Menuju konten utama

Benarkah DN Multisix Jadi Calon Pengganti Avanza-Xenia?

Peluncuran mobil konsep DN Multisix yang spesial di Indonesia memang patut dicurigai kalau mobil ini bisa berpotensi sebagai pengganti Xenia-Avanza.

Benarkah DN Multisix Jadi Calon Pengganti Avanza-Xenia?
Mobil Konsep Daihatsu DN Multisix di booth GIIAS 2017. tirto.id/Suhendra

tirto.id - Saat Mitsubishi Xpander masuk sebagai penantang baru di segmen low MPV, bagaimana dengan nasib penerus Avanza dan Xenia?

Di tengah booth Daihatsu di ajang GIIAS 2017 yang tak ada keluaran produk dan model terbaru, sebuah mobil putih diletakkan di atas podium tinggi. Mobil itu perlahan berputar di atas podium menampakkan berbagai sisi selayaknya mobil konsep kebanyakan.

Di bagian depan tertulis DN Multisix, mobil dengan konfigurasi enam penumpang ini terlihat manis dengan minim lekukan atau tak seperti XM-Concept sebagai embrio dari Mitsubishi Xpander. Belakangan, mobil ini digadang-gadang menjadi calon penerus dari Xenia, yang juga berpotensi sebagai penerus Avanza—sejak 2003 Toyota dan Daihatsu mengembangkan Avanza dan Xenia di pabrik Daihatsu.

Direktur Marketing, PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra, saat dihubungi Tirto, tak membantah atau mengkonfirmasi soal kabar DN Multisix yang akan menjadi penerus Xenia. Ia mengatakan DN Multisix masih sebatas mobil konsep yang pada GIIAS 2017 sebagai momen world premiere atau kali pertama muncul di dunia. Setelah di GIIAS 2017, mobil konsep ini akan mejeng di Tokyo Motor Show yang akan dihelat 27 Oktober- 5 November 2017.

Peluncuran mobil konsep DN Multisix yang spesial di Indonesia memang patut dicurigai kalau mobil ini bisa berpotensi sebagai pengganti Xenia-Avanza. Namun, Amelia menegaskan, yang namanya mobil konsep bisa saja gagal diproduksi massal atau sebaliknya sukses dijual ke pasar.

“Ini masih tergantung hasil survei, kalau hasilnya bagus, bisa jadi produksi massal,” kata Amelia kepada Tirto.

Wanita yang biasa disapa Amel ini mengatakan, pada ajang GIIAS 2017 yang sudah berlangsung sejak 10 Agustus hingga 20 Agustus 2017, survei terhadap konsumen untuk DN Multisix sudah dilakukan. Namun survei di GIIAS hanya titik awal untuk merespons pasar terhadap potensi kehadiran DN Multisix benar-benar menjadi mobil dipasarkan dan berpotensi jadi penerus Xenia. Namun, lagi-lagi butuh waktu yang tak sebentar.

“Kalau survei mulus, bisa 3 tahun atau 4 tahun,” katanya.

Sementara itu, Public Relation Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Rouli Sijabat mengatakan Toyota biasanya akan melakukan perubahan terhadap sebuah produk (Recycle Management) dalam jangka panjang. Prosesnya biasanya 5 tahun setelah produk baru dimunculkan, ini memang lebih singkat dibandingkan kebijakan sebelumnya. Toyota Avanza diperkenalkan 2003, tapi generasi keduanya baru muncul pada 2011 artinya butuh 8 tahun.

Sementara DN Multisix untuk pengganti Avanza? Rouli mengatakan di Jepang, sejak tahun lalu Daihatsu memang sudah 100 persen di bawah kendali Toyota. Selain itu, kolaborasi produksi kedua brand ini sudah terjalin sejak lama di Indonesia, selain Avanza yang diproduksi Daihatsu, ada juga Toyota Calya dan Rush. Namun, menyoal DN Multisix, ia menegaskan belum ada komunikasi antara Daihatsu dengan Toyota.

“Bisa saja ada produk-produk yang bareng, bisa juga Daihatsu membuat membuat sendiri. Belum ada komunikasi ke kita,” kata Rouli kepada Tirto.

Baca juga artikel terkait GIIAS 2017 atau tulisan lainnya dari Suhendra

tirto.id - Otomotif
Reporter: Suhendra
Penulis: Suhendra
Editor: Alexander Haryanto