Kami menggunakan cookie untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi tentang interaksi Anda dengan situs web Kami. Kami juga membagikan informasi penggunaan situs Kami oleh Anda dengan mitra iklan dan analitik. Data interaksi tersebut akan Kami gunakan sebagai bahan analisa untuk membuat produk/layanan terbaik sesuai preferensi pengguna.
Indeks Tulisan
Menu Istana Negara yang Sarat Makna
Para presiden di Indonesia punya cara tersendiri buat menggabungkan antara makanan dan Istana Negara. Sukarno pernah menghadirkan minuman “Sang Sangka” di Istana Negara, sebagai simbol nasionalisme. Mendiang Presiden Abdrurrahman Wahid pun sama, dia pernah mengagulkan “Sop Ayam Sehat” dan aneka soto sebagai ikon masakan sejumlah daerah di Nusantara.
Minimnya Identitas Indonesia dalam Jamuan Kenegaraan
Makanan sudah lama menjadi alat diplomasi. Nyaris semua bangsa punya tradisi menjamu tamu dengan pesta yang menghadirkan makanan khas mereka. Hingga sekarang, tradisi menjamu tamu masih menjadi kebiasaan negara.
Aa Gym Kerahkan 1000 Orang untuk Bersihkan Masjid Istiqlal
Abdullah Gymnastiar memimpin seribu orang anggota Pesantren Daarut Tauhid Bandung untuk membersihkan sampah-sampah sisa demo di Masjid Istiqlal.
Mitos Pemotretan Bayi yang Baru Lahir
Memotret bayi berumur hitungan hari sedang menjadi tren. Bayi menopang dagu salah satunya. Tapi banyak yang bilang memfoto bayi adalah hal membahayakan, salah satunya risiko kebutaan. Mitos atau fakta?

Pendemo 4 November: Kami Tidak Ada Masalah dengan Etnis!
Sejumlah pendemo menolak jika aksi 4 November ini diidentikkan dengan sentimen etnis.
"TP4 Justru Membebani Kejagung dan Seperti Centeng Proyek"
Melibatkan para jaksa sebagai pengawal dan pengaman proyek pemerintah di pusat maupun daerah justru berpotensi memunculkan persoalan baru. Para jaksa justru dikhawatirkan bakal tutup mata jika terjadi penyelewengan di proyek yang menjadi tanggung jawabnya.
Tugas Jaksa, Antara Mengawasi Proyek dan Penyidikan
Penugasan para jaksa dalam mengawal dan mengamankan proyek infrastruktur berpotensi menurunkan capaian kinerja mereka. Jika pada tahun 2015 kinerja penyidikan pidsus dari Kejagung hingga Kejari mencapai 1.717 perkara, kini hingga September 2016 baru mencapai 1.200 perkara.
Anggaran Khusus Rp63,6 Miliar untuk Jaksa Mengawal Proyek
Jaksa Agung pernah mengajukan anggaran Rp63,6 miliar ke Komisi III DPR untuk operasional keterlibatan jaksa dalam mengawal dan mengamankan proyek pembangunan infrastruktur. Padahal jika memanfaatkan BPK atau BPKP, tidak perlu ada lagi pengeluaran negara.

Ketika Jaksa Jadi "Centeng" Proyek Infrastruktur
Para jaksa mendapat tugas baru sebagai pengawal dan pengaman proyek infrastruktur pemerintah mulai dari pusat hingga daerah. Tujuannya, meminimalisir terjadinya penyelewengan. Namun, keterlibatan para jaksa di dalam berbagai proyek pembangunan justru dikhawatirkan memunculkan konflik kepentingan.
"Masyarakat Harus Waspada Tawaran Bunga Tinggi"
Penipuan berkedok investasi tak pernah berhenti menggoda masyarakat. Padahal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menerus melakukan edukasi. Bagaimana seharusnya masyarakat menyikapi beragam tawaran investasi?
Masuk tirto.id









