Indeks Tulisan
Gerakan Ambisius 1.000 Start-up
Sebuah gerakan menargetkan akan menghasilkan 1.000 start-up baru dengan dengan total valuasi $10 miliar. Gerakan yang dinilai ambisius dengan alur program tak masuk akal.

Untung Besar Situs Pembajak
Sampai Agustus ini, ada 108 situs penyedia konten bajakan yang aksesnya ditutup oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Situs-situs ini akan sangat sulit dibasmi, sebab sebagai sebuah bisnis, ia cukup menjanjikan.

Terlalu Panas untuk Bekerja
Bumi kian panas. Iklim berubah semakin tak menentu. Panas yang menyengat akan membuat para buruh kasar cepat kelelahan. Lalu berkuranglah produktivitas. Lalu menurunlah PDB. Lalu jurang kemiskinan melebar.
Start-Up Fintech Mulai Ambil Alih Fungsi Bank
Start-up di bidang teknologi finansial atau yang biasa disebut fintech tumbuh kian pesat. Dengan memanfaatkan teknologi, mereka memberi solusi kebutuhan finansial, mensubstitusi fungsi perbankan, asuransi, dan multifinance. Bagaimana industri perbankan menanggapi ini?
Berkaca pada Mereka yang Gagal dengan Ganjil-Genap
Sebelum Jakarta, beberapa kota di dunia yang tercatat menerapkan aturan serupa pembatasan ganjil-genap untuk mengurangi polusi dan kemacetan. Sebagian besar gagal.

Asing Mencengkeram Industri Asuransi Jiwa
Lebih dari 70 persen aset industri asuransi jiwa dikuasai investor asing. Kepemilikan asing perlu dibatasi, sementara perusahaan asuransi dalam negeri harus berbenah. Jika tidak, para pemain lokal akan mati pelan-pelan.

Bumiputera Punya Siapa?
Layaknya sebuah perusahaan asuransi berbadan hukum mutual, Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera dimiliki oleh seluruh pemegang polisnya. Mereka punya hak suara untuk menentukan langkah perusahaan asuransi tertua di Indonesia itu. Sayangnya, mereka tak tahu, dan tak diberi tahu.

Jawaban Singkat tentang Bumiputera
Tidak mudah mendapatkan informasi lengkap yang tidak ditutup-tutupi tentang Bumiputera, baik itu dari internal Bumiputera atau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator.
Menutupi Luka Bumiputera
Jika melihat Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera hanya pada laporan keuangan yang setiap tahun dipublikasikannya di media massa, ia akan tampak baik-baik saja, kelihatan sehat walafiat. Tetapi jika dilihat lebih dalam, Bumiputera ternyata "sakit-sakitan".
Jika Bumiputera Menjadi PT
Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera disebut-sebut akan berubah badan hukum dari usaha bersama alias mutual menjadi perseroan terbatas. Jika benar adanya, para pemegang polis yang juga adalah pemegang saham harus diberi suara untuk mengambil keputusan.
Masuk tirto.id







