak atau sebuah kemewahan?
tirto.id - Jika Anda menonton film Three Idiots, kita akan tahu bahwa sebenarnya pendidikan memiliki dua hal yang saling diperdebatkan. Perdebatan apakah pendidikan itu hak atau kemewahan?

Selain itu sekolah juga membuat kita mempertanyakan hal yang paling esensial, pendidikan adalah perkara memperoleh ilmu pengetahuan atau memperoleh gelar? Beberapa orang sepakat bahwa pendidikan akan membawa masyarakat untuk bisa hidup lebih baik.

Dalam film Three Idiots juga disajikan karakter yang menumpang identitas orang lain untuk bisa kuliah di India. Negara ini merupakan salah satu negara di dunia yang pendidikan tingginya memiliki biaya yang mahal. Persoalan biaya ini pula yang menjadi tantangan di banyak negara.

Riset World Economic Forum (WEF) tentang biaya kuliah di beberapa negara dengan kualitas terbaik menunjukkan bahwa untuk memperoleh pendidikan bagus tidaklah murah. Hanya mereka yang memiliki uang banyak, atau keistimewaan bisa memperolehnya. Untuk tahun ajaran 2013-2014 school WEF menunjukkan 10 negara dengan biaya pendidikan termahal, studi tersebut berfokus pada mahasiswa lokal yang kuliah di negara masing-masing agar tidak tercampur dengan mahasiswa asing.

Riset lain yang dilakukan oleh Online B2B yang menganalisa data dari Quacquarelli Symmonds (QS) Top Universities, mencoba membandingkan biaya kuliah dengan total pendapatan. Dari situ bisa diketahui berapa persen uang yang kita keluarkan dari pendapatan tahunan untuk kuliah. Inggris dan Amerika Serikat adalah dua negara yang masuk daftar teratas negara termahal untuk kuliah, tercatat sekitar 30 persen pendapatan digunakan untuk biaya kuliah. Variabel yang digunakan adalah biaya kuliah untuk tahun akademik 2014/2015 dan pendapatan berdasarkan Gallup Median Self-Reported Income periode 2013.

Dari data yang ada itu Business Insider membuat daftar negara-negara dengan biaya kuliah termahal di dunia. Data tersebut dihitung berdasarkan uang yang dikeluarkan untuk kuliah setingkat sarjana di bandingkan dengan pendapatan bulanan rumah tangga. Beberapa data yang ada menunjukkan orang tua di negara tertentu rela mengeluarkan 90 persen pendapatan mereka untuk memberikan pendidikan tinggi bagi anaknya.

Biaya Kuliah yang Menguras Kantong Keluarga

Salah satu negara dengan biaya kuliah termahal berdasarkan pengeluaran rumah tangga rakyatnya adalah Jepang. Di negara ini ada 500 universitas atau sekolah tinggi yang tersebar di pelbagai kota. Kebanyakan universitas di negara ini fokus pada sains, matematika, dan teknik. Biaya pendidikan yang mesti dikeluarkan orang tua untuk satu anak mencapai 5.152 dolar AS per tahun. Angka ini bisa membengkak hingga 24.000 dolar AS sampai mahasiswa tersebut lulus kuliah, atau sebesar 18 persen dari total pendapatan rumah tangga.

Singapura berada di daftar berikutnya negara dengan biaya kuliah termahal. Biaya yang perlu dikeluarkan satu keluarga untuk anak mereka hingga lulus kuliah mencapai 35.400 dolar AS atau setara dengan 36 persen dari pendapatan rumah tangga keluarga tersebut. Singapura memiliki lima universitas negeri bergengsi dengan kualitas tinggi. Negara ini juga menjadi tujuan bagi negara-negara di Asia Tenggara untuk kuliah karena kualitas pendidikan teknik dan kesehatan yang baik.

Inggris merupakan negara di Eropa yang memiliki banyak universitas dengan kualitas terbaik di dunia, seperti Oxford dan Cambridge. Untuk kuliah di negara ini biaya pendidikan yang dikeluarkan juga tidak murah. Biaya kuliah di negara ini mencapai 13.654 dolar AS per tahun tergantung jurusan dan tempat kuliah yang diambil. Total biaya yang mesti dikeluarkan hingga bisa lulus dan mendapatkan gelar mencapai 40.290 dolar AS atau setara dengan 42 persen dari pendapatan rumah tangga di Inggris.

Ukraina pernah menjadi negara yang memiliki lebih banyak universitas dari Italia, Perancis, Jerman, Polandia, dan Belgia digabung sekaligus. Namun saat ini negara yang tengah mengalami gejolak politik ini hanya memiliki 200 universitas dari 900 universitas yang pernah ada sebelumnya. Negara ini memiliki universitas yang fokus pada pendidikan militer di mana lulusannya bisa langsung bergabung menjadi personel tentara. Biaya yang dihabiskan sampai lulus mencapai 23.200 dolar AS atau setara dengan 52 persen dari pengeluaran rumah tangga di Ukraina.

Malaysia menjadi negara kedua, di mana rumah tangganya paling banyak mengeluarkan uang untuk biaya pendidikan. Setidaknya sampai lulus kuliah keluarga sederhana di Malaysia mesti mengeluarkan 18.000 dolar AS. Angka itu setara dengan 55 persen pendapatan rumah tangga di negeri jiran ini. Saat ini Malaysia memiliki sekitar 20 universitas dengan kualitas tinggi yang bersaing dengan negara-negara lain. Biaya kuliah per bulan di negara ini mencapai 470 dolar AS, artinya tanpa beasiswa, pinjaman, atau subsidi dari negara, hanya mereka yang memiliki banyak uang yang bisa mendapatkan pendidikan tinggi di sana.

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Banyak universitas terbaik di negeri ini yang biaya kuliahnya disubsidi negara tidak hanya itu, menurut Mentri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tingi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, pemerintah telah menjalankan program Bidik Misi untuk membantu mahasiswa berprestasi tapi tidak mampu secara ekonomi, agar bisa terus menyelesaikan kuliahnya. Program yang berjalan sejak 2010 ini dikembangkan agar bisa menyertakan lebih banyak mahasiswa. Pada 2016 ada 300 ribu mahasiswa yang memperoleh bantuan ini.

Di balik kemewahan biaya perguruan tinggi yang mahal di pelbagai negara, pendidikan adalah hak, dan negara tentu punya kewajiban memberikannya.

Baca juga artikel terkait PERGURUAN TINGGI atau tulisan menarik lainnya Arman Dhani
(tirto.id - dan/dra)

Keyword