Petrik Matanasi

Indeks Tulisan

Bisnis
Rabu, 23 Sept 2020

Rukmini Zainal Abidin dalam Perang Kemerdekaan dan Industri Farmasi

Sejak kecil, Rukmini Zainal Abidin kerap dibawa ayahnya ke apotek milik dokter Jerman. Kelak, ia menjadi produsen obat-obatan yang sukses.
Sosial Budaya
Senin, 21 Sept 2020

Angkatan Laut Belanda Takut kepada Sarekat Islam dan Komunis

Para pelaut bumiputra yang bergabung dengan Angkatan Laut Belanda rata-ratanya berpangkat rendah dan bergaji kecil.
Humaniora
Kamis, 17 Sept 2020

Alwi Shahab: Wartawan Dua Zaman & Penulis Kisah Jakarta Tempo Dulu

Alwi Shahab pernah bekerja di Arabian Press Board, Antara, dan Republika.
Bisnis
Kamis, 17 Sept 2020

Datuk Rangkayo Basa: Saudagar Pariaman yang Menulis Autobiografi

Muhammad Saleh merintis usahanya sejak berusia belasan tahun. Ia akhirnya mendirikan NV Handels Maatschappij Pariaman.
Humaniora
Rabu, 16 Sept 2020

Sejarah PMI: Dari Penolakan Belanda hingga Tugas di Lapangan IKADA

Palang Merah lahir setelah turis bernama Jean Henry Dunant menyaksikan korban perang bergelimpangan di Solferino, Italia.
Sosial Budaya
Selasa, 15 Sept 2020

Kodam Cendrawasih: Lahir dan Berkembang dalam Konflik Panjang Papua

Konflik yang berkepanjangan di Papua melahirkan Kodam Cendrawasih dan Organisasi Papua Merdeka.
Sosial Budaya
Jumat, 11 Sept 2020

Orang Indonesia di Angkatan Laut Belanda sebelum Perang Kemerdekaan

Angkatan Laut Belanda atau Koninklijk Marine (KM) menetapkan standar lebih tinggi daripada KNIL dalam merekrut orang Indonesia.
Sosial Budaya
Rabu, 9 Sept 2020

Kisah Hassan Shadily Sang Penyusun Kamus Legendaris

Hassan Shadily bertemu dengan John M. Echols di Universitas Cornell. Mereka kemudian bermitra dalam menyusun kamus.
Humaniora
Rabu, 9 Sept 2020

Jakob Oetama: Raja Media yang Tak Henti Bersyukur dan Berhati-Hati

Jakob Oetama mulai bersinar di dunia jurnalisme pada 1960-an lewat Intisari serta Kompas. Jadi "raja media" dan tetap bersyukur.
Sosial Budaya
Rabu, 9 Sept 2020

Kodam Pattimura: Laskar Orang Maluku dan Pergulatan Menumpas RMS

Nama "Pattimura" sempat dijadikan nama laskar orang-orang Maluku yang bertempur melawan Belanda di Malang pada 1947.