Indeks Tulisan

Seni dan Aktivisme Arahmaiani, Sejak Orde Baru hingga Kini
Karya seniman Arahmaiani sejak dulu lekat dengan isu sosial-politik, dari mulai kesetaraan gender hingga kelestarian lingkungan.

Anime Beastars: Saga Mafia dalam Bungkusan Furry
Anime Beastars menghadirkan serial mafia dalam kostum furry. Kok bisa?
Bisakah Aksi Mengelabui Museum Disebut Seni Konseptual?
Absurditas seni konseptual adalah keniscayaan. Ia hasil dari penonjolan peran seniman dalam berkarya.

The Medium Menghadirkan Kengerian Lewat Cara yang Efektif
The Medium pantas diusung sebagai salah satu film horor paling seram dan paling dinantikan sepanjang 2021.

Candyman dan Narasi Baru Eksploitasi Trauma Warga Kulit Hitam AS
Candyman edisi 2021 diklaim merombak ulang Candyman versi 1990-an yang justru berkontribusi memperburuk representasi kulit hitam di Hollywood.

Bagaimana Film Klasik Mengubah Persepsi Publik tentang Pedofilia
Gambaran pedofil dalam film berbeda-beda. Ada yang menggunakan sudut pandang pelaku dan victim blaming, ada pula yang pakai sudut pandang korban.

Bagaimana Rambo Berubah dari Simbol Anti-Perang ke Propagandis AS?
Siapa ingat Rambo pernah jadi simbol anti-kemapanan alih-alih lambang kedigdayaan Pax Americana?

Banksy Effect dan Kekuatan Seni Jalanan di Indonesia
Mural bermuatan protes bukan vandalisme. Merepresi seniman dan karyanya tidak akan efektif membungkap protes.

Ikonoklasme: Cara Taliban Balas Sanksi PBB & Beberkan Hipokrisinya
Peledakan patung Buddha di Bamiyan adalah tindakan ikonoklasme Taliban untuk membalas sanksi PBB.

Yang Problematik dari Para Mantan Presiden & Lukisannya
Sejak lama, dunia seni cenderung memisahkan karya dan senimannya. Dimanfaatkan tokoh publik untuk mengerek citranya.
Masuk tirto.id






