Menuju konten utama

Benarkah Peserta UTBK-SNBT 2025 Sesi Akhir Lebih Diuntungkan?

Simak penjelasan dari Tim Penanggungjawab SNPMB 2025 terkait narasi yang menyebut peserta UTBK-SNBT 2025 sesi akhir lebih diuntungkan.

Benarkah Peserta UTBK-SNBT 2025 Sesi Akhir Lebih Diuntungkan?
Petugas mengawasi peserta yang mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) di Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Timur, Jumat (25/4/2025). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pelaksanaan UTBK-SNBT 2025 viral di media sosial lantaran terjadi sejumlah kecurang. Modus kecurangan yang dilakukan beragam mulai dari menggunakan joki, pemalsuan data, hingga bocoran soal. Belakangan ramai diperbincangan bahwa peserta sesi akhir akan lebih diuntungkan, benarkah demikian? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

UTBK-SNBT 2025 berlangsung sejak Rabu, 23 April 2025 hingga Sabtu, 3 Mei 2025. Pelaksanaanya dibagi menjadi sejumlah sesi setiap hari. Selama pelaksanaan ujian, peserta dilarang keras berbuat curang, apabila ketahuan, peserta akan dikenai sanksi berupa pembatalan ujian.

Namun, ternyata masih banyak peserta yang nekad melanggarnya. Di tengah banyaknya temuan kecurangan tersebut, peserta yang melangsungkan ujian pada sesi akhir dikatakan lebih diuntungkan.

Narasi tersebut bergulir lantaran banyak pihak yang membocorkan soal. Dengan demikian, peserta sesi akhir dapat mempelajari soal terlebih dahulu sebelum melangsungkan ujian.

Ketua Umum Tim Penanggungjawab SNPMB, Eduart Wolok, menjelaskan soal bocor karena ada pihak yang melakukan kecurangan dengan memotret soal. Aksi itu dilakukan menggunakan teknologi kamera mikro canggih yang tidak terdeteksi oleh metal detector.

“Jadi ada upaya dari berbagai pihak, terutama dari pihak eksternal untuk berusaha mengambil soal. Apakah soal ini ditujukan untuk apa dan sebagainya, ini sudah kita investigasi lagi,” ujarnya, Selasa (29/4/2025).

“Sebagaimana kita ketahui seluruh peserta itu kan ketika masuk ujian, ke ruang ujian, itu discan dengan metal detector. Ternyata sekarang sudah semakin canggih. Ada alatnya yang saat ini sudah tidak terlacak dengan metal detector,” ujarnya.

Apakah Peserta UTBK-SNBT 2025 Sesi Akhir Lebih Diuntungkan?

Menanggapi narasi yang menyebut peserta UTBK-SNBT 2025 sesi akhir lebih diuntungkan, Eduart Wolok menegaskan hal tersebut tidaklah benar. Ia menjelaskan soal setiap sesi tidak sama. Soal juga disusun dengan tingkat kesulitan yang telah ditentukan.

“Ada yang bertanya gini ke saya, apakah nanti dengan maraknya contoh-contoh soal yang dipublish, maka yang ujian sesi akhir itu lebih diuntungkan? Tidak, karena soal dari sesi 1 sampai sesi 23 itu berbeda, dengan standar kesulitan yang sudah kami terapkan,” ujar Eduart dalam konferensi pers, Selasa (29/4/2025).

Ia juga menjelaskan, apabila terdapat soal yang sama, soal tersebut hanya merupakan jembatan soal. Soal jenis ini digunakan sebagai penghubung untuk menyetarakan bobot soal. Jembatan soal katanya tidak akan merugikan peserta.

“Kalau ada soal yang sama, itu adalah jembatan soal untuk menjamin kesetaraan soal, dan soal yang sama tadi sebagai jembatan soal, itu memiliki metode perhitungan tersendiri bahkan pada kondisi tertentu bisa tidak dinilai, sehingga tidak akan merugikan peserta UTBK,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Eduart memamparkan, pihaknya telah memiliki standar penilaian berdasarkan soal yang diikuti oleh peserta UTBK. Ia juga meyakini, peserta yang mengikuti UTBK dengan jujur disertai persiapan yang matang pasti dapat menyelesaikan soal dengan baik.

“Jadi kalau anak-anak kita yang menempuh ujian ini dengan cara yang baik, jujur, berintegritas, sebenarnya tidak perlu khawatir. Persiapkan diri kalian dengan sebaik-baiknya, apabila kalian memang mampu mengerjakan soal dengan baik, mendapatkan skor yang baik, insyaallah memperoleh hasil yang terbaik,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait UTBK atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Edusains
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Indyra Yasmin