Kami menggunakan cookie untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi tentang interaksi Anda dengan situs web Kami. Kami juga membagikan informasi penggunaan situs Kami oleh Anda dengan mitra iklan dan analitik. Data interaksi tersebut akan Kami gunakan sebagai bahan analisa untuk membuat produk/layanan terbaik sesuai preferensi pengguna.
Indeks Tulisan

8 Mei 1998: DPR Tolak Kenaikan Harga BBM
Pemerintah keluarkan aturan kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik tanpa persetujuan DPR.

Hoesin Bafagieh Membela Perempuan Arab
Lewat tulisan, Hoesin Bafagieh mengkritik adat komunitas Arab yang tak ramah perempuan.

7 Mei 1998: Pemerintah Mengklaim Pahami Tuntutan Mahasiswa
Panglima ABRI menyatakan semua komponen pemerintahan memahami tuntutan mahasiswa. Di Bandung, Senat Guru Besar ITB mendukung mahasiswa menyuarakan reformasi.

6 Mei 1998: Kerusuhan Meluas ke Sentimen Rasial
Menkeu Inggris desak Soeharto segera melakukan reformasi. Di dalam negeri, kerusuhan mulai memakan korban etnis minoritas.

5 Mei 1998: Penjarahan Mulai Terjadi
Bantuan IMF akan dicairkan dalam waktu dekat. Sementara penjarahan toko mulai terjadi di beberapa kota.

4 Mei 1998: Harga BBM dan Listrik Naik
Pemerintah menaikkan harga BBM dan TDL karena tak bisa lagi menanggung beban subsidi.

3 Mei 1998: Soeharto Minta Bantuan Dana ke Malaysia
Sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cabang Denpasar berinjuk rasa menuntut reformasi politik. Di Kuala Lumpur, PM Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan siap bantu Indonesia.

Di Negeri Penjajah, Gaya Radikal Ki Hadjar Dewantara Berubah
Menapaktilasi jejak Suwardi Suryaningrat alias Ki Hadjar Dewantara selama pengasingannya di Belanda. Di sana, gaya radikal ciri khasnya berubah.

2 Mei 1998: Soeharto Buka Pintu Reformasi
Soeharto melunak: ia masih membuka pintu reformasi.

1 Mei 1998: Bagi Soeharto, Reformasi Bisa Dilakukan Setelah 2003
Soeharto menyatakan, reformasi bisa dilakukan setelah 2003. Ia juga menuding anasir PKI berada di balik segala kekacauan.
Masuk tirto.id









