Awal Oktober, Bertambah 3 Dokter Wafat Terkait Corona

Oleh: Andrian Pratama Taher - 3 Oktober 2020
Dibaca Normal 1 menit
Para dokter yang meninggal, di antaranya terdapat 61 dokter spesialis beserta guru besar hingga 2 dokter residen.
tirto.id - Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (Tim Mitigasi PB IDI) mengumumkan, sepanjang pandemi COVID-19, sudah ada 130 dokter yang meninggal dunia di Indonesia. Memasuki awal Oktober ini, bertambah 3 dokter yang tutup usia.

Berdasarkan rilis tertulis yang diterima reporter Tirto, Sabtu (3/10/2020), Tim Mitigasi PB IDI mencatat 130 dokter yang meninggal mayoritas adalah dokter laki-laki. Setidaknya ada 110 dokter meninggal berjenis kelamin laki-laki (84,6 persen) dan sisanya 20 dokter adalah perempun (15, 4 persen).

Dari 130 dokter, tim mitigasi PB IDI mencatat ada 67 dokter umum (termasuk 4 guru besar), 61 dokter spesialis (termasuk 5 guru besar), dan residen sebanyak 2 dokter.

Tim Mitigasi PB IDI juga mencatat 3 dokter yang meninggal terbanyak adalah Dokter umum (67 orang), dokter interna (8 orang) dan dokter bedah (7 orang). Kemudian disusul dokter OBGYN (6 orang), pediatri (6 orang), THT-KL (4 orang), Psikiatri (4 orang), Anestesi (3 orang), orthopedi (3 orang), paru (3 orang), Neurologi (3 orang), radiologi (3 orang), bedah syaraf (2 orang), bedah anak (2 orang).

Kemudian dokter farmakologi klinis, kedokteran fisik, urologi, kedokteran okupansi, mata, residen interna, residen pediatri, patokologi klinik serta jatung dan pembuluh darah masing-masing 1 orang.

Kemudian tim mitigasi IDI juga mengumumkan kematian dokter per daerah. Dokter paling banyak meninggal ada di Jawa Timur (31 dokter) lalu Sumatera Utara (22 dokter), DKI Jakarta (19 dokter), Jawa Barat (11 dokter) dan Jawa Tengah (9 dokter).

Dari segi kota, 5 kota dengan angka dokter kematian tertinggi adalah Medan (14 dokter), Surabaya (10 dokter), Jakarta Selatan (8 dokter), Jakarta Timur (6 dokter), dan Makassar serta Malang Raya (5 dokter).

Ketua Tim Pedoman & Protokol Tim Mitigasi PB IDI Eka Ginanjar mengingatkan kasus COVID-19 terus bertambah di masa pandemi. Saat ini, klaster penyebaran COVID-19 mulai muncul seperti klaster keluarga, klaster kantor, klaster industri dan klaster lain. Eka mengingatkan penambahan kasus terus-menerus bisa membuat layanan kesehatan kewalahan dalam menangani COVID.

"Korban semakin bertambah banyak, pasien-pasien yang positif atau meninggal karena COVID-19 juga semakin bertambah banyak. Layanan kesehatan lama-kelamaan tidak mampu menampung pasien-pasien covid 19 ini," kata Eka, Sabtu.

Eka pun mengajak masyarakat untuk kembali menerapkan 3M untuk mencegah kasus COVID tidak bertambah. 3M adalah menggunakan masker ke mana pun, selalu menjaga jarak, hindari kerumunan dan selalu mencuci tangan juga dengan baik dan benar.

"Mari sama-sama kita cegah, kita lawan COVID-19 ini," kata Eka.




Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
DarkLight