Menuju konten utama

BI Nilai Inflasi Rendah Jelang Lebaran Tak Cerminkan Daya Beli Lesu

Menurut BI, inflasi rendah lebih karena stabilisasi antara permintaan dan pasokan logistik yang terjaga.

BI Nilai Inflasi Rendah Jelang Lebaran Tak Cerminkan Daya Beli Lesu
Karyawan menunjukkan sejumlah emas batangan yang dijual di Butik Emas Logam Mulia, gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (1/3/2018). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

tirto.id - Pemerintah menyatakan inflasi pada Mei 2018 sebesar 0,21 persen menjadi terendah sepanjang 3 tahun terakhir menjelang Ramadan dan Lebaran.

Menurut Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) Bank Indonesia, Reza Anglingkusumo, menampik anggapan inflasi rendah mencerminkan daya beli konsumen lesu.

Ia berdalih bahwa inflasi rendah lebih karena stabilisasi antara permintaan dan pasokan logistik yang terjaga. BI menargetkan pada akhir 2018-2019 inflasi berkisar 3,5 plus minus 1 persen, kemudian inflasi diharapkan menurun menjadi 3 plus minus 1 persen pada 2020-2021.

"Menurut saya karena faktor supply yang sehat, demand yang sehat. Itu tercermin di inflasi kita sekarang," kata Reza di Bank Indonesia Jakarta pada Selasa (5/6/2018).

Ia berasumsi daya beli masih tetap aman, karena inflasi mencerminkan adanya interaksi antara supply dan demand, penggerak ekonomi.

"Kalau masih ada inflasi, masih ada kenaikan harga, masih ada demand. Demand dan supply saling berinteraksi," ujarnya.

Perlu diketahui, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2018 tetap terkendali sebesar 3,23 persen (year on year/yoy), lebih rendah dari inflasi bulan lalu sebesar 3,41 persen (yoy).

Menurutnya, inflasi terkendali didukung oleh tetap rendahnya inflasi inti sebesar 2,75 persen (yoy) dan melambatnya inflasi administered price dan volatile food masing-masing sebesar 3,61 persen (yoy) dan 4,33 persen (yoy).

Kemudian, ia mengungkapkan bahwa daya beli daya beli masyarakat lesu itu dapat dicerminkan dengan menurunnya inflasi secara drastis karena menurunnya harga barang-barang kebutuhan masyarakat.

"Kalau dikatakan daya beli sangat rendah, maka harga turun," ucapnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga yang mencerminkan daya beli masyarakat pada kuartal I/2018 mengalami peningkatan menjadi 4,95 persen, dibandingkan pada periode yang sama pada 2017 sebesar 4,94 persen.

Baca juga artikel terkait INFLASI atau tulisan lainnya dari Shintaloka Pradita Sicca

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Dipna Videlia Putsanra