Reja Hidayat

Reja Hidayat adalah seorang jurnalis yang telah berkarir selama 9 tahun. Ia telah menulis berbagai isu kebijakan publik, hak asasi manusia, lingkungan, ekonomi hukum dan politik di Geotimes. Sejak 2016, ia bekerja untuk tirto.id, sebuah media online berbasis multimedia, dan telah bekerja sebagai Indept Reporting Journalist selama 6 tahun. Ia memiliki keahlian dalam data visualization, OSINT Researcher, dan writing. Sejak Januari 2023, ia menjadi editor news tirto.id. Dengan pengalaman dan keahliannya, Reja mampu menghasilkan konten yang kompleks dan bervariasi.

Indeks Tulisan

Sosial Budaya
Rabu, 9 Nov 2016

Menu Istana Negara yang Sarat Makna

Para presiden di Indonesia punya cara tersendiri buat menggabungkan antara makanan dan Istana Negara. Sukarno pernah menghadirkan minuman “Sang Sangka” di Istana Negara, sebagai simbol nasionalisme. Mendiang Presiden Abdrurrahman Wahid pun sama, dia pernah  mengagulkan “Sop Ayam Sehat” dan aneka soto sebagai ikon masakan sejumlah daerah di Nusantara.
Selasa, 8 Nov 2016

Minimnya Identitas Indonesia dalam Jamuan Kenegaraan

Makanan sudah lama menjadi alat diplomasi. Nyaris semua bangsa punya tradisi menjamu tamu dengan pesta yang menghadirkan makanan khas mereka. Hingga sekarang, tradisi menjamu tamu masih menjadi kebiasaan negara.
Politik
Jumat, 4 Nov 2016

Aa Gym Kerahkan 1000 Orang untuk Bersihkan Masjid Istiqlal

Abdullah Gymnastiar memimpin seribu orang anggota Pesantren Daarut Tauhid Bandung untuk membersihkan sampah-sampah sisa demo di Masjid Istiqlal.
Kesehatan
Jumat, 4 Nov 2016

Mitos Pemotretan Bayi yang Baru Lahir

Memotret bayi berumur hitungan hari sedang menjadi tren. Bayi menopang dagu salah satunya. Tapi banyak yang bilang memfoto bayi adalah hal membahayakan, salah satunya risiko kebutaan. Mitos atau fakta?
Sosial Budaya
Jumat, 4 Nov 2016

Pendemo 4 November: Kami Tidak Ada Masalah dengan Etnis!

Sejumlah pendemo menolak jika aksi 4 November ini diidentikkan dengan sentimen etnis.
Rabu, 2 Nov 2016

"TP4 Justru Membebani Kejagung dan Seperti Centeng Proyek"

Melibatkan para jaksa sebagai pengawal dan pengaman proyek pemerintah di pusat maupun daerah justru berpotensi memunculkan persoalan baru. Para jaksa justru dikhawatirkan bakal tutup mata jika terjadi penyelewengan di proyek yang menjadi tanggung jawabnya.
Selasa, 1 Nov 2016

Tugas Jaksa, Antara Mengawasi Proyek dan Penyidikan

Penugasan para jaksa dalam mengawal dan mengamankan proyek infrastruktur berpotensi menurunkan capaian kinerja mereka. Jika pada tahun 2015 kinerja penyidikan pidsus dari Kejagung hingga Kejari mencapai 1.717 perkara, kini hingga September 2016 baru mencapai 1.200 perkara.
Hukum
Selasa, 1 Nov 2016

Anggaran Khusus Rp63,6 Miliar untuk Jaksa Mengawal Proyek

Jaksa Agung pernah mengajukan anggaran Rp63,6 miliar ke Komisi III DPR untuk operasional keterlibatan jaksa dalam mengawal dan mengamankan proyek pembangunan infrastruktur. Padahal jika memanfaatkan BPK atau BPKP, tidak perlu ada lagi pengeluaran negara.
Selasa, 1 Nov 2016

Ketika Jaksa Jadi "Centeng" Proyek Infrastruktur

Para jaksa mendapat tugas baru sebagai pengawal dan pengaman proyek infrastruktur pemerintah mulai dari pusat hingga daerah. Tujuannya, meminimalisir terjadinya penyelewengan. Namun, keterlibatan para jaksa di dalam berbagai proyek pembangunan justru dikhawatirkan memunculkan konflik kepentingan.
Kamis, 27 Okt 2016

"Masyarakat Harus Waspada Tawaran Bunga Tinggi"

Penipuan berkedok investasi tak pernah berhenti menggoda masyarakat. Padahal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menerus melakukan edukasi. Bagaimana seharusnya masyarakat menyikapi beragam tawaran investasi?