Kami menggunakan cookie untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi tentang interaksi Anda dengan situs web Kami. Kami juga membagikan informasi penggunaan situs Kami oleh Anda dengan mitra iklan dan analitik. Data interaksi tersebut akan Kami gunakan sebagai bahan analisa untuk membuat produk/layanan terbaik sesuai preferensi pengguna.
Indeks Tulisan

Slamet Gundul, Bramacorah Berparas Lugu Buronan Orde Baru
Namanya beken di berbagai kota.
Kisah aksinya santer terdengar di banyak telinga,
tak jarang merepotkan aparat.
Dialah Slamet Gundul si bramacorah.
Kisah aksinya santer terdengar di banyak telinga,
tak jarang merepotkan aparat.
Dialah Slamet Gundul si bramacorah.

Kanibalisme dan Mistisisme dalam Perang Saudara Liberia
Ketika penguasa berjabat tangan dengan "iblis",
Mengobarkan perang saudara tak berkesudahan,
Memakan daging sesama manusia.
Mengobarkan perang saudara tak berkesudahan,
Memakan daging sesama manusia.

Pasang Surut Demam Ganja di Thailand
Legalisasi penggunaan ganja untuk medis dan rekreasi di Thailand dipengaruhi aspek elektoral. Kini, saat penguasa berganti, aturan pun ikut berubah.

Ketika Prambors Memantik Revolusi Musik Pop Picisan
Lomba Cipta Lagu Remaja gagasan Prambors membuat musik pop Indonesia '70-an mulai beragam, dari yang sebelumnya monoton penuh cerita duka cinta dan lara.

Barang Siapa Kencing, Harus Membayar Pajak Urine
Di zaman Romawi Kuno, urine dipajak oleh pemerintah. Sebab, urine dimanfaatkan untuk berbagai hal, dari mencuci pakaian sampai industri pewarna kain.

Bisakah Perang Iran-AS Sembuhkan Kecanduan Kita pada Plastik?
Berpuluh-puluh tahun, hidup kita berkelindan dengan plastik, bahkan sampai menubuh. Kini, perang membuat "zat adiktif" itu sukar diperoleh.

Tikus, Hama Pengerat yang Lihai Deteksi Ranjau Darat
Ranjau darat merupakan masalah laten yang mengintai banyak negara, tak kunjung selesai berpuluh-puluh tahun. Namun, kini solusinya justru datang dari tikus.

Manipulasi Kepatuhan Rakyat Prancis sebelum Revolusi
Rakyat Prancis, yang punya indeks pembangunan manusia cukup tinggi saat ini, dulu juga terkungkung kultur feodal, tunduk pada aristokrat dan rohaniwan.

Bias Toponimi ala Kolonial untuk Dunia Timur
Kolonialis acap menciptakan toponimi bagi negara jajahannya, dari "far east" sampai "middle east". Seolah merekalah pusatnya, yang lain hanyalah objek.

Bagong, Punakawan Kritis yang Dibenci Belanda
Saat Amangkurat I merebut istri orang, Bagong kerap mengkritiknya dalam berbagai lakon. Maka itulah sosok ini dilarang Belanda, sekutu Amangkurat I.
Masuk tirto.id








