Bahaya Virus B117 Jangan Diremehkan: Penularan 2 Kali Lebih Cepat

Reporter: - 6 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
Bahaya strain baru Corona virus B117 yang memiliki karakteristik replikasi dan penularan dua kali lebih cepat dari COVID-19 jangan dianggap remeh.
tirto.id - Pakar Mikrobiologi dari Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Mia Miranti Rustana menyatakan temuan mutasi virus corona B117 di Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat memiliki karakteristik replikasi dan penularan dua kali lebih cepat dari COVID-19.

"Dari sejumlah jurnal yang saya pelajari, untuk varian baru virus ini (B117) gejalanya sama, namun lebih cepat menular. Kalau virus biasa menular dalam waktu lima hari, ini dalam dua sampai tiga hari bisa menular ke orang," katanya melalui sambungan telepon dari Jakarta, Jumat sore.

Ia mengatakan, hasil penelitian sejak awal pandemi di Indonesia melaporkan bahwa virus corona diketahui memiliki jenis protein tertentu.

Varian B117 memperlihatkan karakteristik hilangnya gen 69 dan 70 yang membuat virus baru itu mempunyai kemampuan replikasi dan penularan dua kali lebih cepat.

Mutasi virus corona yang pertama kali ditemukan di Inggris pada September 2020 itu terjadi karena kemampuan berkembang biak di dalam tubuh manusia sebagai inang untuk mereplikasi diri.

Saat inangnya berubah, kata Mia, virus akan beradaptasi supaya bisa masuk dan menginfeksi inang untuk memperbanyak diri hingga terjadi mutasi virus.

"Virus corona memiliki kemampuan mutasi yang cepat karena ia mempunyai asam nukleat RNA yang secara teoritis memang lebih mudah bermutasi. Riset Harvard-MIT memperlihatkan virus corona bisa bermutasi dalam satu hingga dua bulan," katanya.

Mia belum dapat memastikan tingkat keganasan B117. Namun, kemajuan teknologi dalam bidang deteksi dini COVID-19 masih sanggup mengenali varian virus baru tersebut.

"Alat tes cepat seperti antigen masih sanggup mendeteksi secara dini virus baru ini. Namun yang paling efektif memang PCR yang berbasis laboratorium," katanya.

Penelitian Virus B117 Harus Dilakukan Segera

Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, mendesak Menristek mengantisipasi perkembangan penyebaran strain baru virus Corona B117 yang sudah masuk ke wilayah Indonesia.

Menristek melalui Lembaga Bio-Molekuler (LBM) Eijkman perlu melakukan penelitian untuk dapat menangkal penyebaran strain baru virus Corona tersebut.

"LBM Eijkman memiliki kapasitas untuk melakukan mitigasi dan menyusun early respons untuk menangani kasus ini," kata Mulyanto, dalam rilis yang diterima Tirto, Sabtu (6/3/2021).

Meski tingkat bahaya dari strain virus baru ini masih debatabel, namun secara umum dipercaya jenis virus Corona potensial menyebar lebih cepat dibandingkan dengan Covid-19. Karena itu Pemerintah tidak boleh meremehkan bahaya virus asal Inggris ini. Pemerintah perlu mengantisipasi kemungkinan terburuk dari perkembangan virus corona B117 ini di Tanah Air.

"Jangan sampai seperti kasus awal masuknya virus Covid-19 di Indonesia, di mana Pemerintah terkesan menganggap remeh bahaya virus ini, akibatnya lambat mengambil tindakan, sehingga menyebar dan menimbulkan korban kematian 37 ribu orang," imbuh Mulyanto.

Mulyanto minta kali ini Pemerintah benar-benar serius menyikapi perkembangan virus baru Corona ini. Pemerintah perlu memberdayakan semua lembaga riset terkait untuk meneliti dan mencari cara pencegahan penularan virus Corona B117. "Jangan sampai virus ini terlanjur menyebar baru dipikirkan mitigasinya," ujarnya.

Varian B117 yang diumumkan oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono tepat peringatan setahun COVID-19 di Indonesia pada 2 Maret 2021 perlu disikapi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Upaya efektif mencegah perkembangbiakan virus corona yang paling efektif, menurut Mia adalah dengan menerapkan 5M seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi pergerakan ke luar rumah.


Baca juga artikel terkait CORONA B117 atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Kesehatan)

Sumber: Antara
Editor: Maya Saputri
DarkLight