Bentuk Perubahan Sosial Masyarakat: Revolusi, Evolusi, & Kebudayaan

Oleh: Endah Murniaseh - 3 Februari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Menurut ahli terdapat 3 jenis perubahan sosial. Bentuk perubahan sosial pada masyarakat tidak selalu sama. Berikut contoh dan penjelasannya.
tirto.id - Bentuk-bentuk perubahan sosial masyarakat bisa terjadi secara cepat (revolusi) atau lambat (evolusi), besar atau kecil, dan dikehendaki atau tidak.

Perubahan sosial adalah salah satu hal yang pasti akan dihadapi oleh masyarakat. Perubahan bisa terjadi karena adanya suatu hal baru ataupun adanya anggapan bahwa sesuatu yang lama tidak berfungsi lagi. Selain itu, kebutuhan manusia yang tidak terbatas akan membuatnya melakukan suatu hal untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Meskipun pasti akan terjadi, perubahan sosial pada masyarakat tidak selalu sama. Hal ini dikarenakan adanya masyarakat yang mengalami perubahan cepat dibandingkan dengan masyarakat lain.

Mengutip dari Baharudin dalam "Bentuk-bentuk Perubahan Sosial Kebudayaan" di Jurnal Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, terdapat tiga jenis perubahan sosial, antara lain;

1. Perubahan Evolusi dan Revolusi

Evolusi merupakan bentuk perubahan sosial yang terjadi dalam waktu yang lambat atau membutuhkan waktu lama. Perubahan ini biasa terjadi tanpa adanya kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Adanya dorongan masyarakat untuk menyesuaikan diri serta pemenuhan hidup dalam waktu tertentu menjadi penyebab mengapa evolusi terjadi.

Salah satu contoh dari evolusi adalah perubahan sistem transportasi serta sistem perbankan.

Sedangkan revolusi merupakan perubahan yang terjadi secara cepat serta tidak direncanakan. Karena tidak adanya rencana inilah yang akhirnya membuat revolusi dapat memicu adanya ketegangan atau konflik di awal mulainya revolusi.

Contoh dari peristiwa revolusi yang akhirnya membuat banyak perubahan besar adalah Revolusi Industri di Inggris.

2. Perubahan yang dikehendaki dan tidak dikehendaki

Perubahan yang dikehendaki atau juga dikenal dengan perubahan yang direncanakan merupakan perubahan yang terjadi karena adanya perkiraan atau perencanaan yang dilakukan oleh pihak yang menginginkan adanya perubahan (agen of change).

Contoh dari perubahan yang dikehendaki adalah perubahan undang-undang yang dilakukan oleh pemerintah.

Perubahan tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi diluar keinginan serta pengawasan masyarakat. Perubahan ini akhirnya dapat memicu pertentangan yang merugikan masyarakat yang bersangkutan.

Contoh dari perubahan tidak direncanakan adalah kecenderungan mempersingkat prosesi adat pernikahan yang memerlukan waktu serta biaya tidak sedikit. Hal ini dapat dilihat dari prosesi acara pernikahan masyarakat Jawa modern.

3. Perubahan Kecil dan Besar

Perubahan kecil merupakan perubahan yang terjadi pada unsur struktur sosial, namun tidak membawa pengaruh secara langsung bagi masyarakat. Contohnya adalah perubahan mode pakaian, rambut serta lainnya. Meskipun terjadi perubahan, namun tidak menimbulkan perubahan pada lembaga kemasyarakatan.

Perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang akhirnya memberi dampak langsung untuk masyarakat. Contoh dari perubahan besar adalah penggunaan traktor untuk menggantikan bajak tradisional dalam pertanian.

Perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat akan memberikan dampak secara positif serta negatif. Dampak positif tersebut bisa dirasakan oleh masyarakat apabila masyarakat mampu menyesuaikan diri dengan gerakan perubahan. Sedangkan dampak negatif terjadi apabila masyarakat tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang telah terjadi.


Baca juga artikel terkait PERUBAHAN SOSIAL atau tulisan menarik lainnya Endah Murniaseh
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Endah Murniaseh
Penulis: Endah Murniaseh
Editor: Agung DH
DarkLight