Berkantor di Bali Saat PPKM ala Sandiaga Gimik Belaka?

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 29 Januari 2021
Dibaca Normal 2 menit
Sandiaga berkantor di Bali dalam rangka memulihkan pariwisata. Pengamat menilainya sekadar gimik belaka.
tirto.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno resmi berkantor di Bali sejak kemarin (28/1/2021) pagi. Ini adalah caranya untuk memulihkan provinsi tersebut, yang “80 persen masyarakatnya menggantungkan lapangan kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.”

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf Vinsensius Jemadu mengatakan pindah kantor karena Bali perlu dipantau dari dekat dan Menparekraf bisa cepat mengambil keputusan. “Berkantor di Bali untuk memantau dan ambil kebijakan kapan akan re-okupansi, menerima wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” katanya dalam konferensi pers daring, Selasa (26/1/2021).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 175.300 per November 2020, naik 13,9 persen secara month to month (mtom) dari Oktober. Namun angkanya masih jauh di bawah tahun lalu. Pada November 2019 lalu, jumlah kunjungan wisman mencapai 1,157 juta. Dengan kata lain turun 86,31 persen secara year on year (yoy).

Selama November itu wisman terbanyak berasal dari Timor Leste, jumlahnya 72.900 atau setara 41,6 persen. Malaysia menyusul di posisi kedua dengan 41.600 kunjungan atau setara 23,7 persen. Lalu ada Cina dengan 6.500 kunjungan atau 3,7 persen. Gabungan berbagai negara menyumbang 54.200 kunjungan atau 30,9 persen.

BPS mencatat kunjungan terbanyak dilakukan melalui jalur darat. Jumlahnya mencapai 88.600 atau setara 50 persen. Pintu masuk udara menyumbang 43.400 kunjungan atau 25 persen, sementara pintu masuk laut 43.300 kunjungan atau 25 persen dari total kunjungan.

Secara kumulatif, sejak Januari hingga November 2020, jumlah kunjungan wisman mencapai 3,88 juta. Angka ini turun hingga 73,6 persen dibanding Januari-November 2019 yang mencapai 14,72 juta kunjungan.


Dorong Ekraf

Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai langkah Sandiaga untuk pindah kantor ke Bali tidak ada manfaatnya. “Apa yang mau diupayakan di sana? Di sana juga lagi PPKM, enggak ada wisatawan juga. Jadi kalau berkantor di sana enggak ngefek,” kata Trubus kepada reporter Tirto, Rabu (27/1/2021).

“Dulu ketika masih Wakil Gubernur DKI Jakarta, kantornya mau pindah ke Kepulauan Seribu, mana, enggak ada. Pindah itu hanya gimik aja.”

PPKM atau pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) adalah upaya terkini dari pemerintah untuk membatasi mobilitas dalam rangka menekan laju penularan pandemi COVID-19. Dalam PPKM jilid II yang berlaku hingga 8 Februari nanti, turis asing masih dilarang masuk.

Kasus COVID-19 di Indonesia sendiri tak melandai. Per Rabu 27 Januari, penambahan kasus harian mencapai 11.948 sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 1.024.298. Pada hari itu pula Satgas menyebut ada 387 pasien COVID-19 meninggal. Ini merupakan penambahan kematian harian tertinggi.

Trubus menilai ketimbang pindah kantor sebaiknya Sandiaga mengoptimalkan sektor ekonomi kreatif. “Kenapa dia hanya [bicara] pariwisata saja? Kan tahu ini pariwisatanya lagi enggak bisa. Dia enggak paham. Kenapa ekraf (ekonomi kreatif) ini enggak banyak diomongin? Apa programnya ke depan?”

Sebagai Menparekraf pengganti Wishnutama Kusubandio, Sandiaga tampak lebih fokus menggarap pariwisata ketimbang ekraf meski keduanya saling terkait. Akhir tahun lalu, misalnya, dia mengatakan akan menggenjot kunjungan wisatawan domestik. Dia juga pernah mengatakan bahwa “pariwisata menjadi sektor paling terdampak pandemi” dan oleh karena itu harus ditanggulangi.


Senada dengan Trubus, ekonom dari Universitas Indonesia Fitra Faisal mengatakan Sandiaga harus berkoordinasi dengan kementerian lain untuk mengoptimalkan potensi UMKM. “Dia bisa berkoordinasi dengan misalnya Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah atau Kementerian Perdagangan untuk atur bagaimana produk UMKM masuk startup,” katanya kepada reporter Tirto, Rabu.

“Pariwisata lagi enggak bisa buka, kan. Sekarang gimana caranya mendorong sektor ekonomi kreatif bisa tetap hidup dan jangkauannya lebih luas. Industri kreatif bisa di-push meskipun masa Covid,” tambahnya.

Fitra berbeda dengan Trubus dalam hal perlu atau tidak Sandiaga berkantor di Bali. Menurutnya ada hal positif yang bisa didapat dari berkantor di Bali. “Mumpung Menpar ngantor di Bali, jadi bisa memetakan masalah dari dekat.”

Sandiaga sebenarnya juga menyinggung perkara ekraf, bukan hanya pariwisata. “Sebagai destinasi favorit wisatawan nusantara, saya ingin betul-betul menyentuh langsung usaha-usaha mikro dan kecil yang ada di pulau ini,” kata mantan calon Wakil Presiden 2019 ini di Instagram. “Ini yang harus kita pulihkan.”

Baca juga artikel terkait EKONOMI KREATIF atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Rio Apinino
DarkLight