Kukuh Bhimo Nugroho

Indeks Tulisan

Sosial Budaya
Rabu, 20 Juli 2016

Beda Korsel, Amerika Latin, dan Soekarno

Korea Selatan sukses menyambut kedatangan masa puncak bonus demografi di negerinya. Sejak 30 tahun silam, mereka mengirim para pemudanya untuk belajar di negara-negara maju. Kini, mereka menikmati hasil dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Asia dan bahkan dunia.
Selasa, 19 Juli 2016

Pedang Bermata Dua Bernama Bonus Demografi

Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi yang hanya sekali terjadi dalam perjalanan sebuah bangsa. Pada masa itu, jumlah penduduk usia produktif mencapai 70 persen. Bisakah pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang andal atau menciptakan lapangan kerja? Jika tidak, bonus itu akan menjadi malapetaka bagi negara.
Selasa, 19 Juli 2016

"Ibu Selalu Menangis Melihat Anak-anak Kepanasan"

Sudah lebih dari 10 tahun Ibu Guru Nurlaila (57) terlunta-lunta. Upayanya memperjuangkan SMP 56 tidak berubah manis. Ia terpaksa berurusan dengan pengadilan, tidak bisa lagi mengajar, dan gajinya tak kunjung diberikan. Kini, ia harus hidup dalam kesengsaraan karena kegigihannya.
Ekonomi
Selasa, 19 Juli 2016

Jepitan Blok Dagang Cina dan Amerika

Indonesia dirayu untuk bergabung dengan dua blok perdagangan besar yang diinisiasi Amerika Serikat dan Cina. Indonesia belum membuat keputusan. Presiden Jokowi harus pintar membaca peta geopolitik dunia.
Selasa, 19 Juli 2016

Indonesia Merapat ke Cina

Konflik Laut Cina Selatan sempat membuat hubungan Indonesia – Cina memanas. Itu dari sisi hukum dan politik. Namun, jika ditelusuri dari sisi ekonomi, hubungan Indonesia sungguh mesra, terutama di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Proyek-proyek investasi Cina melesat hingga 100 persen dalam dua tahun kepemimpinan Jokowi.
Ekonomi
Senin, 18 Juli 2016

Hubungan Indonesia-Cina

Republik Indonesia (RI) dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau Cina menjalin hubungan diplomatik sudah 66 tahun. Kedua negara mulai melakukan hubungan diplomatik sejak 13 April 1950.
Kamis, 14 Juli 2016

"Terhalangnya RUU Perlindungan PRT Potret Feodal"

Terlunta-luntanya RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi sebuah simbol bagaimana negara memperlakukan pekerja kelas bawah. Bertahun-tahun mereka bekerja tanpa perlindungan hukum. Anggota Dewan yang seharusnya mewakili rakyat juga tak tergerak untuk membahasnya.
Sosial Budaya
Kamis, 14 Juli 2016

Mereka Pekerja, Bukan Budak

Pekerja Rumah Tangga (PRT) sudah dikenal sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda. Para pembantu di rumah orang Belanda biasanya mempekerjakan satu keluarga pribumi. Kini, sebutan "pekerja" dinilai lebih tepat dibanding "pembantu".
Hukum
Kamis, 14 Juli 2016

12 Tahun RUU PPRT Diabaikan Para Wakil Rakyat

Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) tak juga dibahas oleh anggota DPR. Sudah 12 tahun RUU itu tak tersentuh oleh para wakil rakyat. Publik juga sepertinya adem ayem. Padahal, kaum kecil seperti PRT sangat membutuhkan payung hukum ini.
Rabu, 13 Juli 2016

Menggantung Nasib PRT

Menjadi Pekerja Rumah Tangga (PRT) di negeri ini masih berisiko. Setiap tahun, kasus penganiayaan terhadap PRT jumlahnya ratusan. Sementara Rancangan Undang-Undang Perlindungan PRT (RUU PPRT) terkatung-katung di DPR sejak tahun 2004. Padahal justru bertujuan melindungi PRT dan juga majikan.