Abi Mu'ammar Dzikri

Abi Mu'ammar Dzikri adalah jurnalis cum penulis lepas yang gandrung meriset
khazanah sejarah. Meniti cakrawala media dan jurnalistik semenjak bergabung
ke Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ekspresi UNY pada 2019. Setelah lulus

dari Ilmu Sejarah UNY, mengembara interdisipliner kajian sejarah, sastra, dan
budaya. Tulisan-tulisannya telah dimuat di berbagai media. Mulai Maret 2025
aktif sebagai kontributor Tirto. Menulis tema yang bersinggungan dengan
sejarah, sosial, politik, antropologi, ekologi, dan budaya.

Indeks Tulisan

Mozaik
Senin, 25 Mei

Slamet Gundul, Bramacorah Berparas Lugu Buronan Orde Baru

Namanya beken di berbagai kota.
Kisah aksinya santer terdengar di banyak telinga,
tak jarang merepotkan aparat.
Dialah Slamet Gundul si bramacorah.
Mozaik
Kamis, 21 Mei

Kanibalisme dan Mistisisme dalam Perang Saudara Liberia

Ketika penguasa berjabat tangan dengan "iblis",
Mengobarkan perang saudara tak berkesudahan,
Memakan daging sesama manusia.
Horizon
Rabu, 20 Mei

Pasang Surut Demam Ganja di Thailand

Legalisasi penggunaan ganja untuk medis dan rekreasi di Thailand dipengaruhi aspek elektoral. Kini, saat penguasa berganti, aturan pun ikut berubah.
Mozaik
Senin, 18 Mei

Ketika Prambors Memantik Revolusi Musik Pop Picisan

Lomba Cipta Lagu Remaja gagasan Prambors membuat musik pop Indonesia '70-an mulai beragam, dari yang sebelumnya monoton penuh cerita duka cinta dan lara.
Mozaik
Selasa, 12 Mei

Barang Siapa Kencing, Harus Membayar Pajak Urine

Di zaman Romawi Kuno, urine dipajak oleh pemerintah. Sebab, urine dimanfaatkan untuk berbagai hal, dari mencuci pakaian sampai industri pewarna kain.
Tirtoeco
Senin, 4 Mei

Bisakah Perang Iran-AS Sembuhkan Kecanduan Kita pada Plastik?

Berpuluh-puluh tahun, hidup kita berkelindan dengan plastik, bahkan sampai menubuh. Kini, perang membuat "zat adiktif" itu sukar diperoleh.
Umum
Selasa, 21 Apr

Tikus, Hama Pengerat yang Lihai Deteksi Ranjau Darat

Ranjau darat merupakan masalah laten yang mengintai banyak negara, tak kunjung selesai berpuluh-puluh tahun. Namun, kini solusinya justru datang dari tikus.
Mozaik
Minggu, 26 Okt 2025

Manipulasi Kepatuhan Rakyat Prancis sebelum Revolusi

Rakyat Prancis, yang punya indeks pembangunan manusia cukup tinggi saat ini, dulu juga terkungkung kultur feodal, tunduk pada aristokrat dan rohaniwan.
Mozaik
Jumat, 24 Okt 2025

Bias Toponimi ala Kolonial untuk Dunia Timur

Kolonialis acap menciptakan toponimi bagi negara jajahannya, dari "far east" sampai "middle east". Seolah merekalah pusatnya, yang lain hanyalah objek.
Mozaik
Selasa, 21 Okt 2025

Bagong, Punakawan Kritis yang Dibenci Belanda

Saat Amangkurat I merebut istri orang, Bagong kerap mengkritiknya dalam berbagai lakon. Maka itulah sosok ini dilarang Belanda, sekutu Amangkurat I.