Berapa Harga Pemeriksaan HIV/AIDS dan Prosedurnya?

Kontributor: Muhammad Iqbal Iskandar, tirto.id - 3 Des 2022 14:30 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Harga pemeriksaan HIV/AIDS atau tes HIV berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp1 juta tergantung dari faskes yang dipilih.
tirto.id - Penyakit HIV/AIDS hanya bisa dideteksi dengan melakukan pemeriksaan medis atau tes HIV. Tes HIV sangat direkomendasikan bagi setiap orang yang berisiko tertular HIV.

Sayangnya, banyak orang yang ragu melakukan tes karena tidak mengetahui berapa harga pemeriksaan HIV/AIDS dan prosedurnya. Padahal, tes ini merupakan salah satu langkah penting dalam menekan angka penularan HIV di dalam negeri.

Saat ini pemeriksaan HIV/AIDS tengah digencarkan oleh pemerintah maupun berbagai lembaga swasta, khususnya bertepatan dengan bulan peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada Desember 2022. Baik HIV maupun AIDS sama-sama kondisi berbahaya yang mengancam jiwa.


AIDS atau aquired immune deficiency syndrome merupakan sebuah kondisi di mana sistem imun tubuh rusak sehingga tidak bisa berfungsi untuk melawan infeksi penyakit. Sedangkan, HIV adalah human immunodeficiency virus yang menyerang antibodi tubuh penyebab AIDS.


Prosedur Tes HIV/AIDS


Individu yang terinfeksi HIV/AIDS hanya bisa diketahui lewat prosedur tes pemeriksaan yang tepat. Menurut Yayasan Spiritia, prosedur tes HIV/AIDS dibedakan berdasarkan jenis tesnya, yaitu:

1. Tes Serologi

Tes ini terdiri dari tiga jenis tes yaitu tes cepat (rapid test), tes ELISA, dan tes Western blot. Tes cepat dilakukan dengan mengambil jumlah sampel sedikit dengan waktu kurang dari 20 menit untuk mendeteksi antibodi terhadap HIV-1 dan HIV-2.

Tes ELISA (enzyme-linked immunisorbient assay) merupakan tes dengan sampel darah yang dimasukkan dengan antigen HIV untuk menunjukkan reaksi kimia antara darah dengan antigen.

Sementara tes Western blot adalah tes yang hanya dilakukan jika tes ELISA positif yaitu dengan meunjukkan serangkaian pita yang menunjukkan peningkatan antibodi terhadap virus HIV.


2. Tes Virologis PCR

Tes ini biasanya dilakukan untuk bayi yang lahir dari ibu pengidap HIV dan dianjurkan untuk mendiagnosis anak yang berumur kurang dari 18 tahun. Terdapat dua jenis tes virologis yaitu HIV DNA Kualitatif (EID) dan HIV RNA Kuantatif.

Tes HIV DNA Kualitatif dilakukan untuk mendeteksi virus tanpa bergantung pada keberadaan antibodi. Sementara itu, tes RNA Kuantitatif adalah tes dengan sampel darah.


Berapa Harga Pemeriksaan HIV AIDS?


Menurut Buku Saku yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pemerintah telah memperluas akses pelayanan bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Ini termasuk menerapkan layanan komprehensif yang meliputi perawatan paliatif, perawatan berbasis rumah, terapi ARV, IO dan penyakit terkait HIV, dukungan psikososial dan spiritual, serta konseling dan tes HIV.

Yayasan Kasih Globalindo mengungkapkan bahwa harga untuk pemeriksaan immunoserologi tes Antigen HIV memiliki harga sekitar Rp250 ribu. Sedangkan, untuk pemeriksaan HIV di rumah sakit berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp1,5 juta.

Kabar baiknya, biaya-biaya tersebut telah dijamin oleh BPJS. Hal ini diatur dalam Peraturan Direktur Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 1 Tahun 2015 yang berbunyi:

  • Semua peserta JKN yang terdiagnosa HIV/AIDS dijamin biaya pengobatannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • Pembiayaan pengobatan pasien HIV/AIDS di faskes tingkat pertama termasuk dalam Paket Kapitasi, sementara di Faskes Rujukan Tingkat Lanjut termasuk dalam paket INA CBGs.
  • Biaya pemeriksaan laboratorium untuk monitoring rutin pasien HIV/AIDS dijamin oleh BPJS Kesehatan sesuai ketentuan pedoman pengobatan HIV/AIDS dari Kementerian Kesehatan.
  • Pembiayaan untuk obat-obatan yang dijamin oleh BPJS adalah sesuai ketentuan pengobatan yang ada di dalam Formularium Nasional.
  • Administrasi klaim pembiayaan perawatan dan pengobatan melalui JKN sesuai dengan ketentuan klaim FKTP dan FKRTL termasuk penagihan klaim Gawat Darurat.


Baca juga artikel terkait TES HIV AIDS atau tulisan menarik lainnya Muhammad Iqbal Iskandar
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Muhammad Iqbal Iskandar
Penulis: Muhammad Iqbal Iskandar
Editor: Yonada Nancy

DarkLight