Ramadan 1440 H/ 2019

Bacaan Doa Buka Puasa Ramadan dan Dalil Ibadah Puasa

Oleh: Beni Jo - 3 Mei 2019
Dibaca Normal 1 menit
Terdapat dua redaksi doa buka puasa Ramadan.
tirto.id - Ramadan 1440 Hijriah segera tiba. Bagi umat Islam, menjalankan ibadah puasa pada bulan tersebut adalah kewajiban. Puasa dimulai sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari, atau maghrib. Tuntunan doa buka puasa menjadi penting bagi umat Islam.

Perintah bagi umat Islam untuk menjalankan puasa tercantum dalam Surat Al Baqarah ayat 183 sebagai berikut.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


Artinya, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa."

Dalam ayat tersebut, tujuan rohaniah berpuasa adalah agar umat bertakwa kepada Allah. Secara terperinci, tuntunan puasa Ramadan tercantum dalam Surah al Baqarah ayat 185, "Karena itu, barangsiapa di antara kamu yang menyaksikan bulan Ramadan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu."

Berbuka adalah penanda berakhirnya ibadah puasa pada hari tersebut. Dalam sebuah hadis qudsi, ada dua kebahagiaan yang dirasakan oleh orang yang berpuasa, yaitu saat berbuka dan saat bertemu Tuhan. Kenikmatan itu dapat dirasakan karena orang tersebut berhasil mengendalikan hawa nafsunya.

Dikutip dari Buku Saku Sukses Ibadah Ramadhan karya Ma'ruf Khozin terbitan Pengurus Pusat Lajnah Ta'lif wan Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) (2017:21) terdapat dua redaksi doa buka puasa. Yang pertama adalah sebagai berikut.


اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

Artinya
, "Tuhanku, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Sebab dan kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insyaallah pahala sudah tetap."

Sedangkan doa yang kedua adalah sebagai berikut.

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, insyaalah."

Dalam buku Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2018:29), doa yang kedua di atas merujuk pada hadis riwayat Ibnu Umar r.a, yang berkata, "Apabila Rasulullah saw berbuka, beliau berdoa, dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaallah". (H.R. Abu Dawud).

Doa buka puasa tersebut menunjukkan rasa syukur umat Islam kepada Allah, karena telah mampu melewati sehari penuh tanpa makan, minum, dan menjauhi hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Sebaik-baiknya buka puasa adalah di awal waktu atau dengan menyegerakannya ketika kumandang adzan Maghrib telah tiba. Sementara sahur yang paling utama adalah yang dilakukan pada akhir waktu. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. sebagai berikut:


بَكِّرُوْا بِالإفْطَارِ، وَأَخِّرُوْا السَّحُوْرَ


Artinya, "Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur."





Baca juga artikel terkait RAMADHAN atau tulisan menarik lainnya Beni Jo
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Beni Jo
Editor: Fitra Firdaus