Erika Rizqi

Erika Rizqi adalah penulis dan penerjemah lepas berdomisili di Yogyakarta. Saat ini sedang sibuk di kegiatan komunitas KUMMI (Kolektif untuk Menerjemahkan dan Menerbitkan dalam bahasa Indonesia) dan komunitas sejarah Senandika. Terjemahan pertamanya masuk dalam kumcer Minyak Anjing yang diterbitkan oleh Moooi Pustaka. Selain menulis mengenai isu sosial, Erika juga tertarik dengan segala hal yang berhubungan dengan sains.

Indeks Tulisan

Binar
Minggu, 21 Sept 2025

Adegan Seks di Film-Film: Penting atau Sekadar Sensasi?

Alih-alih memperkuat narasi, tidak sedikit adegan seks dalam film justru jadi pengalih perhatian yang tak relevan dengan jalan cerita.
Binar
Sabtu, 20 Sept 2025

Merekam Momen: Awal Kehadiran Adegan Seks di Sinema

Adegan seks dalam film mengalami perubahan panjang, termasuk dari sisi penerimaan publik. Situasi sosial, ekonomi, dan politik ikut memengaruhinya.
Level Up
Jumat, 19 Sept 2025

Keragu-Raguan Vaksin di Tengah Arus Disinformasi Digital

Di tengah merebaknya informasi keliru, keragu-raguan terhadap vaksin kian meningkat dan menuntut perhatian berbasis data.
Relasi Rasa
Kamis, 18 Sept 2025

Mengulas Gaya Komunikasi Pejabat Publik di Masa Krisis

Komunikasi publik yang empatik dan berbasis data dapat membantu pejabat untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan menghindari kesan meremehkan.
Level Up
Kamis, 11 Sept 2025

Kaya Raya, Merasa Berkuasa, dan Surutnya Empati Pejabat Publik

Mengapa orang kaya cenderung sulit berempati? Lalu, apa jadinya jika posisi pejabat publik didominasi orang-orang kaya seperti itu?
Level Up
Selasa, 9 Sept 2025

Mengapa Politisi dan Pejabat Perlu Membaca Buku?

Membuat kebijakan atau pernyataan publik perlu mempertimbangkan berbagai perspektif dan konsekuensi. Salah satu cara melatihnya adalah dengan baca buku.
Level Up
Senin, 8 Sept 2025

Belajar Merasa Cukup, Saat Pejabat Tak Pernah Puas

Aksi pejabat pamer kemewahan itu seakan-akan menegaskan, jika bukan mengolok-olok, bahwa aku dan kamu hidup di dunia yang berbeda dengan mereka.
Level Up
Kamis, 4 Sept 2025

Ketika Tas Dior Ikut Memicu Lengsernya Pejabat Korsel & Mongolia

Aksi bermewah-mewah keluarga pejabat tentu bikin rakyat muak. Akibatnya bisa jadi seperti dialami Yoon Suk Yeol dan Luvsannamsrain Oyun-Erdene.
Glow Guide
Senin, 1 Sept 2025

Lebih dari Aksesori, Handbag Juga Identitas & Simbol Perlawanan

Bagi Rosa Parks, Putri Diana, dan Margaret Thatcher, memakai handbag atau tas tangan bukan sekadar untuk aksesori gaya-gayaan.
Relasi Rasa
Senin, 25 Agt 2025

Setelah Orang Tua Tiada: Proses Panjang yang Tak Sama bagi Semua

Setiap orang merespons rasa duka setelah orang tua tiada dengan cara dan durasi waktu berbeda-beda. Kita tidak boleh menghakimi prosesnya.