Reja Hidayat

Reja Hidayat adalah seorang jurnalis yang telah berkarir selama 9 tahun. Ia telah menulis berbagai isu kebijakan publik, hak asasi manusia, lingkungan, ekonomi hukum dan politik di Geotimes. Sejak 2016, ia bekerja untuk tirto.id, sebuah media online berbasis multimedia, dan telah bekerja sebagai Indept Reporting Journalist selama 6 tahun. Ia memiliki keahlian dalam data visualization, OSINT Researcher, dan writing. Sejak Januari 2023, ia menjadi editor news tirto.id. Dengan pengalaman dan keahliannya, Reja mampu menghasilkan konten yang kompleks dan bervariasi.

Indeks Tulisan

Bisnis
Rabu, 26 Okt 2016

Yang Terlalu Indah Bisa Jadi Menipu

Imbal hasil investasi yang tinggi memang menggiurkan. Ia adalah pemikat agar investor mau menempatkan dananya pada sebuah investasi. Namun, di balik itu, ada bahaya besar yang mengancam: penipuan.
Senin, 24 Okt 2016

"Bimbel Akpol Paling Banyak Peminatnya"

Lembaga bimbingan belajar (bimbel) untuk menjadi taruna Akademi Kepolisian (Akpol) atau Akademi Militer (Akmil) bermunculan di Bandar Lampung. Saat ini, terdapat tiga bimbel yang menawarkan bantuan bagi siswa SMU yang bercita-cita masuk Akpol atau Akmil agar menjadi perwira polisi atau TNI.
Bisnis
Minggu, 23 Okt 2016

Meraup Rupiah dari Bimbel Akpol dan Akmil

Biaya mendirikan bimbingan belajar (bimbel) taruna berkisar antara Rp100 juta hingga Rp 150 juta. Modal tersebut berpotensi balik dalam setahun.
Minggu, 23 Okt 2016

Maraknya Bimbel Abdi Negara

Masuk Akademi Kepolisian (Akpol) atau Akademi Militer (Akmil) bukan hal yang mudah. Sejumlah bimbingan belajar hadir untuk membantu lulusan SMA masuk Akpol dan Akmil. Bimbel ini tidak hanya memberikan pelatihan materi, tetapi juga fisik. Beberapa bahkan mematok syarat layaknya masuk Akpol dan Akmil.
Rabu, 19 Okt 2016

"Persaingan di Pasar Mobil Indonesia Itu Keras"

Pasar mobil di Indonesia memang gemuk, tapi juga keras persaingannya. Pendatang baru yang tak sungguh-sungguh hanya akan angkat kaki seperti Ford. Sebagian lagi mencoba strategi baru dengan menggandeng mitra baru, untuk melanjutkan bisnisnya atau bertransformasi dengan membangun pabrik baru.
Minggu, 16 Okt 2016

"Dokumen Hilang di Instansi Negara Bukan Hal Baru"

Sudah 12 tahun Munir Said Thalib, aktivis Hak Asasi Manusia, meninggal dunia dalam penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam. Namun, dalang pelaku pembunuhan terhadap Munir belum terungkap hingga saat ini. Ironinya, dokumen hasil investigasi Tim Pencari Fakta  kasus kematian Munir justru dinyatakan hilang.
Hukum
Minggu, 16 Okt 2016

Jejak Pembunuhan Munir dan "Ikan Besar" di Singapura

Laporan TPF kasus meninggalnya Munir Said Thalib dikabarkan hilang. Padahal dokumen itu diharapkan ada-ada fakta baru untuk mengusut kasus pembunuhan Munir. Dugaan keterlibatan lembaga negara kembali berhembus.
Minggu, 16 Okt 2016

Kejanggalan Raibnya Laporan TPF Pembunuhan Munir

Kasus pembunuhan Munir masih meninggalkan misteri hingga kini. Dalang pembunuhan masih belum terungkap meski dokumen hasil investigasi Tim Pencari Fakta kasus sudah diserahkan pada Juni 2005. Kini, dokumen itu justru dilaporkan hilang. Padahal keterlibatan aktor pembunuh Munir di lembaga negara dipaparkan di dalamnya.
Jumat, 14 Okt 2016

"Tidak Ada Landasan Tentang Definisi Merek Terkenal"

Setiap tahunnya, ada sekitar 80 gugatan terkait merek di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, entah itu gugatan pembatalan merek ataupun penghapusan merek.  Tak jarang, merek-merek terkenal terlibat sebagai salah satu pihak, bisa jadi penggugat atau tergugat.
Kamis, 13 Okt 2016

Dari Prada Hingga Toyota, Melawan Para Pendompleng Nama

Setiap tahun, ada saja pemilik merek terkenal yang menyeret para pendompleng merek ke pengadilan di Indonesia. Tahun ini, setidaknya ada sembilan pemilik merek yang merasa didompleng dan menuntut hak akan kekayaan intelektualnya ke pengadilan.