ASI Belum Keluar Usai Melahirkan, Ketahui Penyebab & Cara Mengatasi

Oleh: Meigitaria Sanita - 22 Juni 2020
Dibaca Normal 2 menit
Beberapa hal yang bisa dilakukan agar ASI segera diproduksi setelah melahirkan
tirto.id - Harapan seorang ibu usai melahirkan salah satunya adalah ingin langsung menyusui bayinya. Kenyatannya tak sedikit kasus ASI belum keluar setalah bayi dilahirkan. Rasa khawatir tentu saja dialami ibu apalagi ASI satu-satunya makanan bayi baru lahir.

Jangan menyerah dengan keadaan atau langsung memberinya susu formula karena khawatir bayi akan kelaparan. Beberapa hal berikut perlu diketahui para calon ibu yang harus diketahui mengenai ASI dan bayi baru lahir.

Dilansir dari laman AIMI, lambung bayi baru lahir sebesar kelereng. Lambung yang sangat kecil hanya membutuhkan 5-7ml kolostrum atau 1-2 sendok teh. Dinding lambungnya juga belum melar, sehingga secara kuantitas dan kualitas kolostrum sudah cukup bagi bayi. Kolostrum mengandung nutrisi dan antibodi yang berfungsi melawana berbagai penyakit.

Bayi bisa bertahan tanpa ASI hingga 24-48 jam selama plasenta masih basah. Dilansir dari laman Kelly Mom, Produksi ASI akan meningkat setelah secara alami sekitar 30-40 jam usai melahirkan. Hanya 25 persen ibu yang mengalami peningkatan produksi ASI lebih dari tiga hari.

Kapan ASI mulai diproduksi

Selama kehamilan plasenta memiliki peran penting dalam produksi ASI. Dilansir laman Breast Feeding Support, tanda ASI mulai mengalami peningkatan produksi ketika tetesan-tetesan kolostrum mulai meningkat. Setidaknya membutuhkan waktu 30-40 jam setelah melahirkan.

Hormon penting yang berpengaruh antara lain hormon prolaktin, tiroid, insulin, oksitosin, dan kortisol. Ibu bisa memulai melakukan pumping untuk merangsang keluarnya ASI ketika tidak menyusukan langsung ke bayi sekitar 3 hari setalah kelahiran. Hal ini akan mempengaruhi peningkatan produksi ASI dan menggantikan kolostrum.

Penyebab ASI tidak keluar setelah melahirkan

Dilansir dari laman Health Line, berikut penyebab ASI ibu yang tidak langsung keluar pasca melahirkan.

Kelahiran prematur, ketika bayi terpisah dengan ibu aktifitas menyusui langsung tidak cukup intens dilakukan. Menyusui langsung merangsang produksi ASI.

1. Adanya kondisi medis seperti diabetes dan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

2. Ibu dengan kondisi obesitas

3. Ibu dengan kondisi demam dan infeksi

4. Melahirkan secara cesar

5. Ketika hamil, terlalu lama beristirahat di tempat tidur

6. Ibu dengan kondisi tiroid

7. Mengalami kelahiran traumatis atau pendarahan postpartum

8. Tidak menyusuinya beberapa jam setelah melahirkan.


Beberapa hal yang bisa dilakukan agar ASI segera diproduksi setelah melahirkan

1.Pijat payudara

Memijat payudara penting dilakukan oleh ibu, aktifitas ini bisa merangsang produksi ASI. Cara memijat sangga payudara dibagian bawah dengan salah satu tangan, kepalkan tangan yang lain, kemudian urutlah dengan halus bagian atas payudara darin tepi luar ke arah dalam, lakukan setidaknya 30 kali.

2.Sering memerah

Setidaknya lakukan 2 atau 3 jam sekali. Produksi ASI tergantung pada supply dan demand. Selain memerah, pumping bisa dilakukan. Jika menggunakan breast pump elektrik bisa gunakan mode pijat terlebih dahuhu sebelum memulainya.

3.Kompres payudara dengan air hangat dan mandi air hangat

Air hangat mendorong payudara dalam peningakatan produksi ASI. Payudara yang kencang akan terasa rileks sehingga ASI akan keluar dengan lancar.

4.Mendengarkan musik

Mendengarkan musik yang menenangkan akan membuat ibu rileks dan meningkatkan hormon oksitosin. Selain itu, melihat foto bayi anda ketika pumping juga akan memberikan semangat baru.

5.Minum banyak air putih dan tidur yang cukup

ASI mengandung banyak air, dengan minum banyak air akan meningkatkan produksi ASI. Tidur dan istirahat yang cukup akan meningkatkan hormon oksitosin.

Apa yang perlu dilakukan ketika ASI belum juga keluar setalah 4 hari, perlukah memberikan susu formula untuk sementara waktu?

Salah satu pilihan ketika ASI tak kunjung keluar adalah memberikan susu formula untuk sementara waktu pada bayi anda. Namun, usahakan cara tersebut menjadi opsti terakhir ketika semua cara sudah maksimal dilakukan. Pastikan selalu mengosongkan payudara, skin to skin dengan bayi juga akan membantu meningkatkan produksi ASI.

Dilansir dari laman Kelly Mom, anda perlu mengevaluasi cara menyusui bayi anda ketika berat badan turun sekitar 7 persen atau lebih setelah dilahirkan hingga berumur 4 hari. Konsultasikan dengan dokter anda apakah suplementasi perlu dilakukan.

Namun, kondisi kegagalan laktasi sangat jarang terjadi jika kondisi ibu dan bayi sehat. Setelah kelahiran, pengiriman plasenta memicu produksi ASI secara otomatis dan kegagalan laktasi tidak akan terjadi. banyaknya ASI yang yang diproduksi tergantung pada pemberian ASI.


Baca juga artikel terkait KEHAMILAN atau tulisan menarik lainnya Meigitaria Sanita
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Meigitaria Sanita
Penulis: Meigitaria Sanita
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight